Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Kembalikan Fungsi Alami, PUPR Revitalisasi Danau Tondano

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 17 November 2017 | 09:54 WIB
Kembalikan Fungsi Alami, PUPR Revitalisasi Danau Tondano
Kementerian PUPR merevitalisasi Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), saat ini memprioritaskan pemulihan fungsi 15 danau kritis di Indonesia. Salah satunya Danau Tondano, di Kabupaten Minahasa, yang merupakan danau terbesar di Provinsi Sulawesi Utara. Danau ini mengalami proses pendangkalan, akibat masifnya pertumbuhan eceng gondok dan sedimentasi.

"Kementerian PUPR tengah melakukan revitalisasi Danau Tondano, untuk mengembalikan fungsi alaminya sebagai tampungan air, termasuk penataan di kawasan DAS. Kita akan keruk sedimen dan bersihkan eceng gondok, seperti halnya di Danau Rawapening, Danau Limboto dan Danau Toba," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, baru-baru ini.

Kegiatan revitalisasi danau diantaranya berupa pengerukan danau, pembuatan tanggul pembatas badan air, pengendalian gulma air dengan pembersihan eceng gondok secara rutin, dan penetapan zona sempadan danau.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PUPR, Imam Santoso, mengatakan, total rencana panjang tanggul yang akan dibuat  adalah sepanjang 17,9 km. Pada 2014-2017, sudah terbangun tanggul sepanjang 2,7 km, dengan total alokasi anggaran sebesar Rp82,61 miliar.

"Pembangunan tanggul bertujuan untuk mencegah terjadinya alih fungsi dan okupasi lahan di kawasan tepi danau, walaupun sebenarnya, masyarakat kawasan Danau Tondano sesungguhnya sudah memiliki kesadaran tidak melakukan okupasi pada sempadan danau," kata Imam, saat meninjau Danau Tondano, didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi, I Djidon R Watania, Sulawesi Utara,  Rabu (15/11/2017).



Selain membangun tanggul, Kementerian PUPR juga akan membersihkan eceng gondok yang menggenangi danau secara bertahap. Sebagai langkah awal, Ditjen SDA akan mengirim dua harvester berky untuk mengangkat eceng gondok.

"Nanti akan ditambah excavator dan dump truck," katanya.

Eceng gondok biasanya tumbuh di danau daerah-daerah tropis, dengan kandungan nutrien seperti nitrogen, fosfat dan potasium yang tinggi di dalam sedimennya. Dengan jumlah dan pertumbuhan eceng gondok yang cepat, maka fungsi utama danau menjadi terganggu dan cepat dangkal, sehingga mengurangi volume tampungan danau.  

"Dengan bersih dari eceng gondok, Danau Tondano kelak bisa dimanfaatkan untuk mendukung olahraga dayung, pariwisata, dan perikanan," ujar Imam.

Danau Tondano memiliki luas  4.616 hektare, dimana sekitar 500 ha digenangi eceng gondok. Luasnya pun mengalami penyusutan, dimana pada 1992, luasnya sekitar 4.800 ha, sehingga dalam kurun waktu 25 tahun terakhir telah menyusut 184 ha.

Normalisasi Sungai Tondano
Selain revitalisasi Danu Tondano, Kementerian PUPR, melalui BWS Sulawesi I juga tengah menormalisasi Sungai Tondano sepanjang 1.700 m, yang dibagi menjadi dua paket pekerjaan. Paket pertama (6A) sepanjang 800 m dan paket kedua (6B) sepanjang 900 m.

"Program flood control for selected cities dilakukan dengan dukungan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) di beberapa kota, seperti Padang, Palembang, Gorontalo, Surabaya, dan Manado," ujar Imam.

Untuk paket 6A (800 m) dilakukan dari Jembatan Megawati hingga Jembatan Mahakam, dan dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya, dengan nilai kontrak sebesar Rp64,8 miliar. Paket 6B (900 m) dikerjakan dari kawasan Jembatan Mahakam hingga wilayah pertemuan Sungai Tikala dan Sungai Tondano,  oleh PT Basuki Rahmanta Putra, dengan anggaran Rp78,34 miliar.

Kedua paket ini mulai dikerjakan sejak Maret 2016 dan ditargetkan selesai 30 September 2018, sesuai kontrak dengan progress masing-masing sebesar 42,64 persen dan 43,97 persen.

Menurut Imam, normalisasi Sungai Tondano bertujuan untuk menambah kapasitas sungai, dari lebar sebelumnya 10-15 m menjadi 30 m, sehingga bisa menampung debit 450 m3/detik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri PUPR Cek Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan

Menteri PUPR Cek Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan

News | Kamis, 16 November 2017 | 11:00 WIB

Kerjakan Cepat Bendungan Lolak, Menteri PUPR Minta "Safety First"

Kerjakan Cepat Bendungan Lolak, Menteri PUPR Minta "Safety First"

News | Kamis, 16 November 2017 | 09:13 WIB

Menteri PUPR Instruksikan Pembangunan Tol Manado-Bitung Dikebut

Menteri PUPR Instruksikan Pembangunan Tol Manado-Bitung Dikebut

News | Rabu, 15 November 2017 | 13:07 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×