Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Presiden Jokowi: Dulu Masyarakat Senang Berbelanja, Sekarang...

Adhitya Himawan, Erick Tanjung

Rabu, 29 November 2017 | 14:56 WIB
Presiden Jokowi: Dulu Masyarakat Senang Berbelanja, Sekarang...
Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta. [Foto Rusman - Biro Pers Setpres]

Suara.com - Kondisi perekonomian saat kini tidak bisa disamakan dengan kondisi 5-6 tahun silam. Tahun 2011-2012 adalah saat dimana Indonesia tengah mengalami booming komoditas, oleh karena itu pertumbuhan konsumsi rumah tangga mencapai angka 7 persen sedangkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga tahun 2017 ini berada pada 4,93 persen dan 4,95 persen.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika menyampaikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2017 yang digelar di Jakarta Convention Center, Selasa (28/11/2017).  Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowsrdojo.

Kondisi perekonomian dunia juga berbeda, tahun 2011-2012 pertumbuhan ekonomi dunia mencapai angka 5 persen, sedangkan saat ini hanya berada di kisaran 3 persen. Perlambatan pertumbuhan juga dialami oleh Tiongkok, pada tahun itu mencapai 12-13 persen, sekarang diperkirakan berada di kisaran 6 persen.

“Ini yang harus kita pahami dalam mengambil kebijakan. Perilaku konsumen berubah, banyak model bisnis baru yang mempengaruhi perilaku konsumen, perilaku konsumsi,” ucapnya.

Dahulu masyarakat senang berbelanja, baik ke toko maupun mal. Kini semuanya telah berubah. “Konsumsi warga ada pada dunia wisata, suka plesiran, suka wisata. Shifting ini yang harus kita mengerti, ada perubahan, ada pergeseran, juga dari offline ke online,” kata Presiden.

Presiden mengingatkan bahwa momentum yang ada sekarang ini harus dimanfaatkan. “Kita betul-betul ambil manfaatnya karena dalam 3 tahun terakhir sudah banyak sekali kemajuan di bidang ekonomi yang kita capai bersama,” ujar Presiden.

Terlebih lagi dengan diperolehnya predikat layak investasi dari tiga lembaga rating. “Saya kira ini sebuah momentum yang kita pakai, ini pertama kalinya sejak 1997 Indonesia layak investasi oleh tiga lembaga rating,” ucap Kepala Negara.

Peringkat kemudahan berusaha pun meningkat dari 106 ke 91 dan pada tahun 2017 meloncat lagi menjadi 72. “Artinya dalam dua tahun loncat 34 posisi,” tutur Presiden.

Di bidang regulasi, Presiden menginginkan peraturan yang ada memberikan kemudahan bagi pemerintah dalam pengambilan keputusan di lapangan. Banyaknya regulasi yang ada saat ini justru terkadang menjerat pemerintah dalam pengambilan keputusan.

“Yang dulu-dulu, Undang-Undang kita ini banyak yang pakai sponsor. Ya blak-blakan saja, sehingga banyak titipan-titipan. Hal seperti itu yang harus kita hilangkan,” kata Presiden.

Momentum lainnya yang harus dimanfaatkan adalah pertumbuhan ekonomi kuartal ke-3 tahun ini untuk ekspor barang dan jasa sebesar 17,27 persen, investasi sebesar 7,11 persen. “Yang dibawah 5 persen memang konsumsi rumah tangga 4,93, konsumsi pemerintah 3,4 persen,” ucap Presiden.

Disamping itu, Presiden jugaa mengungkapkan bahwa pertumbuhan informasi dan komunikasi 9,80 persen, jasa lainnya 8,71 persen, transportasi dan pergudangan 8,25 persen dan jasa perusahaan 8,07 persen.  Untuk PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dibanding periode yang sama 2,9 persen tahun lalu, saat ini meningkat menjadi 12,1 persen.

“Kalau PPN tumbuh 12,1 persen artinya ada transaksi di situ. Pariwisata turis asing kuartal ke-3 mencapai 10,46 juta, ini naik 25 persen, tinggi sekali karena rata-rata dunia 5 persen, periode yang sama tahun 2016 itu 8,36 juta,” ujar Presiden.

Dalam pandangan Presiden, angka-angka pertumbuhan pada kuartal ke-3 tersebut harusnya menjadikan lebih optimis. Untuk nilai ekspor pada bulan Januari hingga September 2017 sebesar USD123,36 miliar atau naik 17,36 persen dibanding periode yang sama 2016.

Ekspor non migas naik 17,37 persen menjadi 125,6 miliar dolar Amerika Serikat (AS). “Ini rekor baru lebih tinggi dibanding saat booming komoditas,” ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:11 WIB

Pengamat Sebut Akan Bawa PSI ke Senayan, Agenda Jokowi Keliling Indonesia Bukan Silaturahmi Biasa

Pengamat Sebut Akan Bawa PSI ke Senayan, Agenda Jokowi Keliling Indonesia Bukan Silaturahmi Biasa

Video | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:14 WIB

Pemerintah Minta Diversifikasi Produk IKM Demi Tumbuhkan Ekspor Kerajinan

Pemerintah Minta Diversifikasi Produk IKM Demi Tumbuhkan Ekspor Kerajinan

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:52 WIB

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:39 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Disebut Danai Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Pencemaran Nama Baik

Disebut Danai Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Pencemaran Nama Baik

Video | Kamis, 09 April 2026 | 10:02 WIB

Perbedaan Mencolok Hampers Jokowi dan Prabowo: Camilan Tradisional vs Bahan Dapur

Perbedaan Mencolok Hampers Jokowi dan Prabowo: Camilan Tradisional vs Bahan Dapur

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:03 WIB

BPS Ungkap Dampak Bencana Sumatera pada Perekonomian Indonesia, Begini Penjelasannya

BPS Ungkap Dampak Bencana Sumatera pada Perekonomian Indonesia, Begini Penjelasannya

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 16:21 WIB

KSSK Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,4 Persen

KSSK Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,4 Persen

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 10:02 WIB

Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 5,2 Persen, Optimistis 6 Persen di 2026

Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 5,2 Persen, Optimistis 6 Persen di 2026

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 13:53 WIB

Terkini

MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah

MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:56 WIB

Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah

Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:57 WIB

Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya

Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:24 WIB

Chatib Basri Kaget Menkes Budi Gunadi Sadikin Juga Diundang ke Istana

Chatib Basri Kaget Menkes Budi Gunadi Sadikin Juga Diundang ke Istana

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:59 WIB

Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi

Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:44 WIB

Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027

Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:43 WIB

Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana

Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:19 WIB

Lauk Ayam dan Usus Mulai Naik di Warteg, Kelas Menengah Mulai Kurangi Porsi

Lauk Ayam dan Usus Mulai Naik di Warteg, Kelas Menengah Mulai Kurangi Porsi

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:11 WIB

Tanggapi Isu 'Sell Indonesia', Bos OJK Beri Peringatan Keras ke Investor

Tanggapi Isu 'Sell Indonesia', Bos OJK Beri Peringatan Keras ke Investor

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:01 WIB

Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana

Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:45 WIB