Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Tiga Kata Kunci yang Harus Dihindari Saat Mengiklankan Properti

Angelina Donna | Suara.com

Minggu, 12 November 2017 | 07:00 WIB
Tiga Kata Kunci yang Harus Dihindari Saat Mengiklankan Properti

Suara.com - Banyaknya agen properti yang mulai beriklan di media online membuat persaingan semakin ketat. Oleh karena itu, tak jarang para agen menggunakan beragam kata kunci yang dirasa mampu menarik perhatian para pencari properti. Sudah tepatkah kata kunci yang Anda gunakan?

Ternyata ada beberapa kata kunci yang banyak digunakan oleh agen dalam beriklan, namun nyatanya kata kunci ini harus dihindari. Ini dia tiga kata kunci yang sebaiknya dihindari saat beriklan properti:

Murah
Penggunaan kata murah nampaknya masih banyak digunakan untuk beriklan. Kini pencari properti banyak yang menganggap penggunaan kata murah merupakan iming-iming semata. Hal ini disebabkan oleh fakta yang menunjukkan bahwa harga properti memang mahal.

Sebaiknya tuliskan saja nominal harganya jika memang benar-benar murah, sehingga calon pembeli tidak merasa tertipu. Solusi lainnya, bisa juga menggunakan dengan bentuk kalimat lain, seperti “harga di bawah pasaran” atau “harga belum naik”.

Strategis
Selain murah, penggunaan kata kunci ‘strategis” pun banyak digunakan oleh para agen properti untuk beriklan. Sayangnya, ternyata kata yang satu ini terlalu klise dan tidak spesifik. Penggunaan kata strategis pun cukup relatif.

Lalu, kata apa yang harus digunakan untuk menunjukan lokasi? Sebaiknya gunakanlah keterangan spesifik untuk menunjukkan lokasi dari properti yang diiklankan. Sebagai contoh, bisa menuliskan “150 meter dari jalan raya” atau “500 meter dari pusat perbelanjaan”

Mewah
Kata kunci selanjutnya yang harus dihindari adalah “mewah” karena tidak semua rumah atau properti lainnya bisa dikatakan mewah. Apabila ingin menggunakan kata “mewah”, pastikanlah properti tersebut memang benar-benar mewah.

Terkait hal ini, Anda juga bisa mengkreasikannya menggunakan pilihan kata lain, seperti “bermaterial premium” atau “dilengkapi perabot kelas dunia”. Penggunaan kata tersebut tergolong aman digunakan karena tidak memberikan ekspektasi berlebih kepada para calon pembeli.

Sebenarnya, tak ada salahnya jika ketiga kata kunci tersebut masih digunakan, namun sangat disarankan untuk mengkreasikannya dengan kalimat-kalimat yang sudah dijelaskan di atas. Penggunaan kalimat yang menarik pada judul dan keterangan iklan dipastikan akan mampu menarik perhatian calon pembeli.


Artikel ini dipublikasikan bekerjasama dengan Urbanindo. com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gaji Besar Bisa Jadi Penghambat Punya Rumah, Kok Bisa?

Gaji Besar Bisa Jadi Penghambat Punya Rumah, Kok Bisa?

Bisnis | Kamis, 09 November 2017 | 18:57 WIB

Tips Mendeteksi Iklan Properti Online Palsu

Tips Mendeteksi Iklan Properti Online Palsu

Bisnis | Selasa, 03 Oktober 2017 | 08:22 WIB

Terkini

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:45 WIB

Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya

Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:37 WIB

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:57 WIB

Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU

Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:58 WIB

Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara

Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:17 WIB

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:08 WIB

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:58 WIB

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:47 WIB

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:05 WIB

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:00 WIB