Menko Darmin Sesalkan Minyak Sawit Dianggap Sumber Masalah

Adhitya Himawan

Rabu, 25 April 2018 | 16:00 WIB
Menko Darmin Sesalkan Minyak Sawit Dianggap Sumber Masalah
Lahan kelapa sawit di Kalimantan. [Suara.com/Laban Laisilla]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan persaingan dan kebijakan proteksionisme yang diambil negara tertentu memicu kampanye negatif minyak kelapa sawit yang dapat mengancam perdagangan Indonesia sebagai produsen terbesar komoditas itu.

"Sangat disayangkan masih ada suara sumbang baik dari dalam dan luar negeri yang menyatakan minyak sawit adalah 'sumber masalah," ucap Darmin Nasution ketika membuka Konferensi Internasional Lingkungan dan Minyak Sawit (ICOPE) 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu (25/4/2018).

Kampanye negatif itu, lanjut dia, karena produk minyak sawit Indonesia dituding tidak ramah lingkungan, tidak layak dan tidak dikelola dengan berkelanjutan sehingga mendiskreditkan produk Tanah Air tersebut.

Padahal, Darmin melanjutkan Pemerintah Indonesia telah meluncurkan program peremajaan sawit rakyat di Kabupaten Sumatera Selatan dan di Serdang Bedagai di Sumatera Utara.

Tahun 2018 ini, lanjut dia, pemerintah telah menetapkan target peremajaan sawit dengan total luas area mencapai 185 ribu hektare dengan anggaran mencapai Rp4,6 triliun.

Terkait isu lingkungan, kepada para delegasi Darmin mengatakan pemerintah telah menerbitkan regulasi pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan atau "Indonesian Sustainable Palm Oil" (ISPO).

Dengan ISPO itu, perusahaan kelapa sawit wajib memelihara lingkungan, meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan penegakan paraturan perundangan Indonesia di bidang kelapa sawit.

Menurut mantan Gubernur Bank Indonesia itu, minyak sawit merupakan salah satu industri strategis yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, peningkatan ekspor dan mengendalikan kemiskinan.

"Hal itu menunjukkan bahwa kelompok tertentu (yang berkampanye negatif sawit) hanya melihat isu lingkungan secara parsial dan tidak secara holistik," imbuhnya dalam sambutan.

Dibandingkan sumber minyak nabati lainnya seperti kedelai, biji tanaman penghasil minyak ("rapeseed"), biji bunga matahari dan lainnya, Darmin mengatakan minyak kelapa sawit jauh lebih efisien karena membutuhkan lahan yang lebih sedikit dengan produktivitas tinggi.

Ia menyebutkan, dari segi rasio pemanfaatan lahan, minyak sawit dari luas sekitar 21,5 juta hektare total produksi mencapai 65 juta ton per tahun sedangkan untuk kedelai dari luas 122 juta hektare total produksi lebih sedikit mencapai 45,8 juta ton per tahun.

Sedangkan "rapeseed" dari luas lahan 36 juta hektare menghasilkan 25,8 juta ton per tahun.

Baru-baru ini, salah satu perusahaan ritel raksasa di Inggris berupaya menghentikan produksi dan penjualan produk mengandung minyak sawit mulai akhir 2018.

Terkait adanya upaya itu, Darmin mengaku ancaman tersebut bukan barang baru yang kerap dilontarkan kepada produsen minyak kepala sawit.

"Kami tentu mulai dengan cara menyakinkan sampai dengan bisa dirundingkan dengan cara baik kalau itu berjalan bagus. Kalau tidak, kami juga mengambil jalan untuk melakukan 'bargaining' (penawaran) yang lebih jelas," ucap Darmin. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lahan Bekas Karhutla Tak Boleh Dialihfungsikan Jadi Kebun Sawit, Pelanggar Bakal Dipidana!

Lahan Bekas Karhutla Tak Boleh Dialihfungsikan Jadi Kebun Sawit, Pelanggar Bakal Dipidana!

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:31 WIB

13 Korporasi Sawit Disidik soal Karhutla di Kalsel, Polisi Telusuri Keterlibatan Asing

13 Korporasi Sawit Disidik soal Karhutla di Kalsel, Polisi Telusuri Keterlibatan Asing

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:42 WIB

Kejar Ekonomi 8%, Pemerintah Targetkan Kapasitas Data Center RI Naik ke 11 GW di 2030

Kejar Ekonomi 8%, Pemerintah Targetkan Kapasitas Data Center RI Naik ke 11 GW di 2030

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:29 WIB

Realisasi Kredit Usaha Rakyat Tembus Rp257 Triliun, Disalurkan ke 4 Juta Debitur

Realisasi Kredit Usaha Rakyat Tembus Rp257 Triliun, Disalurkan ke 4 Juta Debitur

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Realisasi Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp 368 Triliun

Realisasi Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp 368 Triliun

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:58 WIB

Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit, Indonesia Ternyata Rajin Ekspor Produknya ke Israel

Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit, Indonesia Ternyata Rajin Ekspor Produknya ke Israel

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Izin 6 Perusahaan Hutan Dibekukan Imbas Karhutla, Ada Jejak Haji Isam hingga Bisnis Sawit Singapura

Izin 6 Perusahaan Hutan Dibekukan Imbas Karhutla, Ada Jejak Haji Isam hingga Bisnis Sawit Singapura

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Habis Kebakaran, Terbitlah Sawit: Skema Busuk Legalisasi Perusakan Alam

Habis Kebakaran, Terbitlah Sawit: Skema Busuk Legalisasi Perusakan Alam

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Dari Bibit hingga Panen, Ini Tantangan Petani Sawit Swadaya

Dari Bibit hingga Panen, Ini Tantangan Petani Sawit Swadaya

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Terkini

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:30 WIB

'Cheat Code' Beli Motor Baru: Hanya Main Aplikasi, Harga Vario 125 Street Berubah Jadi Rp5 Jutaan

'Cheat Code' Beli Motor Baru: Hanya Main Aplikasi, Harga Vario 125 Street Berubah Jadi Rp5 Jutaan

Otomotif | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi

Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi

Bekaci | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Moisturizer Skintific Vitamin C untuk Kulit Apa? Cek Manfaat dan Review-nya

Moisturizer Skintific Vitamin C untuk Kulit Apa? Cek Manfaat dan Review-nya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:11 WIB

ANTM Masih Kaji Rencana Buyback Saham

ANTM Masih Kaji Rencana Buyback Saham

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:07 WIB

Ulasan Panggung untuk Palestina: Novel Anak yang Ajari Peduli dan Empati

Ulasan Panggung untuk Palestina: Novel Anak yang Ajari Peduli dan Empati

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak

Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak

Bekaci | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Apa Jabatan Inayah Wahid di Greenpeace? Punya Peran Penting di Aksi Bundaran HI

Apa Jabatan Inayah Wahid di Greenpeace? Punya Peran Penting di Aksi Bundaran HI

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:02 WIB

10 Website Freelancer Remote dengan Gaji Dolar, Bisa Dilamar Tanpa Syarat Ijazah

10 Website Freelancer Remote dengan Gaji Dolar, Bisa Dilamar Tanpa Syarat Ijazah

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Saat Jakarta Marathon 2026, Begini Kata Pramono Anung

Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Saat Jakarta Marathon 2026, Begini Kata Pramono Anung

Jakarta | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:00 WIB

×