PLN Teken Kontrak Rp7,2 Triliun, Proyek 'Kakap' Apa?

Ardi Mandiri

Jum'at, 19 Mei 2017 | 04:42 WIB
PLN Teken Kontrak Rp7,2 Triliun, Proyek 'Kakap' Apa?
Direktur Utama PLN, Sofyan Basir dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/4/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - PT PLN (Persero), Kamis, menandatangani delapan kontrak pembangunan pembangkit dan transmisi listrik dengan nilai Rp7,2 triliun, yang merupakan bagian dari program mewujudkan pengadaan listrik 35.000 MW.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir dalam rilis di Jakarta, Kamis mengatakan penandatanganan tersebut terdiri atas kontrak rekayasa, pengadaan, konstruksi (engineering, procurement, construction/EPC) untuk enam pembangkit berdaya total 735,5 MW senilai Rp6,28 triliun.

Ditambah, dua paket pembangunan jaringan transmisi 150 kV sepanjang 246 kilometer sirkuit (kms) senilai Rp299 miliar.

"Total biaya keseluruhan proyek ini mencapai Rp7,2 triliun," ujarnya.

Menurut dia, pembangunan proyek tersebut direncanakan rampung pada 2018, sehingga rencana pemerintah mewujudkan target rasio elektrifikasi sebesar 99 persen pada 2019 dapat tercapai.

Rincian penandatanganan delapan kontrak itu adalah lima EPC pembangkit yaitu MPP Paket 3 (PLTMG Tanjung Selor 15 MW, PLTMG Biak 15 MW, PLTMG Merauke 20 MW, PLTMG Langgur 20 MW, dan PLTMG Seram 20 MW) total 90 MW.

Lalu, MPP Paket 4 (PLTMG Maumere 40 MW, PLTMG Bima 50 MW, dan PLTMG Sumbawa 50 MW) total 140 MW, MPP Paket 5 (PLTMG Ambon 30 MW, PLTMG Bau-Bau 30 MW dan PLTMG Jayapura 40 MW) total 100 MW, PLTD Lot III dengan daya 77,5 MW di 64 lokasi, dan PLTD Lot IV 328 MW di 60 lokasi.

Kontrak lainnya adalah dua paket pengadaan pembangunan transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kV di Kalimantan Barat yakni ruas Tayan-Sanggau 146 kms dan Sanggau-Sekadau 100 kms.

Terakhir, satu surat penunjukan (LOI) proyek MPP Nias 25 MW.

Sebelumnya, PLN telah menandatangani proyek pembangunan PLTD tersebar yakni Lot I berdaya 10,3 MW dan Lot II 27,2 MW.

Total proyek PLTD tersebar di seluruh Indonesia mencapai 772 unit dengan daya 443 MW.

"Kalau dibandingkan dengan pembangkit di Jawa tentu nilainya tidak besar. Tetapi, bagi penduduk pulau-pulau tersebut memberikan manfaat yang sangat besar. Pembangkit 1-2 MW di pulau kecil dan terluar itu sama besarnya dan sama pentingnya dengan 1.000 MW di Jawa," kata Sofyan.

Ia melanjutkan sampai kini, pihaknya sudah menandatangani 23 ribu MW dari total 35 ribu MW.

"Jadi, masih ada 12 ribu MW lagi, yang insya Allah tahun ini semua selesai untuk proyek 35 ribu MW," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kontrak Jual Beli Gas PLN Dengan Tangguh Berlangsung 16 Tahun

Kontrak Jual Beli Gas PLN Dengan Tangguh Berlangsung 16 Tahun

Bisnis | Rabu, 17 Mei 2017 | 18:30 WIB

PLN Gandeng Empat Pengembang Energi Terbarukan di Kalimantan

PLN Gandeng Empat Pengembang Energi Terbarukan di Kalimantan

Bisnis | Rabu, 17 Mei 2017 | 16:57 WIB

1800 Desa Akan Dialiri Listrik, PLN Akan Investasi Rp1,8 Triliun

1800 Desa Akan Dialiri Listrik, PLN Akan Investasi Rp1,8 Triliun

Bisnis | Senin, 15 Mei 2017 | 19:49 WIB

Terkini

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

×