facebook

Luhut: Pemerintah akan Bangun PLT AL di Larantuka

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari
Luhut: Pemerintah akan Bangun PLT AL  di Larantuka
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Selasa (17/10/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Pembangunan PLT AL di Kabupaten Flores Timur sangat penting untuk direalisasikan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, melakukan kunjungan kerja ke Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (31/10/2017). Dalam kunjungan kali ini, Luhut mengungkapkan pemerintah berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLT AL) di Larantuka.

Menko Luhut menyatakan bahwa Kemenko Maritim akan berkoordinasi kembali dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perihal penghitungan ulang biaya proyek agar dapat menurunkan cost. Menko Luhut juga menuturkan, pembangunan PLT AL di Kabupaten Flores Timur sangat penting untuk direalisasikan, mengingat dampak positifnya bagi masyarakat dan industri di daerah tersebut.

“Saya beritahu sama Menteri ESDM, mungkin supaya desainnya lebih sederhana supaya costnya bisa lebih ditekan, kalau menurut saya harus dibangun karena dengan adanya listrik 25 Megawatt (Mw) itu tambahan dengan 7 Mw yang ada, saya pikir nanti daearah Larantuka dan sekitarnya dengan 250 ribu penduduk, itu akan semua bisa teraliri listrik. Juga 15 Mw nanti bisa untuk industri seperti industri perikanan, kacang mete, jagung dan pariwisata,” terangnya.

Baca Juga: Luhut Sebut Perputaran Uang di NTT dari Garam Bisa Rp30 Triliun

Pemerintah, melalui Menko Luhut juga akan mengembangkan infrastuktur di Kabupaten Flores Timur, khususnya di Larantuka sebagai Ibukota. Diantaranya adalah rencana Pembangunan Dermaga Kontainer di Wello, Larantuka guna mendukung program Tol laut dan Perpanjangan Landasan Pesawat di Bandara Gewayantana Larantuka yang akan diperpanjang menjadi 500 meter agar dapat menunjang segi keekonomian bagi masyarakat untuk mengekspor produk dan komoditas unggulan daerahnya.

“Dermaga, kita mau groundbreaking itu paling lambat sampai bulan Maret tahun depan, jadi supaya proses seperti studi kelayakannya bisa selesai," jelasnya.

Luhut mengaku sudah bicara dengan Dirut Pelindo IV yang akan segera mengirim tim kesini untuk melihat dan meninjau. Luhut juga sudah bicara juga dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Nanti Lapangan Terbang Larantuka kita mau kasih panjang 500 meter, sehingga nanti bisa pesawat lebih besar mendarat, bisa membawa produk sini seperti ikan kelas tinggi seperti Tuna itu bisa langsung ke Jepang, sehingga rakyat juga dapat manfaatnya, kalau semua ini bisa terwujud di 2019, NTT akan menjadi Provinsi sangat kaya di Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga: Luhut Dikritik Seolah Pasang Badan untuk Proyek Reklamasi