Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.458,496
LQ45 746,470
Srikehati 349,085
JII 516,664

PUPR Dorong Semua Pihak Wujudkan Rumah Rakyat Berkualitas

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Jum'at, 24 Agustus 2018 | 11:57 WIB
PUPR Dorong Semua Pihak Wujudkan Rumah Rakyat Berkualitas
Ilustrasi rumah layak huni. (Dok: KemenPUPR)

Suara.com - Demi upaya penyediaan perumahan yang layak huni bagi masyarakat, pemerintah minta seluruh pihak untuk memperhatikan segala aspek kebutuhan perumahan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), khususnya, mendorong seluruh stakeholder terkait perumahan untuk meningkatkan aspek kualitas dalam pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti, dan Dirjen Penyediaan Perumahan, Khalawi Abdul Hamid, kepada wartawan, dalam jumpa pers Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2018,  yang kali ini mengusung tema "Wujudkan Rumah Rakyat Berkualitas", di Media Center KemenPUPR, Jakarta, Kamis, (23/8/2018).

Dirjen Penyediaan Perumahan, KemenPUPR, Khalawi Abdul Hamid. (Dok: KemenPUPR)
Dirjen Penyediaan Perumahan, KemenPUPR, Khalawi Abdul Hamid. (Dok: KemenPUPR)

Sejarah Hapernas berawal dari Kongres Perumahan Rakyat Sehat, yang dibuka oleh Wakil Presiden Pertama RI, Muhammad Hatta, pada 25-30 Agustus 1950. Dalam kongres tersebut, Bung Hatta menyampaikan, cita-cita untuk terselenggaranya kebutuhan perumahan rakyat bukan mustahil apabila kita mau sungguh-sungguh bekerja keras.

Kemudian pada 6 Agustus 2008, lahir Keputusan Menteri Negara Perumahan Nasional No: 46/KPTS/M/2008 tentang Hari Perumahan Nasional, yang menyatakan, 25 Agustus sebagai Hari Perumahan Nasional.

Pada kesempatan itu, Lana menjelaskan, pemerintah ingin perumahan yang dibangun oleh pemerintah, swasta, maupun masyarakat, memenuhi syarat laik huni, agar masyarakat dapat hidup lebih berkualitas dan sehat.

"Pada 2018 merupakan peringatan Hari Perumahan Nasional yang ke-11. Tujuan Hapernas adalah untuk mengingatkan kita semua sebagai stakeholder perumahan, bahwa rumah memiliki fungsi yang sangat penting, karena menjadi cikal bakal peradabadan dan jati diri bangsa," katanya.

Dalam rangka mensukseskan peringatan Hapernas 2018, KemenPUPR menyelenggarakan rangkaian kegiatan, diantaranya, ziarah ke makam Menteri Pekerjaan Umum periode 1988-1998, Radinal Mochtar, dan makam Wakil Presiden Pertama, yang juga Bapak Perumahan Indonesia, Muhammad Hatta atau Bung Hatta, pameran rumah rakyat pada 22-30 September 2018 di Jakarta Covention Center, dan workshop tentang "Disruptive Technology for Affordable Housing", pada 17 September 2018 di KemenPUPR. Ada juga sayembara rumah tapak dan rumah susun bersubsidi pada Juli-September 2018, peresmian rumah layak huni di Kota Palu, 2 Oktober 2018, dan turnamen Gateball antara mitra perumahan pada 29-31 Agustus 2018.

"Sayembara tersebut digelar, karena kita melihat, semua rumah bersubsidi berdesain sama. Melalui sayembara ini, diharapkan akan muncul desain yang mengangkat arsitektur masing-masing daerah, menggunakan bahan lokal, dan inovasi lainnya yang mengusung kearifan lokal," tambahnya.

Ilustrasi rumah layak huni. (Dok: KemenPUPR)
Ilustrasi rumah layak huni. (Dok: KemenPUPR)

Pada kesempatan yang sama, Khalawi mengatakan, desain rumah tapak dan rumah susun juga akan mengusung kearifan lokal. Ia mencontohkan, KemenPUPR telah memulai diantaranya dengan penggunaan desain rumah Honai di Papua, pembangunan rumah di Suku Anak Dalam Jambi, yang menggunakan kayu lokal, rusun di Bali yang menggunakan pernak-pernik budaya Bali, dan rusun di Palembang yang dicat dan menggunakan songket khas Palembang.

"Tampilan tersebut akan memperindah rumah, dan bisa digunakan sebagai keperluan wisata, serta mempromosikan kebudayaan dari daerah itu sendiri," kata Khalawi.

Saat ini, sudah 1.288 peserta yang telah memasukan hasil karyanya. Dewan juri adalah Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman, Profesor Arief Sabarudin, Direktur Rumah Khusus Ditjen Penyediaan Perumahan KemenPUPR, Christ Robert Marbun, akademisi, Profesor Sarwidi, Ikatan Arsitek Indonesia, Djoko Ardianto, praktisi arsitek, Imelda Akmal, dan perwakilan dari Asosiasi Pengembang, Hendra Susanto.

Nantinya, karya para finalis akan akan dipamerkan dalam pameran perumahan September 2018, di Jakarta Convention Center.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Punya Nyali! Pemerintah Kuasai Kembali Tanah Negara dari Pihak Lain Demi Bangun Hunian Rakyat

Punya Nyali! Pemerintah Kuasai Kembali Tanah Negara dari Pihak Lain Demi Bangun Hunian Rakyat

News | Senin, 06 April 2026 | 14:58 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Kementerian PKP Usulkan Anggaran Rp49,85 Triliun untuk Wujudkan Rumah Layak Huni pada 2026

Kementerian PKP Usulkan Anggaran Rp49,85 Triliun untuk Wujudkan Rumah Layak Huni pada 2026

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 19:33 WIB

Standar Rumah Layak Menurut SDGs, Layakkah Rumah Subsidi 14 m2 Dihuni Manusia?

Standar Rumah Layak Menurut SDGs, Layakkah Rumah Subsidi 14 m2 Dihuni Manusia?

Bisnis | Sabtu, 14 Juni 2025 | 09:12 WIB

Rumah Subsidi Luas 18 Meter Tidak Layak Huni

Rumah Subsidi Luas 18 Meter Tidak Layak Huni

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2025 | 15:20 WIB

Lebih dari Sekadar Tempat Tinggal, Pentingnya Rumah Layak Huni untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah

Lebih dari Sekadar Tempat Tinggal, Pentingnya Rumah Layak Huni untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah

Lifestyle | Sabtu, 07 Juni 2025 | 15:58 WIB

Emak-emak Ini Kaget Dapat Rumah Layak Huni: Dulu Kalau Hujan, Tidur Tak Tenang

Emak-emak Ini Kaget Dapat Rumah Layak Huni: Dulu Kalau Hujan, Tidur Tak Tenang

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 12:44 WIB

PANI Bedah Rumah Warga Yang Tak Layak Huni

PANI Bedah Rumah Warga Yang Tak Layak Huni

Bisnis | Sabtu, 26 April 2025 | 08:37 WIB

700 Rumah Tak Layak Huni di Jakpus Bakal Direnovasi, Warga Dipindah ke Kontrakan

700 Rumah Tak Layak Huni di Jakpus Bakal Direnovasi, Warga Dipindah ke Kontrakan

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 11:26 WIB

Lagi Tren #KaburAjaDulu, Negara Apa yang Paling Layak Huni di Dunia? Ini Daftarnya

Lagi Tren #KaburAjaDulu, Negara Apa yang Paling Layak Huni di Dunia? Ini Daftarnya

Lifestyle | Selasa, 18 Februari 2025 | 16:20 WIB

Terkini

Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan

Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 11:56 WIB

JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit

JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 11:55 WIB

Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global

Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 11:14 WIB

WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas

WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 09:10 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 07:24 WIB

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 22:53 WIB

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:13 WIB

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:07 WIB

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:05 WIB

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:53 WIB