Sensitif, Dirut Bank Mandiri Rahasiakan Sebagian Kasus Skimming

Senin, 23 April 2018 | 18:53 WIB
Sensitif, Dirut Bank Mandiri Rahasiakan Sebagian Kasus Skimming
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, di Jakarta, Selasa (25/10/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Kartika Wirjoatmodjo enggan menyampaikan secara keseluruhan kasus skimming yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Kami tidak sampaikan keseluruhan karena tidak terbuka, agak sensitif soalnya tentang kerahasiaan bank," ujar Tiko saat rapat dengan komisi XI, di Gedung Nusantara 1 DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/4/2018).

Namun, di hadapan Anggota Komisi XI DPR RI ia mengakui jika Bank Mandiri juga pernah mengalami masalah skimming yang sempat terjadi di Surabaya. Modusnya melalui pemasangan alat skimming di mesin ATM-nya.

Ia menyampaikan jika alat skiming sekarang lebih modern dari masa sebelumnya. Bentuknya berupa kartu yang tipis sekali lalu ditempelkan di mesin ATM. Akibatnya banyak nasabah tidak melihatnya dari luar dan seolah biasa-biasa saja.

"Nah mereka lakukan perekaman. Ada pin codenya, ada alat merekam, itu ada semacam kertas tipis, untuk merekam pin. Ini memang model baru," ungkapnya.

Kartika menjelaskan bahwa kini Bank Mandiri memiliki dua cara untuk terhindar dari praktik skimming tersebut. Pertama secara jangka panjang, dan kedua secaa jangka pendek.

Untuk langka panjang, jelasnya, Bank Mandiri akan mengganti secara total dari bentuk kartu debit magnetic stripe ke kartu berteknologi chip.

Ia mengatakan, untuk perubahan kartu debit jadi chip mungkin akan memakan tiga tahun. Saat ini sudah 25 persen dari total kartu debit Bank Mandiri berupa chip. Jumlah total kartu debit Bank Mandiri saat ini sebanyak 17 juta kartu.

"Sudah mulai masuk, diakhir 2019 atau di awal 2020 sudah selesaikan kartu itu," katanya.

Namun, lanjut dia, harus dipastikan juga semua alat transaksi EDC dan ATM sudah diupdate. Sesuai dengan standar chip tersebut agaf bisa digunakan di mana pun.

Sementara untuk jangka pendek, Bank Mandiri tengan melakukan patroli disetiap ATM. Secara rutin Bank Mandiri juga melakukan kampanye dengan sms notif.

"Kalau ada kemudian yang dikloning transaksi tidak dikenal, bisa lihat ada transakssi yang tidak dikenal. Ada notif yang tidak dikenal," katanya.

Jadi, lanjutnya, nasabah dapat langsung melapokan ke pihak Bank Mandiri. Dalam waktu sehari, Bank Mandiri akan melakukan pergantian kartu dan pergantian uang pada nasabah itu.

"Kami himbau tidak perlu dikuatirkan apa terjadi kloning data kartu. Selama laporanya cepat dan ada notif notifikasi itu, sms notifikasi maka juga akan cepat tertangani,"tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI