Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

5 Hal Ini Penyebab Milenial Sulit Punya Rumah

Angelina Donna

Rabu, 31 Januari 2018 | 20:46 WIB
5 Hal Ini Penyebab Milenial Sulit Punya Rumah
Alasan milenial sulit punya rumah (shutterstock)

Suara.com - Walaupun properti terhitung sebagai investasi yang menjanjikan untuk masa depan, masih banyak anak milenial belum berani membeli properti. Padahal sebenarnya, investasi properti bisa memberikan keuntungan hingga berkali-kali lipat.

Investasi properti dapat memberikan keuntungan yang menggiurkan dari peningkatan harganya yang terjadi setiap tahun. Jika properti tersebut disewakan, kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari properti tersebut.

Tak heran bila banyak yang menjadikan investasi jenis ini sebagai modal pensiun di hari tua. Apalagi saat ini kebutuhan tempat tinggal, terutama di lokasi strategis, kian hari semakin tinggi sehingga investasi properti ini dianggap tetap menjanjikan.

Sayangnya, masih banyak kaum muda atau milenial belum berani investasi properti. Banyak alasan mengapa milenial tidak memiliki rumah dan tidak mau berinvestasi properti. Selain bergaya hidup boros, mereka masih menunda memiliki properti, sebut saja rumah. Semakin ditunda akhirnya mereka benar-benar tidak bisa memiliki rumah karena harga rumah setiap tahun naik gila-gilaan.

Berikut ini sejumlah alasan mengapa milenial selalu menunda membeli properti sehingga sulit memiliki rumah untuk sekadar menjadi tempat tinggal mereka, seperti dikutip dari situs perbandingan dan pengajuan produk keuangan HaloMoney.co.id.

Terlalu lama menganalisa, takut kemahalan
Anak-anak milenial sering khawatir dalam mengambil keputusan untuk membeli properti, misalnya rumah atau apartemen. Akhirnya mereka menghabiskan terlalu banyak waktu untuk meneliti dan melakukan analisis harga, dan terlalu lama membandingkan harga dengan fasilitas properti.

Akhirnya mereka tidak kunjung membeli properti karena merasa belum memiliki pilihan yang tepat. Padahal properti memiliki banyak pilihan.

Bingung dengan jenis properti yang sesuai kebutuhan

Sebagian milenial masih bingung untuk memutuskan memilih jenis properti yang cocok dengan kebutuhannya. Apakah membeli rumah atau apartemen yang masih di kawasan perkotaan?

Dengan membeli apartemen yang lokasinya masih di kawasan perkotaan, kamu akan  mendapatkan unit hunian yang kecil,  tapi lokasinya dekat dengan tempat kamu bekerja. Sedangkan jika kamu membeli hunian yang lokasinya jauh, kamu bisa mendapatkan tanah atau bangunan yang lebih luas.

Jangan lupa melihat biaya unit apartemen. Jangan sampai kamu terbebani biaya apartemen yang cukup banyak sehingga kamu mengalami masalah keuangan di kemudian hari.

Belum punya uang muka atau Down Payment
Hambatan lainnya ialah milenial sulit mengumpulkan uang muka untuk membeli properti. Padahal mengumpulkan uang muka bisa dilakukan oleh siapa saja, asal ada kemauan untuk mengumpulkan secara perlahan. Apalagi jika kamu telah menjadi karyawan tetap di sebuah perusahaan.

Seorang pekerja lepas atau freelance saja bisa kok mengumpulkan uang muka sebesar Rp 40 juta hingga Rp 50 juta dalam dua tahun. Dengan asumsi penghasilan bulananmu Rp 6 juta hingga Rp 8 juta per bulan, kamu menyisihkan 30% dari penghasilan bulanan secara rutian.

Khawatir ditipu agen atau pengembang
Sebagian pembeli properti khawatir tertipu oleh agen atau pengembang. Mereka takut dana yang telah disetor ke agen dan pengembang raib. Selain itu, dana yang diberikan tidak digunakan untuk membangun unit properti sehingga unit yang telah dibeli tidak kunjung selesai dikerjakan.

Solusinya, jangan ragu untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum kamu mengerti. Selain itu kamu memastikan dana yang kamu setorkan selalu memiliki bukti penerimaan dana yang jelas. Jangan pernah mengirim dana ke rekening pribadi agen pribadi, hanya ke rekening perusahaan.

Takut harganya jatuh, suku bunga KPR naik
Ada kekhawatiran jika properti yang dibeli turun harga akibat suku bunga naik? Kekhawatiran ini saat ini hampir sulit terjadi. Harga properti akan turun jika hanya terjadi krisis ekonomi seperti krisis 1998 dan 2008 lalu. Saat ini krisis ekonomi di Indonesia hampir sulit terjadi, terbukti inflasi masih terkendali.

Bagi kamu yang membeli properti dengan kredit, tentu khawatir suku bunga KPR akan melesat jika terjadi krisis ekonomi.

Guna mengurangi kekhawatiran seperti ini, sebaiknya kamu selalu memantau perkembangan ekonomi. Sejak dua atau tiga tahun belakangan, inflasi tahunan masih rendah sehingga suku bunga bank masih stabil. Di tahun-tahun mendatang pun, belum ada proyeksi yang menyebutkan ekonomi Indonesia akan mengalami krisis.

Baca artikel Halomoney lainnya:

Pinjaman KTA Tanpa Syarat Kartu Kredit

Pekerja Lepas juga Bisa Membeli Rumah, Begini Kiatnya

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cuitan Ala Milenial: Pesan Motivasi dari Kicauan Si Burung Zuper!

Cuitan Ala Milenial: Pesan Motivasi dari Kicauan Si Burung Zuper!

Your Say | Senin, 01 Juni 2026 | 12:50 WIB

Review Buku Milenial Bisa Memimpin: Panduan Jadi Leader di Tengah Perubahan Zaman

Review Buku Milenial Bisa Memimpin: Panduan Jadi Leader di Tengah Perubahan Zaman

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:12 WIB

Millennials Kill Everything: Cara Pikir yang Mengubah Peta Bisnis Dunia

Millennials Kill Everything: Cara Pikir yang Mengubah Peta Bisnis Dunia

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:30 WIB

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Review Jujur: Apa Kata Buku 'Muslim Milenial' Tentang Tren Hijrah dan Startup Islami?

Review Jujur: Apa Kata Buku 'Muslim Milenial' Tentang Tren Hijrah dan Startup Islami?

Your Say | Minggu, 22 Maret 2026 | 16:55 WIB

Gen Z dan Milenial Tinggalkan Gengsi Baju Baru Saat Lebaran, Utamakan Kondisi Dompet

Gen Z dan Milenial Tinggalkan Gengsi Baju Baru Saat Lebaran, Utamakan Kondisi Dompet

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:00 WIB

Gak Usah Sok Paling Tangguh, Setiap Generasi Punya Masalahnya Sendiri!

Gak Usah Sok Paling Tangguh, Setiap Generasi Punya Masalahnya Sendiri!

Your Say | Rabu, 04 Maret 2026 | 11:01 WIB

Gen Z Disebut Kalah Cerdas dari Milenial, Efek EdTech di Dunia Pendidikan?

Gen Z Disebut Kalah Cerdas dari Milenial, Efek EdTech di Dunia Pendidikan?

Your Say | Minggu, 15 Februari 2026 | 15:20 WIB

Mengapa Gen Z Indonesia Tak Lagi Mengejar Jabatan Tinggi?

Mengapa Gen Z Indonesia Tak Lagi Mengejar Jabatan Tinggi?

Your Say | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:30 WIB

5 Alasan Kenapa Disebut Es Gabus, Jajanan Milenial Mirip Spons yang Terancam Punah

5 Alasan Kenapa Disebut Es Gabus, Jajanan Milenial Mirip Spons yang Terancam Punah

Lifestyle | Rabu, 28 Januari 2026 | 14:20 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB