Pengembangan Padi Hibrida Dinilai Bisa Memacu Produktivitas

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Jum'at, 13 Juli 2018 | 19:37 WIB
Pengembangan Padi Hibrida Dinilai Bisa Memacu Produktivitas
Ilustrasi padi (Shutterstock).

Suara.com - Swasembada pangan tak lepas dari dua komoditas strategis, padi dan jagung. Padi, yang hasilnya berupa beras adalah pangan primer bagi masyarakat negeri ini, sementara jagung adalah unsur utama pakan unggas dan campuran konsentrat ternak potong  atau perah besar yang output-nya berupa daging dan susu.

Dalam perkembangannya, rerata produktivitas jagung melampaui padi. Pada 2009 - 2015, rata-rata kenaikan produktivitas (dalam ton / hektare) adalah 3,62 persen.

Pada tahun yang sama, padi sawah, irigasi produktivitasnya tidak beringsut dari angka 1,27 persen.

Data tersebut disampaikan Yuana Leksana, Ketua Kompartemen Tanaman Pangan Asbenindo (Asosiasi Perbenihan Indonesia). Ia mengatakan, tren kenaikan produksi jagung dan padi nasional lebih banyak disumbang oleh luas panen.

“Khusus padi, pada 2016 dan 2017, angka produktivitasnya negatif 2,0 persen dan dan negatif 1,5 persen, namun untuk jagung positif 2.4 persen pada 2016 dan negatif 1,5 persen pada 2017,” jelasnya, seperti dikutip dari Suara Petani Institute.

Jika dilihat dari penggunaan benih padi dewasa ini, sebanyak 30,44 persen petani di Indonesia masih menggunakan varietas Ciherang, yang sudah dilepas 18 tahun silam. Padahal pemerintah telah mendorong penggunaan benih bermutu dan varietas unggul melalui subsidi benih melalui bantuan benih pemerintah.

"Teknologi padi hibrida sejatinya dapat menjadi salah satu upaya pemerintah untuk dapat meningkatkan angka produktivitas yang terbukti berhasil di komoditas jagung, dengan program perluasan hibridisasinya," tambah Yuana.

Perkembangan padi hibrida dinilai tidak pesat, karena keterbatasan importasi tetua yang memang diperlukan untuk mendapatkan benih hibrid yang sesuai dengan agrolimat Indonesia.

“Industri benih, dalam satu ha hanya mendapatkan benih komersial paling banyak 1,5 ton. Bayangkan jika ada perminataan dari masyarakat tani Indonesia, pasti akan membutuhkan petani mitra penangkar benih yang jauh lebih banyak dan itu menguntungkan Indonesia,” jelas Yuana.

Saat ini, penggunaan padi hibrida secara nasional masih di bawah satu persen, sedangkan di banyak negara Asia, seperti Cina, India, Bangladesh dan Filipina, benih padi hibrida sudah menjadi pilihan utama untuk memacu produktivitas.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Suara Petani Institute, Tony Setiawan, menjelaskan, ada saatnya petani sulit mendapatkan benih padi hibrida.

“Pemerintah sepatutnya konsisten untuk memacu pengembangan industri benih padi hibrida tumbuh di Indonesia. Jika tidak, yang rugi kan petani juga, karena mereka tidak mendapatkan kepastian benih yang diproduksi industri, padahal sudah dilepas pemerintah,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia: Turunkan HET 20% Hingga Revitalisasi 7 Pabrik

Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia: Turunkan HET 20% Hingga Revitalisasi 7 Pabrik

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 07:57 WIB

Prabowo: Krisis Global Jadi Peluang, Indonesia Percepat Swasembada Pangan dan Energi

Prabowo: Krisis Global Jadi Peluang, Indonesia Percepat Swasembada Pangan dan Energi

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:49 WIB

Wujud Swasembada Pangan, Menteri Trenggono Cek Kesiapan Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul

Wujud Swasembada Pangan, Menteri Trenggono Cek Kesiapan Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 14:25 WIB

Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Bisnis | Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:26 WIB

Lampaui Rata-Rata Nasional, Produktivitas Jagung Dekalb Capai 7 Ton per Hektare

Lampaui Rata-Rata Nasional, Produktivitas Jagung Dekalb Capai 7 Ton per Hektare

Bisnis | Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:22 WIB

Benih Berkualitas Angkat Hasil Panen Jagung Petani Jateng

Benih Berkualitas Angkat Hasil Panen Jagung Petani Jateng

Foto | Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:32 WIB

Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi

Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:16 WIB

Menuju Swasembada, YSPN Salurkan Empat Ton Beras ke Bali

Menuju Swasembada, YSPN Salurkan Empat Ton Beras ke Bali

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:29 WIB

Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?

Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 20:39 WIB

Prabowo Beri Bintang Jasa Utama ke Mentan Amran, Berjuang Swasembada Pangan

Prabowo Beri Bintang Jasa Utama ke Mentan Amran, Berjuang Swasembada Pangan

Video | Jum'at, 09 Januari 2026 | 14:36 WIB

Terkini

Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:32 WIB

Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100

Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:16 WIB

Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini

Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:52 WIB

Penghapusan KBMI 1 Masih Bertahap, OJK Pastikam Tidak Ada Unsur Paksa

Penghapusan KBMI 1 Masih Bertahap, OJK Pastikam Tidak Ada Unsur Paksa

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:10 WIB

Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran

Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:04 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:52 WIB

Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN

Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:46 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Pulo Gebang Ramai, Perjalanan Tetap Lancar

Update Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Pulo Gebang Ramai, Perjalanan Tetap Lancar

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:43 WIB

Siap-siap! IHSG Bisa Anjlok Setelah Libur Panjang, Simak Rekomendasi Saham

Siap-siap! IHSG Bisa Anjlok Setelah Libur Panjang, Simak Rekomendasi Saham

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:31 WIB

IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir

IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:23 WIB