Menkeu : Semua Setuju Pembangunan Human Capital, Tapi 'How'?

Jum'at, 17 November 2017 | 13:19 WIB
Menkeu : Semua Setuju Pembangunan Human Capital, Tapi 'How'?
Menkeu Sri Mulyani, Gubernur BI Agus Martowardojo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Wamenkeu Mardiasmo, menghadiri rapat kerja dengan Banggar DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/9/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, semua orang menyetujui posisi penting pembangunan sumber daya manusia sebagai modal ekonomi (human capital). Namun, ia mengungkapkan banyak yang bingung bagaimana memulai pembangunan tersebut.

“Ini bukan lagi tentang apa (what) tapi tentang bagaimana (how). Semua pemimpin negara di dunia, hampir semua mengatakan human capital penting dan berkomitmen untuk meningkatnya. ‘What’ bukanlah masalah, tapi ‘how’ adalah masalahnya,” kata Ani di Jakarta, Jumat (17/11/2017).

“Bagaimana Anda berinvestasi dalam bidang human capital, apa pendidikan yang dibutuhkan? bagaimana Anda memastikan ketika para siswa bersekolah, mereka memperoleh learning experience? Bagaimana pendidikan yang mereka peroleh bisa ‘memperkaya’ pengalaman mereka, menjadikan mereka manusia yang lebih baik,” tambahnya.

Menurut Ani, persoalan human capital di Indonesia tak lagi terletak pada jumlah anak yang bisa mengakses pendidikan formal.

Ia mengklaim, masalah utama di Indonesia kekinian adalah kualitas pendidikan. Sebab, banyak lulusan institusi pendidikan yang ternyata tak siap bekerja.

“Indonesia memiliki begitu banyak lulusan (tapi) begitu banyak ironi. Begitu banyak lulusan universitas, tingkat partisipasi bersekolah adalah 100 persen, tapi jika Anda melakukan survei ke perusahaan-perusahaan, mereka akan mengatakan sangat sulit memperoleh pegawai yang berkualitas. Ini merupakan indikator bahwa kita perlu fokus untuk meningkatkan mutu pendidikan saat ini,” ujarnya.

Untuk itu, Menkeu Ani menyambut gembira inisiatif World Bank untuk fokus pada peningkatan mutu pendidikan melalui program learning experience di berbagai negara.

“Inilah mengapa saya merasa gembira karena hari ini, tahun ini Bank Dunia akan mulai fokus pada kualitas pendidikan, the learning experience. Karena saya pikir, banyak negara memiliki masalah yang sama seperti yang dihadapi Indonesia. Mereka ingin meningkatkan kualitas pendidikan mereka,” tandasnya.

Baca Juga: Cerita Kawan Novanto Usai Jenguk di Rumah Sakit

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI