Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.831

IPW Minta BI dan OJK Paksa Bank BUMN Turunkan Bunga KPR

Adhitya Himawan

Selasa, 03 Oktober 2017 | 19:57 WIB
IPW Minta BI dan OJK Paksa Bank BUMN Turunkan Bunga KPR
Perumahan subsidi yang memperoleh pembiayaan dari BTN di Riau. [Dok Kementerian PUPR]

BUMN Hadir Untuk Negeri ternyata masih sebatas slogan semata tanpa bukti nyata. Bank BUMN yang seharusnya dapat menjadi pelopor dalam penurunan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah ternyata masih belum terjadi.

Seperti diketahui sampai saat ini Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga BI 7 Days Repo sebanyak 2 kali per 22 Agustus 2017 4,5 persen dan 22 September 2017 turun lagi 4,25 persen. Seharusnya dengan penurunan ini akan mendorong perbankan untuk dapat juga menurunkan suku bunga KPRnya. Namun suku bunga acuan di beberapa bank termasuk Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN masih berada di kisaran 10,25 – 10,5 persen. Indonesia Property Watch mengakui dibutuhkan waktu untuk penyesuaian suku bunga tersebut. Namun dengan kondisi saat ini rasanya bank-bank BUMN bergerak sangat lambat.

“Bagaimana bisa mengerakkan sektor riil bila perbankan BUMN masih mematok suku bunga tinggi. Spread suku bunga sudah terlalu tinggi, harusnya pemerintah melalui BI dan OJK dapat melakukan sedikit ‘paksaan’ kepada bank BUMN agar dapat menurunkan suku bunga KPRnya,” kata Ali Tranghanda, CEO IPW di Jakarta, Selasa (3/10/2017).

“Di negara lain spread antara safe rate dengan bunga KPR antara 3 – 3,5 persen dibandingkan di Indonesia yang saat ini bisa mencapai 6 persen. Itu terlalu tinggi dan hanya menguntungkan perbankan semata,” tambah Ali.

Berdasarkan analisis yang dilakukan IPW, faktor suku bunga dan tingkat penjualan rumah memerlihatkan keterikatan yang kuat. Dengan adanya penurunan suku bunga, maka terdapat kemungkinan besar tingkat penjualan properti akan naik juga. Setiap penurunan 1 persen suku bunga KPR, maka pangsa pasar KPR diperkirakan akan naik 4 – 5 persen. Dengan suku bunga BI saat ini, maka sangat dimungkinkan terjadi penurunan suku bunga KPR sampai 1 digit menyentuh level 7 – 8 persen. Dengan demikian maka potensi pertumbuhan KPR akan sangat tinggi dapat mencapai 10 – 15 persen di tahun 2017.

"Pertumbuhan KPR ini harus terus digenjot ditengah perlambatan yang masih terjadi di pasar perumahan dan properti," ujar Ali.

Beberapa alasan yang dikemukan perbankan sehingga belum dapat menurunkan suku bunga memerlihatkan bahwa efisiensi perbankan nasional masih jauh dari baik. Penyebab lain terkait lambatnya penurunan suku bunga kredit adalah peningkatan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) sehingga membuat bank sangat waspada dalam mengelola portofolionya.

"Namun dengan tetap mematok suku bunga di level yang tinggi, maka sektor riil pun tidak akan berputar dan dikhawatirkan malah membuat NPL makin tinggi. Perbankan terutama BUMN harus segera menurunkan suku bunganya agar pasar properti dapat bergerak positif," tutup Ali

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasar Rumah 'Second' di Jakarta Mulai Menggeliat

Pasar Rumah 'Second' di Jakarta Mulai Menggeliat

Bisnis | Sabtu, 30 September 2017 | 15:04 WIB

Proses KPR Subsidi Lambat, BTN Dikeluhkan Banyak Pengembang

Proses KPR Subsidi Lambat, BTN Dikeluhkan Banyak Pengembang

Bisnis | Sabtu, 30 September 2017 | 14:53 WIB

IPW Akui Program Sejuta Rumah Banyak Dijegal Spekulan

IPW Akui Program Sejuta Rumah Banyak Dijegal Spekulan

Bisnis | Sabtu, 30 September 2017 | 14:46 WIB

Ini Dampak Panasnya Suhu Politik Pemilu 2019 ke Properti

Ini Dampak Panasnya Suhu Politik Pemilu 2019 ke Properti

Bisnis | Sabtu, 30 September 2017 | 14:40 WIB

Bank Mandiri Dongkrak Nilai Tambah Nasabah Korporasi

Bank Mandiri Dongkrak Nilai Tambah Nasabah Korporasi

Bisnis | Rabu, 27 September 2017 | 14:55 WIB

BRI Beri Kartu Co Branding ke Pedagang PD Pasar Jaya

BRI Beri Kartu Co Branding ke Pedagang PD Pasar Jaya

Bisnis | Rabu, 27 September 2017 | 14:43 WIB

Wow, Ada Developer di Balikpapan Jual Rumah Tanpa KPR Bank

Wow, Ada Developer di Balikpapan Jual Rumah Tanpa KPR Bank

Bisnis | Rabu, 27 September 2017 | 11:27 WIB

BRI akan Luncurkan Kartu Kredit dan BRIZZI "Wonderful Indonesia"

BRI akan Luncurkan Kartu Kredit dan BRIZZI "Wonderful Indonesia"

Bisnis | Selasa, 26 September 2017 | 15:12 WIB

Antisipasi Gunung Agung, BRI Bangun Posko Darurat Bencana di Bali

Antisipasi Gunung Agung, BRI Bangun Posko Darurat Bencana di Bali

Press Release | Minggu, 24 September 2017 | 15:01 WIB

BRI Luncurkan Kartu Pekerja Indonesia - Malaysia

BRI Luncurkan Kartu Pekerja Indonesia - Malaysia

Bisnis | Minggu, 24 September 2017 | 14:00 WIB

Terkini

Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Gubernur Khofifah Gratiskan Naik Trans Jatim pada 17 Agustus 2026

Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Gubernur Khofifah Gratiskan Naik Trans Jatim pada 17 Agustus 2026

Jatim | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:30 WIB

31 Gempa Susulan Guncang NTT, Masih Ada Warga Terjebak di Reruntuhan

31 Gempa Susulan Guncang NTT, Masih Ada Warga Terjebak di Reruntuhan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Harta Kekayaan Ketua MA Sunarto yang Gajinya Disebut Prabowo Lebih Besar dari Ketua MA Singapura

Harta Kekayaan Ketua MA Sunarto yang Gajinya Disebut Prabowo Lebih Besar dari Ketua MA Singapura

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:21 WIB

Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Adil Kendali Finansial Tetap di Suami?

Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Adil Kendali Finansial Tetap di Suami?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:15 WIB

4 Sepatu Under Armour Terbaik untuk Lari hingga Ngegym, Mulai Rp500 Ribuan

4 Sepatu Under Armour Terbaik untuk Lari hingga Ngegym, Mulai Rp500 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Memahami Sesar Naik Flores, Busur Raksasa di Balik Gempa 7,7 Hari Ini

Memahami Sesar Naik Flores, Busur Raksasa di Balik Gempa 7,7 Hari Ini

Opini | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:08 WIB

UPH Festival 2026, Mahasiswa Baru Dibekali Cara Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan

UPH Festival 2026, Mahasiswa Baru Dibekali Cara Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:06 WIB

KPK Dalami Pemberian dan Pengembalian Uang Pemkab Kuansing untuk Kemenhut

KPK Dalami Pemberian dan Pengembalian Uang Pemkab Kuansing untuk Kemenhut

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:04 WIB

Gempa NTT: Alat Berat, Helikopter hingga Logistik Cadangan Lewotobi Dikerahkan

Gempa NTT: Alat Berat, Helikopter hingga Logistik Cadangan Lewotobi Dikerahkan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:01 WIB

Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi

Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:00 WIB

×