Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Synthesis Residence Kemang Digarap PT Nusa Raya Cipta

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 19 Oktober 2017 | 16:42 WIB
Synthesis Residence Kemang Digarap PT Nusa Raya Cipta
Apartemen Synthesis Residence Kemang, Jakarta Selatan. [Dok Synthesis Residence Kemang]

Sebelum memutuskan membeli properti hunian, sudah seharusnya mempertimbangkan siapa ahli dibalik konstruksi bangunannya. Hal tersebut dilakukan, agar sebagai konsumen bisa mendapatkan hunian nyaman sesuai idaman, karena dalam sebuah bangunan yang baik tim konstruksi memiliki peran penting untuk mewujudkannya.

Konstruksi dan properti yang dibangun memiliki kaitan kuat dan saling mempengaruhi. Bila diibaratkan, konstruksi merupakan sayap untuk mewujudkan karya properti tersebut. Karena itu, Synthesis Development menjadikan tim konstruksi sebagai motor dalam pembangunan karya properti apartemennya, salah satunya apartemen Synthesis Residence Kemang.

"Synthesis Residence Kemang berkomitmen untuk menghadirkan hunian apartemen yang nyaman dan berkualitas bagi para penghuninya, maka dirasa penting menunjuk kontraktor terpercaya dan memiliki reputasi baik di Indonesia untuk pengerjaan pembangunannya," papar Sales and Marketing General Manager Synthesis Residence Kemang, Imron Rosyadi di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Synthesis Residence Kemang yang berada di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, berkomitmen untuk memberikan kenyamanan dan kualitas terbaik kepada calon penghuni yang mencari hunian ideal dan berada di kawasan premium. Konsep heritage Indonesia dengan mengusung arsitektur khas Jawa modern yang membedakan dari apartemen lainnya di Jakarta menjadi daya tarik tersendiri bagi apartemen dengan 3 tower yang diberi nama Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

"Dari sisi desain, Synthesis Residence Kemang dikemas dengan sangat unik yaitu mengusung motif Batik Kawung yang diaplikasikan pada interior dan eksterior bangunan secara geometris serta adanya Rumah Joglo sebagai lobi utama yang berdiri di antara Tower Sadewa dan Tower Nakula. Akan ada juga special artwork yang dihadirkan di depan lobi utama," tambah Imron.

Demi mewujudkan konsep yang diusungnya, maka Synthesis Residence Kemang melibatkan korporasi konstruksi swasta PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRC).

"Sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia, NRC memiliki pengalaman menangani proyek besar, seperti pekerjaan bangunan komersial, bangunan industrial, dan pekerjaan infrastruktur, khususnya infrastruktur jalan tol dan kawasan industri. NRC pernah mendapat kepercayaan sebagai kontraktor utama dalam menggarap proyek jalan tol sepanjang 116 kilometer. Beberapa penghargaan yang pernah diterima NRC antara lain Business News Indonesia untuk kategori Top Infrastruktur dalam pembangunan gedung pada tahun 2016 dan penghargaan terbaik untuk pekerjaan infrastruktur jalan tol Cikopo – Palimanan," jelas President Director NRC, Hadi Winarto Christanto.

Pengalaman dan reputasi yang baik inilah menjadi dasar Synthesis Residence Kemang bekerja sama dengan NRC, sehingga objektif kedua perusahaan ini menghadirkan hunian apartemen dengan kualitas terbaik bisa diwujudkan.

Synthesis Residence Kemang memiliki fasilitas lengkap, termasuk diantaranya Teras Srikandi sebagai komersial area yang berada di lokasi strategis kawasan Kemang. Seperti diketahui, Kemang memiliki magnet sebagai kawasan hunian yang dekat dengan hiburan, kuliner dan seni. Selain itu, Kemang juga terletak di antara dua pusat bisnis Jalan TB Simatupang dan Jalan Jenderal Sudirman.

Fasilitas yang dihadirkan oleh Synthesis Residence Kemang mulai dari Taman Tirta Astana, lahan terbuka hijau untuk area bersantai dan berolahraga, sauna, fitness centre, salon, dan minimarket.

"Kami ingin menghadirkan apa yang diimpikan oleh masyarakat di perkotaan. Secara peruntukan lahan, Synthesis Residence Kemang telah mendapatkan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) Nomor 007/5.7/31/-1.711.534/2015 untuk membangun hunian bertingkat di kawasan Kemang," pungkas Imron.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KAI-WIKA Jual Apartemen Dekat Stasiun Senen Rp224 Juta Per Unit

KAI-WIKA Jual Apartemen Dekat Stasiun Senen Rp224 Juta Per Unit

Bisnis | Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:21 WIB

Gerindra Kecewa Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Dilanjutkan

Gerindra Kecewa Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Dilanjutkan

Bisnis | Senin, 09 Oktober 2017 | 14:28 WIB

Luhut Resmi Cabut Moratorium Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

Luhut Resmi Cabut Moratorium Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

Bisnis | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 20:54 WIB

Pilih Mana, Beli Rumah Baru atau Bekas?

Pilih Mana, Beli Rumah Baru atau Bekas?

Bisnis | Jum'at, 06 Oktober 2017 | 09:37 WIB

Sinar Mas Punya Program Price Lock untuk Bayar DP Properti

Sinar Mas Punya Program Price Lock untuk Bayar DP Properti

Bisnis | Kamis, 05 Oktober 2017 | 16:21 WIB

IPW Minta BI dan OJK Paksa Bank BUMN Turunkan Bunga KPR

IPW Minta BI dan OJK Paksa Bank BUMN Turunkan Bunga KPR

Bisnis | Selasa, 03 Oktober 2017 | 19:57 WIB

Tips Mendeteksi Iklan Properti Online Palsu

Tips Mendeteksi Iklan Properti Online Palsu

Bisnis | Selasa, 03 Oktober 2017 | 08:22 WIB

Pasar Rumah 'Second' di Jakarta Mulai Menggeliat

Pasar Rumah 'Second' di Jakarta Mulai Menggeliat

Bisnis | Sabtu, 30 September 2017 | 15:04 WIB

Proses KPR Subsidi Lambat, BTN Dikeluhkan Banyak Pengembang

Proses KPR Subsidi Lambat, BTN Dikeluhkan Banyak Pengembang

Bisnis | Sabtu, 30 September 2017 | 14:53 WIB

IPW Akui Program Sejuta Rumah Banyak Dijegal Spekulan

IPW Akui Program Sejuta Rumah Banyak Dijegal Spekulan

Bisnis | Sabtu, 30 September 2017 | 14:46 WIB

Terkini

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:11 WIB

Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026

Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:02 WIB

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:34 WIB

Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?

Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:17 WIB

Menkeu Purbaya Buka Suara soal Pembentukan Badan Ekspor

Menkeu Purbaya Buka Suara soal Pembentukan Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:09 WIB

Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun

Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:52 WIB

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:46 WIB

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:38 WIB

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:30 WIB

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:28 WIB