Forextime: Cadangan Devisa Turun, Kurs Rupiah Melemah

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 11 Juli 2017 | 17:31 WIB
Forextime: Cadangan Devisa Turun, Kurs Rupiah Melemah
Mata uang Rupiah baru. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Rupiah melemah terhadap Dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan melemah pada hari Senin (11/7/2017) karena berita bahwa cadangan valas Indonesia bulan Juni menurun. Bank Indonesia mengumumkan bahwa aset valas Indonesia turun dari 124,95 miliar dolar Amerika Serikat (AS) di bulan Mei menjadi 123,09 miliar dolar AS di bulan Mei. Menurut BI, alasan penurunan ini adalah permintaan mata uang asing yang meningkat tajam oleh sektor perbankan Indonesia menjelang Idul Fitri dan ini hanya bersifat sementara.

"Dengan membaiknya kinerja ekspor dan optimisme dari kenaikan peringkat S&P, cadangan valas sepertinya akan tetap aman di masa mendatang," kata Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime, di Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Sentimen terhadap ekonomi Indonesia dapat semakin membaik pada hari Selasa (11/7/2017) apabila laporan keyakinan konsumen bulan Juni mengisyaratkan peningkatan stabilitas ekonomi. Konsumsi Indonesia cukup bergairah di tahun 2017 dan indeks konsumen mencapai rekor tertinggi di bulan Mei. Apabila data ekonomi Indonesia terus menunjukkan tren positif, maka pasar akan semakin berspekulasi bahwa BI akan meningkatkan suku bunga sebelum akhir tahun demi mendorong pertumbuhan.

OPEC meminta kerja sama Nigeria dan Libya

Sungguh luar biasa melihat bahwa pengecualian dari pembatasan produksi yang diberikan kepada sebagian anggota OPEC ternyata berdampak negatif pada kartel ini. Produksi Juni meningkat ke level tertinggi di tahun 2017. Karena produksi Nigeria dan Libya yang terus meningkat mengancam upaya OPEC untuk menyeimbangkan pasar dan ini di luar dugaan, maka harga minyak dapat terus tertekan. Ada wacana bahwa OPEC mungkin akan meminta Nigeria dan Libya memangkas produksi. Peningkatan produksi kedua negara ini sepertinya belum diperhitungkan saat OPEC sepakat untuk memperpanjang pemangkasan produksi.

"Situasi oversuplai masih sangat membebani pikiran investor sehingga harga minyak akan terus tertekan karena fluktuasi harga sangat dipengaruhi oleh kondisi oversuplai," jelas Lukman.

Dolar kembali menguat

Dolar AS berkibar pada sesi perdagangan hari Senin saat investor menerima laporan tenaga kerja bulan Juni yang bervariasi. Walaupun angka NFP umum yang luar biasa sebesar 222k mendorong optimisme terhadap ekonomi AS dan mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga Fed, pertumbuhan upah yang lesu menimbulkan kekhawatiran akan lambatnya inflasi yang berkepanjangan.

Walaupun laporan bulan Juni yang sedang-sedang saja mungkin menjadi inspirasi bagi investor bullish, namun kenaikannya mungkin menghadapi hambatan karena level inflasi yang rendah menyiratkan laju perubahan moneter Fed yang lebih lambat. Kalender ekonomi hari ini cukup lengang sehingga aksi harga mungkin akan menentukan arah trading Indeks Dolar saat bulls membidik level 96.40.

Sorotan komoditas - Emas

Emas mengalami tekanan jual di hari Senin karena Dolar yang menguat dan naiknya prospek kebijakan moneter global yang lebih ketat menekan harga logam mulia ini. Laporan tenaga kerja AS yang bervariasi di bulan Juni mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga Fed tahun ini, sehingga emas sepertinya kembali bearish. Mari kita perhatikan bagaimana reaksi harga terhadap level support $1200 dan apakah pembeli menggunakan peluang ini untuk mengangkat harga emas.

"Dari sudut pandang teknikal, logam mulia ini semakin tertekan pada grafik harian. Breakdown di bawah 1214 Dolar AS dapat menyebabkan penurunan lebih lanjut menuju 1200 Dolar AS," tutup Lukman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Forextime Beberkan Sebab Melemahnya Pound Sterling

Forextime Beberkan Sebab Melemahnya Pound Sterling

Bisnis | Selasa, 04 Juli 2017 | 11:09 WIB

Kamis Pagi, Rupiah Bergerak ke Posisi 13.320

Kamis Pagi, Rupiah Bergerak ke Posisi 13.320

Bisnis | Kamis, 22 Juni 2017 | 11:09 WIB

Luhut: Cadangan Devisa Indonesia Tertinggi Sepanjang Sejarah

Luhut: Cadangan Devisa Indonesia Tertinggi Sepanjang Sejarah

Bisnis | Jum'at, 16 Juni 2017 | 14:57 WIB

BI Akui RUU Redenominasi Rupiah Belum Jadi Prioritas

BI Akui RUU Redenominasi Rupiah Belum Jadi Prioritas

Bisnis | Selasa, 30 Mei 2017 | 10:00 WIB

BI Pastikan Bom Kampung Melayu Tak Berdampak ke Rupiah

BI Pastikan Bom Kampung Melayu Tak Berdampak ke Rupiah

Bisnis | Selasa, 30 Mei 2017 | 09:42 WIB

BI Sebut Aliran Modal Asing Bantu Stabilkan Rupiah

BI Sebut Aliran Modal Asing Bantu Stabilkan Rupiah

Bisnis | Kamis, 18 Mei 2017 | 17:56 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Meningkat

Cadangan Devisa Indonesia Meningkat

Foto | Senin, 15 Mei 2017 | 19:42 WIB

Fluktuasi Dolar AS terhadap Rupiah

Fluktuasi Dolar AS terhadap Rupiah

Foto | Rabu, 05 April 2017 | 13:49 WIB

Forextime: Brexit Tak Pasti, Poundsterling Berpotensi Melemah

Forextime: Brexit Tak Pasti, Poundsterling Berpotensi Melemah

Bisnis | Selasa, 04 April 2017 | 12:29 WIB

Forextime Sebut IHSG Bergegas Memetik Keuntungan

Forextime Sebut IHSG Bergegas Memetik Keuntungan

Bisnis | Senin, 03 April 2017 | 20:20 WIB

Terkini

Naik Whoosh Saat Lebaran, Bisa Dapat Diskon Hotel hingga Wisata Gratis

Naik Whoosh Saat Lebaran, Bisa Dapat Diskon Hotel hingga Wisata Gratis

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:48 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak, Menhub Sarankan Mudik Balik Lebih Awal

Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak, Menhub Sarankan Mudik Balik Lebih Awal

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:45 WIB

Perhatian Pemudik! Jangan Pulang dari Kampung Tanggal 24-28-29 Jika Tak Mau Macet

Perhatian Pemudik! Jangan Pulang dari Kampung Tanggal 24-28-29 Jika Tak Mau Macet

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:29 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:16 WIB

Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026, Akses Tol MBZ Terapkan Buka Tutup, Ini Dampaknya bagi Pengendara

Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026, Akses Tol MBZ Terapkan Buka Tutup, Ini Dampaknya bagi Pengendara

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:03 WIB

Harga Bitcoin Turun Akibat Ancaman Perang AS-Iran, Kembali ke Level 60 Ribu Dolar!

Harga Bitcoin Turun Akibat Ancaman Perang AS-Iran, Kembali ke Level 60 Ribu Dolar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:02 WIB

Harga Emas Lebaran Hari Ini Stabil di Pegadaian: UBS dan Galeri 24 Rp2,9 Jutaan

Harga Emas Lebaran Hari Ini Stabil di Pegadaian: UBS dan Galeri 24 Rp2,9 Jutaan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:50 WIB

Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing

Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:45 WIB

Minyak Dunia Memanas: Brent Tembus USD 112 di Tengah Eskalasi Perang Iran-AS

Minyak Dunia Memanas: Brent Tembus USD 112 di Tengah Eskalasi Perang Iran-AS

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:38 WIB

Ancaman 'Kiamat' Energi: Trump Beri Ultimatum, Guncang Pasokan Migas Dunia

Ancaman 'Kiamat' Energi: Trump Beri Ultimatum, Guncang Pasokan Migas Dunia

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:30 WIB