Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Presiden Bahas Proyek Dua Kereta Cepat

Ardi Mandiri | Suara.com

Selasa, 25 Juli 2017 | 23:30 WIB
Presiden Bahas Proyek Dua Kereta Cepat
Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. (suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas dengan sejumlah menteri, membahas dua proyek kereta cepat yaitu untuk Jakarta-Bandung, dan Jakarta-Surabaya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Jakarta, Selasa (25/7/2017), mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo meminta detail pembiayaan antara Indonesia dan Cina. Proyek ini dikerjakan konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC).

"Presiden minta didetailkan kembali karena proyek ini B to B, kemarin kesepakatannya kan 60:40, dengan 60 (persen) risiko (ditanggung) Indonesia. Kenapa Indonesia tidak 10 persen dan 90 persen Cina untuk memperkecil risiko? Seminggu diminta Pak Luhut untuk menghitung kembali dengan bu Rini," kata Basuki.

Perhitungan TOD itu diminta didetailkan karena kereta cepat ini diperkirakan baru akan untung setelah 15 tahun.

"Kedua soal teknis, bagaimana dengan kondisi geologi kegempaan, tapi itu sudah diatasi komisi keamanan apakah melalui jembatan panjang dan terowongan, tapi tadi tidak ada keputusan," tambah Basuki.

Namun Basuki tetap optimis proyek kereta cepat Jakarta-Bandung itu tetap akan selesai.

"Suatu proyek infrastruktur biasanya dikerjakan oleh pemerintah sementara ini B to B, jadi ini perhitungannya lebih ketat namun semua optimis termasuk Pembahasan lahan menurut laporan sudah 55 persen dari 600 hektare," ungkap Basuki.

Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan masih banyak persoalan dalam pembebasan lahan yang harus diselesaikan.

"Jadi Bapak Presiden menekankan bahwa BPN (Badan Pertahanan Nasional), Kementerian ATR (Agraria dan Tata Ruang) perlu membantu sehingga pembebasan lahan bisa selesai. Saat ini baru 55 persen dan hal itu tidak ada masalah karena perjanjian kita dengan China Development Bank kita harus bisa bebas 53 persen untuk kemudian kita bisa menarik (utang). Jadi tadi kita juga melaporkan bahwa target kita untuk penarikan bisa kita lakukan di akhir minggu pertama bulan Agustus," kata Rini.

Selain itu sudah ada juga beberapa hal seperti final Penlok (Penetapan Lokasi) di DKI diharapkan dapat selesai pada 31 Agustus.

"Jadi tadi dari Gubernur Jakarta juga sudah ada, insya Allah semuanya lancar. Mengenai konsesi, masa konsesi dihitung sejak konstruksi selesai jadi konstruksi selesai di mana sudah ada uji coba mulai hitungan masa konsesi berjalan. Memang itu saja amandemen yang kita minta," jelas Rini.

Sedangkan soal kereta cepat Jakarta-Surabaya, menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi masih dalam tahap kajian yang dipimpin oleh Menko bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan.

"Kereta cepat Jakarta-Surabaya sedang studi, Pak Luhut yang pimpin termasuk apakah menggunakan listrik tempat lama atau baru, dan mitra kerja itu Jepang memiliki preferensi, tapi bukan semata-mata Jepang. Kita harapkan jepang punya visibilitas yang bagus, kalau Jepang tidak 'feasible' bisa juga negara lain," kata Budi.

Menurut Luhut, studi sedang dikerjakan bersama antara Badan Pengkaji dan Penerapan Teknologi (BPPT), PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Mudah-mudahan sudah selesai kajian dari BPPT, KAI serta dari Jepang, JICA yang ikut lingkup survei kalau sudah selesai kita akan lihat. Karena ada 100 tikungan belok kiri-kanan sekarang mereka hitung apakah tetap mau pakai itu atau mau bikin satu rel, sekarang sedang dihitung. Kajian kedua apakah mau pakai elektrik atau diesel, nanti dilihat akhir Agustus, kata Luhut.

"Mengenai kereta cepat Jakarta-Bandung, Presiden masih mengevaluasi laporan dari tim, sepertinya jalan, tapi kita lihat bagaimana masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan, misalnya, pembebasan tanah," katanya.

Ia melanjutkan, "Kami akan buka hitung-hitungan tanahnya karena pemasukan TOD-nya (terms of delivery atau ketentuan pengiriman) agar 'sustain' tapi l LRT (light rapid transportation) jadi model karena dengan struktur keuangan yang dibuat itu proyek kereta jadi 'double digit' yang akhirnya 'bankable'.

"Suatu ketika, kita tidak akan lagi pakai 'state budget. Maksud kita adalah semua proyek-proyek menghindari sebanyak mungkin ABPN. Jadi seperti LRT ini jadi model di tempat yang lain," jelas Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan di lingkungan Istana Presiden Jakarta. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Duit Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Membengkak

Duit Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Membengkak

Bisnis | Rabu, 05 Juli 2017 | 18:19 WIB

Jembatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Wajib Disertifikasi

Jembatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Wajib Disertifikasi

Bisnis | Kamis, 13 April 2017 | 13:18 WIB

Usai Teken Kontrak, Pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung Dikebut

Usai Teken Kontrak, Pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung Dikebut

Bisnis | Selasa, 04 April 2017 | 20:50 WIB

KCIC dan HSRCC Resmi Garap Bersama KA Cepat Jakarta-Bandung

KCIC dan HSRCC Resmi Garap Bersama KA Cepat Jakarta-Bandung

Bisnis | Selasa, 04 April 2017 | 19:17 WIB

Kereta Tabung Ultracepat Ditawarkan ke Indonesia

Kereta Tabung Ultracepat Ditawarkan ke Indonesia

Tekno | Kamis, 09 Maret 2017 | 15:18 WIB

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Masuk Proyek Strategis 2017

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Masuk Proyek Strategis 2017

Bisnis | Jum'at, 10 Februari 2017 | 15:13 WIB

Pemerintah akan Finalisasi Pembangunan Pelabuhan Patimban

Pemerintah akan Finalisasi Pembangunan Pelabuhan Patimban

Bisnis | Selasa, 10 Januari 2017 | 07:35 WIB

Ini 3 Proyek Infrastruktur Perhubungan yang Disetujui RI-Jepang

Ini 3 Proyek Infrastruktur Perhubungan yang Disetujui RI-Jepang

Bisnis | Kamis, 29 Desember 2016 | 16:04 WIB

Luhut Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Pakai Skema PPP

Luhut Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Pakai Skema PPP

Bisnis | Sabtu, 24 Desember 2016 | 06:26 WIB

Terkini

Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu

Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 08:02 WIB

Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Mulai Juni: Cek Jadwal dan Daftar Penerimanya

Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Mulai Juni: Cek Jadwal dan Daftar Penerimanya

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 06:58 WIB

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB