Kembalikan Fungsi Alami, PUPR Revitalisasi Danau Tondano

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 17 November 2017 | 09:54 WIB
Kembalikan Fungsi Alami, PUPR Revitalisasi Danau Tondano
Kementerian PUPR merevitalisasi Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), saat ini memprioritaskan pemulihan fungsi 15 danau kritis di Indonesia. Salah satunya Danau Tondano, di Kabupaten Minahasa, yang merupakan danau terbesar di Provinsi Sulawesi Utara. Danau ini mengalami proses pendangkalan, akibat masifnya pertumbuhan eceng gondok dan sedimentasi.

"Kementerian PUPR tengah melakukan revitalisasi Danau Tondano, untuk mengembalikan fungsi alaminya sebagai tampungan air, termasuk penataan di kawasan DAS. Kita akan keruk sedimen dan bersihkan eceng gondok, seperti halnya di Danau Rawapening, Danau Limboto dan Danau Toba," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, baru-baru ini.

Kegiatan revitalisasi danau diantaranya berupa pengerukan danau, pembuatan tanggul pembatas badan air, pengendalian gulma air dengan pembersihan eceng gondok secara rutin, dan penetapan zona sempadan danau.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PUPR, Imam Santoso, mengatakan, total rencana panjang tanggul yang akan dibuat  adalah sepanjang 17,9 km. Pada 2014-2017, sudah terbangun tanggul sepanjang 2,7 km, dengan total alokasi anggaran sebesar Rp82,61 miliar.

"Pembangunan tanggul bertujuan untuk mencegah terjadinya alih fungsi dan okupasi lahan di kawasan tepi danau, walaupun sebenarnya, masyarakat kawasan Danau Tondano sesungguhnya sudah memiliki kesadaran tidak melakukan okupasi pada sempadan danau," kata Imam, saat meninjau Danau Tondano, didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi, I Djidon R Watania, Sulawesi Utara,  Rabu (15/11/2017).



Selain membangun tanggul, Kementerian PUPR juga akan membersihkan eceng gondok yang menggenangi danau secara bertahap. Sebagai langkah awal, Ditjen SDA akan mengirim dua harvester berky untuk mengangkat eceng gondok.

"Nanti akan ditambah excavator dan dump truck," katanya.

Eceng gondok biasanya tumbuh di danau daerah-daerah tropis, dengan kandungan nutrien seperti nitrogen, fosfat dan potasium yang tinggi di dalam sedimennya. Dengan jumlah dan pertumbuhan eceng gondok yang cepat, maka fungsi utama danau menjadi terganggu dan cepat dangkal, sehingga mengurangi volume tampungan danau.  

"Dengan bersih dari eceng gondok, Danau Tondano kelak bisa dimanfaatkan untuk mendukung olahraga dayung, pariwisata, dan perikanan," ujar Imam.

Danau Tondano memiliki luas  4.616 hektare, dimana sekitar 500 ha digenangi eceng gondok. Luasnya pun mengalami penyusutan, dimana pada 1992, luasnya sekitar 4.800 ha, sehingga dalam kurun waktu 25 tahun terakhir telah menyusut 184 ha.

Normalisasi Sungai Tondano
Selain revitalisasi Danu Tondano, Kementerian PUPR, melalui BWS Sulawesi I juga tengah menormalisasi Sungai Tondano sepanjang 1.700 m, yang dibagi menjadi dua paket pekerjaan. Paket pertama (6A) sepanjang 800 m dan paket kedua (6B) sepanjang 900 m.

"Program flood control for selected cities dilakukan dengan dukungan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) di beberapa kota, seperti Padang, Palembang, Gorontalo, Surabaya, dan Manado," ujar Imam.

Untuk paket 6A (800 m) dilakukan dari Jembatan Megawati hingga Jembatan Mahakam, dan dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya, dengan nilai kontrak sebesar Rp64,8 miliar. Paket 6B (900 m) dikerjakan dari kawasan Jembatan Mahakam hingga wilayah pertemuan Sungai Tikala dan Sungai Tondano,  oleh PT Basuki Rahmanta Putra, dengan anggaran Rp78,34 miliar.

Kedua paket ini mulai dikerjakan sejak Maret 2016 dan ditargetkan selesai 30 September 2018, sesuai kontrak dengan progress masing-masing sebesar 42,64 persen dan 43,97 persen.

Menurut Imam, normalisasi Sungai Tondano bertujuan untuk menambah kapasitas sungai, dari lebar sebelumnya 10-15 m menjadi 30 m, sehingga bisa menampung debit 450 m3/detik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri PUPR Cek Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan

Menteri PUPR Cek Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan

News | Kamis, 16 November 2017 | 11:00 WIB

Kerjakan Cepat Bendungan Lolak, Menteri PUPR Minta "Safety First"

Kerjakan Cepat Bendungan Lolak, Menteri PUPR Minta "Safety First"

News | Kamis, 16 November 2017 | 09:13 WIB

Menteri PUPR Instruksikan Pembangunan Tol Manado-Bitung Dikebut

Menteri PUPR Instruksikan Pembangunan Tol Manado-Bitung Dikebut

News | Rabu, 15 November 2017 | 13:07 WIB

Terkini

Serah Terima Menkeu, Suahasil Nazara Lanjutkan Warisan Purbaya

Serah Terima Menkeu, Suahasil Nazara Lanjutkan Warisan Purbaya

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 16:39 WIB

Wajib Pakai Kapas atau Tidak? Ini Cara Memakai Toner Wajah yang Benar Menurut Dokter

Wajib Pakai Kapas atau Tidak? Ini Cara Memakai Toner Wajah yang Benar Menurut Dokter

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 16:37 WIB

McDonalds Indonesia-YAPI Beri Beasiswa untuk 35 Mahasiswa Baru IPB

McDonalds Indonesia-YAPI Beri Beasiswa untuk 35 Mahasiswa Baru IPB

Bogor | Selasa, 15 September 2026 | 16:29 WIB

Tak Lagi Jadi Menkeu, Purbaya: Saya Mau Memancing di Belakang Rumah

Tak Lagi Jadi Menkeu, Purbaya: Saya Mau Memancing di Belakang Rumah

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:29 WIB

OTT Kasus HGB Summarecon Naik Penyidikan, Identitas Tersangka Segera Diumumkan!

OTT Kasus HGB Summarecon Naik Penyidikan, Identitas Tersangka Segera Diumumkan!

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:26 WIB

3 Rekomendasi Smartwatch untuk Lansia dengan Fitur Deteksi Jatuh dan Tombol SOS

3 Rekomendasi Smartwatch untuk Lansia dengan Fitur Deteksi Jatuh dan Tombol SOS

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 16:23 WIB

LRT City Tak Kunjung Diserahterimakan, Refund Jadi Salah Satu Opsi

LRT City Tak Kunjung Diserahterimakan, Refund Jadi Salah Satu Opsi

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 16:21 WIB

Pernah Dirumorkan Bakal Dinaturalisasi, Begini Nasib Terbaru Pemain Keturunan Indonesia Finn Dicke

Pernah Dirumorkan Bakal Dinaturalisasi, Begini Nasib Terbaru Pemain Keturunan Indonesia Finn Dicke

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 16:21 WIB

The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi

The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:20 WIB

Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk

Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 16:19 WIB

×