GNPF Siap Bantu Pemerintahan Jokowi Supaya Fokus Benahi Ekonomi

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 14 Maret 2018 | 15:51 WIB
GNPF Siap Bantu Pemerintahan Jokowi Supaya Fokus Benahi Ekonomi
Konsolidasi GNPF Ulama di Jakarta. [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama menyatakan kesiapan membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk mengusut penyerangan terhadap ulama. Hal ini agar pemerintah bisa fokus melakukan pembenahan di bidang ekonomi.

"Penyerangan terhadap ulama mengganggu konsentrasi pemerintah yang sedang membangun ekonomi. Karena berjalan sistematis. Makanya kami siap membantu," ujar Ketua Umum GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak, Rabu (14/3/2018).

GNPF menawarkan personel Laskar Islam khususnya Laskar Pembela Islam yang berada di bawah naungan Front Pembela Islam (FPI) untuk turut membantu kepolisian. Mereka siap diperbantukan jika pihak kepolisian membutuhkan.

"Laskar Islam siap membantu menuntaskan kasus penyerangan ulama jika dibutuhkan. Tidak ada masalah," katanya.

Ditambahkannya, dalam tahun politik 2018-2019 perlu diciptakan suasana yang tenang agar masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya dengan baik.

"Kita semua membutuhkan situasi yang kondusif, tidak gaduh agar pemerintah bisa berjalan sesuai programnya," ujarnya.

Di samping menawarkan personel laskar Islam, GNPF Ulama juga akan menempuh langkah lain untuk membantu pemerintah dalam menegakkan keadilan. Langkah yang ditempuh yakni dengan menyuarakan aspirasi.

"Misalnya dengan mengimbau kepada pemerintah, kepada aparat agar menganggap masalah ini bukan masalah main-main," ucapnya.

Menurut Yusuf, kasus penyerangan terhadap ulama memang benar terjadi dan bukan berita palsu atau hoaks. GNPF Ulama memonitor kasus tersebut.

"Sepanjang evaluasi kami, kasus ini juga cenderung terorganisasi dan sistematis seperti pernyataan Din Syamsuddin, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban," sambungnya.

GNPF juga mengucapkan terima kasih kepada kepolisian karena telah memproses hukum para terduga penyerang ulama. Dia mengapresiasi kepolisian yang tidak segan memproses hukum karena penyerangan terhadap ulama sudah sangat memprihatinkan.

"Terkait kriminalisasi dan anarkisme terhadap ulama, kami mengapresiasi langkah penegak hukum untuk memproses kasus tersebut," tegasnya.

Seperti diketahui, pada Oktober 2017 GNPF MUI berubah nama menjadi GNPF Ulama. Ustad Yusuf Muhammad Martak didaulat menjadi ketua GNPF Ulama menggantikan Ustad Bachtiar Nasir (UBN). Istilah ‘ulama’ dalam GNPF Ulama akan menjadi ijma bersama dari tokoh-tokoh GNPF dan ulama-ulama yang ada dalam mengambil keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

Gibran hingga Dito Ariotedjo! Daftar Pejabat, Menteri dan Jenderal di Lingkaran Bisnis Raffi Ahmad

Gibran hingga Dito Ariotedjo! Daftar Pejabat, Menteri dan Jenderal di Lingkaran Bisnis Raffi Ahmad

Video | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:00 WIB

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:11 WIB

Pengamat Sebut Akan Bawa PSI ke Senayan, Agenda Jokowi Keliling Indonesia Bukan Silaturahmi Biasa

Pengamat Sebut Akan Bawa PSI ke Senayan, Agenda Jokowi Keliling Indonesia Bukan Silaturahmi Biasa

Video | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:14 WIB

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:39 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Disebut Danai Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Pencemaran Nama Baik

Disebut Danai Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Pencemaran Nama Baik

Video | Kamis, 09 April 2026 | 10:02 WIB

Perbedaan Mencolok Hampers Jokowi dan Prabowo: Camilan Tradisional vs Bahan Dapur

Perbedaan Mencolok Hampers Jokowi dan Prabowo: Camilan Tradisional vs Bahan Dapur

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:03 WIB

KSSK Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,4 Persen

KSSK Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,4 Persen

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 10:02 WIB

Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 5,2 Persen, Optimistis 6 Persen di 2026

Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 5,2 Persen, Optimistis 6 Persen di 2026

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 13:53 WIB

Terkini

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:45 WIB

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

×