Mendengar Keluhan Nelayan, Muhaimin Siap "Pasang Badan"

Dythia Novianty | Dian Rosmala | Suara.com

Selasa, 02 Mei 2017 | 22:12 WIB
Mendengar Keluhan Nelayan, Muhaimin Siap "Pasang Badan"
Dialog nelayan dengan Ketua Umum DPP PKB di Jakarta, Selasa 92/5/2017). [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Puluhan nelayan dari sejumlah daerah di Indonesia, mendatangi dan berdialog Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di kantornya Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Sela-sa (2/5/2017).

Dalam pertemuan tersebut para nelayan mengeluhkan Peraturan Menteri Nomor 2 Tahun 2015, Tentang Larangan penggunaan alat penangkap ikan pukat hela dan pukat tarik di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.

Selain itu, mereka juga mengeluhkan paraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan nomor 71 Tahun 2016 tentang jalur penangkapan ikan dan penempatan alat tangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia serta paraturan menteri KKP Nomor 1 Tahun 2015 tentang penangkapan lobster, kepiting dan rajungan.

Selain itu, para nelayan ini juga mengeluh soal sikap Kepolisian yang langsung melakukan penangkapan nelayan yang beroprasi menggunakan cantrang.

Menanggapi keluhan para nelayan tersebut, Muhaimin meminta pihak Kepolisian melepas atau menjadikan nelayan-nelayan tersebut sebagai tahanan kota.

"Bila pihak Kepolisian membutuhkan penjamin, maka saya sendirilah yang akan menjamin. Kasihan para nelayan, mereka harus menghidupi keluarga mereka, jika ditangkap keluarga mereka makan apa," kata Muhaimin.

Lebih lanjut, Muhaimin juga meminta kepada Menteri KKP, Susi Pudjiastuti untuk hadir menemui nelayan, terserah mau dialog dengan nelayan di mana, apakah nelayan Sukabumi, Lamongan atau Pantura.

"Kalau Bu Susi butuh teman dan takut berdialog dengan nelayan, saya akan temani. Pertemuan dengan nelayan sangat penting agar semua pihak mengetahui langsung permasalahan para nelayan," ujar Muhaimin.

Muhaimin juga memastikan PKB betul-betul murni ingin memperjuangan nasib nelayan dan warga Nahdliyyin akibat kebijakan Menteri KKP yang tidak membuat kemakmuran dan kesejahteraan pada nelayan.

“saya dan PKB betul-betul murni karena nelayan adalah mayoritas warga kita, mayoritas warga Nahdlatul Ulama, Nahdliyyin dan nahdliyat yang menjerit karena kebijakan-kebijakan Menteri KKP terutama yang tidak membuat kemakmuran dan kesejahteraan nelayan," kata Muhaimin.

Salah seorang nelayan asal Banten, Suadi mengeluhkan kebijakan Susi yang berujung pada matinya kapal-kapal kecil dan banyak nelayan yang ditangkap lantaran masih menggunakan cantrang.

"Kami memang tidak merasakan dampaknya secara langsung, tapi kami terkena imbasnya. Sebab, kapal-kapal di Banten, merupakan kapal-kapal sedang yang masih menggunakan cantrang. Mereka terpaksa menghentikan operasi karena takut ditangkap polisi," ujar Suadi.

Ditambahkan nelayan lainnya, Marawih, nelayan asal Pantura. Ia mengaku kesal sekaligus sedih dengan kebijakan yang dikeluarkan Menteri Susi. Sebab, sebelum Susi mengeluarkan kebijakan itu, nelayan sangat senang bertemu pihak TNI AL dan pihak Kepolisian di laut.

"Sekarang kami merasa terancam, setiap kali melihat Polisi dan TNI rasanya takut dan ingin segera kabur atau menghindar," kata Marawih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PKB: Mahasantri Pesantren Jangan Minder Hadapi Mahasiswa

PKB: Mahasantri Pesantren Jangan Minder Hadapi Mahasiswa

News | Selasa, 25 April 2017 | 23:33 WIB

PKB Dukung Ahok-Djarot, 'Serangan' Isu SARA Terpatahkan

PKB Dukung Ahok-Djarot, 'Serangan' Isu SARA Terpatahkan

News | Senin, 10 April 2017 | 11:20 WIB

Muhaimin Sanjung Kader PKB Banyumas, Ini Prestasinya

Muhaimin Sanjung Kader PKB Banyumas, Ini Prestasinya

News | Selasa, 14 Maret 2017 | 05:19 WIB

PKB Serukan Politisinya Tak Terjebak Isu Pragmatis

PKB Serukan Politisinya Tak Terjebak Isu Pragmatis

News | Rabu, 22 Februari 2017 | 11:57 WIB

Muhaimin: Politik PKB Tak Boleh Halalkan Segala Cara

Muhaimin: Politik PKB Tak Boleh Halalkan Segala Cara

News | Rabu, 22 Februari 2017 | 09:30 WIB

Cak Imin: Harus Ada Revitalisasi Ruhul Jihad Ulama

Cak Imin: Harus Ada Revitalisasi Ruhul Jihad Ulama

News | Senin, 19 Desember 2016 | 02:31 WIB

Terkini

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik

News | Senin, 27 April 2026 | 22:57 WIB

KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya

KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya

News | Senin, 27 April 2026 | 22:57 WIB

KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur

KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur

News | Senin, 27 April 2026 | 22:45 WIB

Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi

Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi

News | Senin, 27 April 2026 | 22:38 WIB

KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur

KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Senin, 27 April 2026 | 22:38 WIB

Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki

Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki

News | Senin, 27 April 2026 | 22:24 WIB

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Cerita Penumpang Nekat Lompat Keluar Gerbong Demi Selamatkan Diri

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Cerita Penumpang Nekat Lompat Keluar Gerbong Demi Selamatkan Diri

News | Senin, 27 April 2026 | 22:21 WIB

Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!

Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!

News | Senin, 27 April 2026 | 21:46 WIB

Ustaz Khalid dan PIHK Lain di Tengah Kisruh Pembagian Kuota Haji

Ustaz Khalid dan PIHK Lain di Tengah Kisruh Pembagian Kuota Haji

News | Senin, 27 April 2026 | 21:36 WIB

Evaluasi Pengentasan & Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Menteri Rini: Akselerasi Dukungan PANRB

Evaluasi Pengentasan & Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Menteri Rini: Akselerasi Dukungan PANRB

News | Senin, 27 April 2026 | 21:18 WIB