Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Kadis Perdagangan Ini Sebut Kenaikan Harga Bahan Pokok Hal Wajar

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 11 Juni 2018 | 08:09 WIB
Kadis Perdagangan Ini Sebut Kenaikan Harga Bahan Pokok Hal Wajar
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj Putu Selly Andayani. (Foto: Suarantb)

Suara.com - Harga beberapa jenis kebutuhan pokok di pasar induk Mandalika, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan mengalami kenaikan pada lima hari sebelum (H-5) Idul Fitri 1439 Hijriah.

Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani mengatakan, kenaikan harga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dan psikologi pedagang yang cenderung menaikan harga barang menjelang hari besar keagamaan nasional.

“Namun kenaikan harga masih dalam tahap yang wajar,” kata Selly seperti dikutip dari Lombokita.com jaringan Suara.com.

Inspeksi mendadak Tim Terpadu Satuan Tugas (Satgas) Pangan NTB tersebut diikuti oleh Dinas Perdagangan NTB, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, anggota Satgas Pangan Polda NTB dan Dinas Perdagangan Kota Mataram.

Dari hasil pemantauan, Selly menyebutkan komoditas yang mengalami kenaikan adalah daging ayam potong dari Rp 35.000 menjadi Rp 37.000 per kilogram, cabai rawit dari Rp 35.000 naik menjadi Rp 40.000/kg.

Selain itu, cabai merah besar biasa naik menjadi Rp 25.000 dari sebelumnya Rp 18.000/kg, cabai keriting dari Rp 16.000 naik menjadi Rp 23.000/kg, dan bawang putih diperdagangkan dengan harga Rp 20.000 dari sebelumnya Rp 18.000/kg.

Sementara harga kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil, seperti beras kualitas premium Rp 9.500/kg, beras kualitas medium Rp 9.000/kg, daging sapi murni Rp 120.000/kg, telur ayam ras Rp 1.500/butir, minyak goreng curah Rp 11.500/liter, gula pasir Rp 12.000/kg, dan bawang merah Rp 20.000/kg.

“Secara umum harga kebutuhan pokok di Kota Mataram masih stabil dan stok cukup tersedia. Adapun kenaikan harga beberapa komoditas masih dalam tahap yang wajar,” kata Selly.

Kepala Perwakilan BI NTB Achris Sarwani juga menyatakan, kenaikan harga komoditas, terutama produk hortikultura dipengaruhi faktor permintaan. Namun ada juga peran dari pedagang yang menaikan harga karena momen hari besar keagamaan nasional.

Menurut Achris yang juga Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB, yang menetapkan margin keuntungan adalah pedagang atas dasar meningkatnya permintaan pasar.

“Setelah mendapatkan informasi pasar hari ini, rencananya Kepala Dinas Perdagangan NTB akan melihat dan bertemu langsung dengan distributor cabai rawit di Kabupaten Lombok Timur, sebagai sentra produksi utama,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Curhat Buruh Jakarta, THR Pas-pasan dan Tiket Mudik Semakin Mahal

Curhat Buruh Jakarta, THR Pas-pasan dan Tiket Mudik Semakin Mahal

News | Minggu, 10 Juni 2018 | 20:49 WIB

Kapolri: Kami Siap Selidiki Harga Sembako yang Naik Tak Wajar

Kapolri: Kami Siap Selidiki Harga Sembako yang Naik Tak Wajar

News | Senin, 06 Juni 2016 | 17:20 WIB

Jurus Ahok Agar Harga Sembako Jelang Lebaran Tak Naik Terus

Jurus Ahok Agar Harga Sembako Jelang Lebaran Tak Naik Terus

News | Kamis, 02 Juni 2016 | 14:00 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB