Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Trump Naikkan Tarif Impor Produk Cina, Picu Perang Dagang Akbar?

Liberty Jemadu | Suara.com

Sabtu, 16 Juni 2018 | 06:30 WIB
Trump Naikkan Tarif Impor Produk Cina, Picu Perang Dagang Akbar?
Presiden AS, Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Cina, Xi Jinping di Beijing, Cina pada November 2017 silam. [AFP/Fred Dufour]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Jumat (15/6/2018), mengumumkan telah menaikkan tarif produk-produk yang diimpor dari Cina sebesar 25 persen - sebuah keputusan yang diyakini akan memicu perang dagang antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu.

Cina, yang perekonomiannya hanya kalah dari AS, telah mengancam akan membalas dengan juga menaikkan tarif pangan impor dari para petani AS. Tetapi Trump mewanti-wanti akan menambah daftar produk Cina yang dikenai penambahan tarif impor jika Beijing nekat membalas.

"AS akan menetapkan tarif tambahan jika Cina mengambil langkah balasan seperti menetapkan tarif baru terhadap barang, jasa, dan produk pertanian AS; menaikkan hambatan non-tarif; dan menghukum ekportir Amerika atau perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di Cina," bunyi pernyataan Trump.

Washington dan Beijing sudah diperkirakan akan terlibat dalam perang dagang, setelah beberapa perundingan yang digelar sejak awal Mei lalu tak juga memuasakan AS, yang keberatan dengan kebijakan industrial, akses pasar, serta defisit perdagangan sebesar 375 miliar dolar dengan Cina.

"Jika AS mengambil kebijakan proteksionis secara sepihak, merugikan kepentingan Cina, maka kami akan bereaksi cepat dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak kami," kata juru bicara Kementerian Perdagangan Cina, Geng Shuang.

Perang Dagang

Bea Cukai AS, per 6 Juli nanti, akan mulai menarik tarif baru pada sekitar 818 kategori produk yang diimpor dari Cina dengan nilai 34 miliar dolar AS, demikian dikatakan kamar dagang dan industri (Kadin) AS. Mobil termasuk dalam produk-produk itu, tak terkecuali mobil-mobil General Motors yang dirakit di Cina.

Kadin AS juga telah menambahkan kelompok barang kedua yang terdiri dari 284 jenis produk, yang mengincar sektor semikonduktor, elektronik, dan industri kimia. Barang-barang ini diincar karena industrinya didukung pemerintah Cina lewat program subsidi.

Sementara Kementerian Perdagangan Cina mengatakan juga akan menaikkan tarif barang impor dari AS sebesar 25 persen. Sebanyak 659 jenis barang impor AS sudah masuk daftar Cina, mulai dari kacang kedelai, makanan laut, hingga mobil.

Tetapi Washington juga telah memiliki daftar baru, berisi barang-barang impor Cina lainnya dengan nilai sekitar 100 miliar dolar AS, yang akan dikenai tarif lebih tinggi jika Cina nekat membalas serangan AS.

Trump sendiri mengatakan bahwa penaikkan tarif impor itu bertujuan untuk melindungi teknologi AS yang selama ini dicaplok Cina secara tak adil denga kedok transfer teknologi.

"Hal ini akan melindungi lapangan kerja di AS," imbuh Trump.

Sementara seorang pejabat tinggi Gedung Putih mengatakan langkah itu diambil karena AS merasa dirugikan Cina dengan kebijakan kewajiban transfer teknologi yang juga didukung oleh subsidi besar-besaran terhadap industri berteknologi tinggi.

Sebelumnya pada Mei lalu, Trump telah menabuh genderang perang ke tiga sekutunya: Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa. Ia menaikkan tarif impor baja dari tiga negara itu sebesar 25 persen dan produk alumunium sebesar 10 persen.

Tiga negara itu pun membalas. Kanada, selain menaikkan tarif impor baja dan alumunium dari AS, juga menaikkan tarif impor beberapa jenis pangan, minuman keras, dan jus jeruk dari AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih

Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:09 WIB

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:39 WIB

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:20 WIB

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:01 WIB

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:00 WIB

Mauricio Pochettino Sesumbar ke Trump: AS Akan Juara Piala Dunia 2026

Mauricio Pochettino Sesumbar ke Trump: AS Akan Juara Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:07 WIB

Project Freedom Trump Dikecam Iran, Disebut Hanya Bikin Timur Tengah Meledak

Project Freedom Trump Dikecam Iran, Disebut Hanya Bikin Timur Tengah Meledak

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:22 WIB

Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas

Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:17 WIB

Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran

Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:30 WIB

Merz Sebut Kebijakan Donald Trump 'Pukulan Telak', Jerman Tetap Upayakan Damai Dagang

Merz Sebut Kebijakan Donald Trump 'Pukulan Telak', Jerman Tetap Upayakan Damai Dagang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:14 WIB

Terkini

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:17 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB

Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg

Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:10 WIB