Gelombang Pantai Selatan Tinggi, Nelayan Alih Profesi

Dythia Novianty

Rabu, 07 Juni 2017 | 06:38 WIB
Gelombang Pantai Selatan Tinggi, Nelayan Alih Profesi
Ilustrasi kapal nelayan. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Para nelayan pantai selatan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak satu bulan terakhir tidak melaut karena kondisi gelombang perairan kurang bagus.

"Gelombang laut di pantai selatan cukup tinggi, sehingga nelayan sementara memilih tidak melaut. Kalau memaksa melaut, hasil tangkapan ikan tidak menutupi biaya operasional," kata anggota nelayan Pantai Trisik Dwi Surya Putra di Kulon Progo, Rabu (7/6/2017).

Ia mengatakan, sejak hasil tangkapan ikan sangat sedikit dan gelombang laut kurang bagus, nelayan beralih menanam cabai, melon, semangka dan mengembangkan tambak udang.

"Nelayan Trisik itu mata pencahariannya bertani, petambak dan sekaligus nelayan. Saat hasil tangkapan ikannya turun, kami memilih bertani dan budi daya tambak udang," katanya.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Prabowo Sugondo mengatakan gelombang pantai selatan memang sangat tinggi. Sehingga, nelayan lebih memilih tidak melaut sementara untuk keselamatan mereka.

"Kami sudah mendapat laporan, gelombang laut sedang tinggi. Nelayan Kulon Progo memilih tidak melaut untuk sementara ini," kata Prabowo.

Namun demikian, ia mengakui ada satu dua kapal nelayan andon yang melaut, seperti nelayan Karangwuni dan Congot. Nelayan andon berasal dari Cilacap (Jawa Tengah) yang sumber mata pencaharian utamanya dari laut.

Ia mengakui nelayan asli Kulon Progo ini nelayan transisi dari petani menjadi pelaut. Sehingga, melaut bukan satu--satunya pekerjaan dan sumber pendapatan mereka. Saat hasil tangkapan ikan melimpah, mereka baru melaut. Begitu sebaliknya, saat hasil tangkapan ikan turun dan gelombang laut kurang baik, mereka beralih menjadi petani dan melalukan budi daya udang.

"Kita harus mengakui nelayan Kulon Progo saat ini masih sebagai nelayan sambilan atau nelayan transisi dari pertanian ke perikanan tangkap. Artinya, sumber pendapatan mereka tidak 100 persen dari melaut," katanya. [Antara]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Minta Nelayan Berani Budidaya Perikanan Lepas Pantai

Jokowi Minta Nelayan Berani Budidaya Perikanan Lepas Pantai

Bisnis | Kamis, 04 Mei 2017 | 17:39 WIB

Mendengar Keluhan Nelayan, Muhaimin Siap "Pasang Badan"

Mendengar Keluhan Nelayan, Muhaimin Siap "Pasang Badan"

News | Selasa, 02 Mei 2017 | 22:12 WIB

Jokowi Janji Beri Solusi Nelayan Soal Larangan Cantrang

Jokowi Janji Beri Solusi Nelayan Soal Larangan Cantrang

Bisnis | Kamis, 27 April 2017 | 14:16 WIB

Terkini

Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi

Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 17:31 WIB

Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung

Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung

Banten | Senin, 28 September 2026 | 17:31 WIB

BRI Tebar Promo Ramen Girl Rp35 Ribu

BRI Tebar Promo Ramen Girl Rp35 Ribu

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:30 WIB

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 17:25 WIB

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

News | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Video | Senin, 28 September 2026 | 17:22 WIB

Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun

Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun

News | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung

Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme

Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

×