Tiga Kata Kunci yang Harus Dihindari Saat Mengiklankan Properti

Angelina Donna

Minggu, 12 November 2017 | 07:00 WIB
Tiga Kata Kunci yang Harus Dihindari Saat Mengiklankan Properti

Suara.com - Banyaknya agen properti yang mulai beriklan di media online membuat persaingan semakin ketat. Oleh karena itu, tak jarang para agen menggunakan beragam kata kunci yang dirasa mampu menarik perhatian para pencari properti. Sudah tepatkah kata kunci yang Anda gunakan?

Ternyata ada beberapa kata kunci yang banyak digunakan oleh agen dalam beriklan, namun nyatanya kata kunci ini harus dihindari. Ini dia tiga kata kunci yang sebaiknya dihindari saat beriklan properti:

Murah
Penggunaan kata murah nampaknya masih banyak digunakan untuk beriklan. Kini pencari properti banyak yang menganggap penggunaan kata murah merupakan iming-iming semata. Hal ini disebabkan oleh fakta yang menunjukkan bahwa harga properti memang mahal.

Sebaiknya tuliskan saja nominal harganya jika memang benar-benar murah, sehingga calon pembeli tidak merasa tertipu. Solusi lainnya, bisa juga menggunakan dengan bentuk kalimat lain, seperti “harga di bawah pasaran” atau “harga belum naik”.

Strategis
Selain murah, penggunaan kata kunci ‘strategis” pun banyak digunakan oleh para agen properti untuk beriklan. Sayangnya, ternyata kata yang satu ini terlalu klise dan tidak spesifik. Penggunaan kata strategis pun cukup relatif.

Lalu, kata apa yang harus digunakan untuk menunjukan lokasi? Sebaiknya gunakanlah keterangan spesifik untuk menunjukkan lokasi dari properti yang diiklankan. Sebagai contoh, bisa menuliskan “150 meter dari jalan raya” atau “500 meter dari pusat perbelanjaan”

Mewah
Kata kunci selanjutnya yang harus dihindari adalah “mewah” karena tidak semua rumah atau properti lainnya bisa dikatakan mewah. Apabila ingin menggunakan kata “mewah”, pastikanlah properti tersebut memang benar-benar mewah.

Terkait hal ini, Anda juga bisa mengkreasikannya menggunakan pilihan kata lain, seperti “bermaterial premium” atau “dilengkapi perabot kelas dunia”. Penggunaan kata tersebut tergolong aman digunakan karena tidak memberikan ekspektasi berlebih kepada para calon pembeli.

Sebenarnya, tak ada salahnya jika ketiga kata kunci tersebut masih digunakan, namun sangat disarankan untuk mengkreasikannya dengan kalimat-kalimat yang sudah dijelaskan di atas. Penggunaan kalimat yang menarik pada judul dan keterangan iklan dipastikan akan mampu menarik perhatian calon pembeli.


Artikel ini dipublikasikan bekerjasama dengan Urbanindo. com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gaji Besar Bisa Jadi Penghambat Punya Rumah, Kok Bisa?

Gaji Besar Bisa Jadi Penghambat Punya Rumah, Kok Bisa?

Bisnis | Kamis, 09 November 2017 | 18:57 WIB

Tips Mendeteksi Iklan Properti Online Palsu

Tips Mendeteksi Iklan Properti Online Palsu

Bisnis | Selasa, 03 Oktober 2017 | 08:22 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×