Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pengrajin Tempe Mulai Menjerit Dolar Terus Naik

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 06 September 2018 | 16:54 WIB
Pengrajin Tempe Mulai Menjerit Dolar Terus Naik
Pengrajin tempe. (Suara.com/Anggy Muda)

Suara.com - Pengrajin tempe paling merasakan imbas langsung terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Sebab bahan baku kedelai untuk tempe diimpor dari AS.

Nilai tukar rupiah kini tembus pada angka Rp 14.900 lebih. Itu membuat beberapa pengusaha melakukan berbagai cara untuk tetap menstabilkan usaha milik mereka.

Salah satunya, terjadi pada para produsen tempe di wilayah Ranca Sadang, Sodong, Tigaraksa, Tangerang. Para produsen tempe yang sudah membuka usaha sejak tahun 93 ini, melakukan cara untuk menjaga stabilitas hasil produksi dengan melakukan stok kedelai.

Pemilik usaha rumahan tempe, Wasdari mengatakan, saat ini harga kedelai yang digunakan dengan kedelai impor telah tembus Rp 770 ribu per kwintal dari harga sebelumnya hanya Rp. 735 ribu. Adanya kenaikan tersebut, ia melakukan cara dengan melakukan stok kedelai yang cukup hingga dua minggu ke depan.

"Ini saya ada stok kedelai untuk dua minggu ke depan, sengaja kita tidak terlalu banyak stok, karena khawatir kualitas dari kedelainya ini malah jelek kalau terlalu lama disimpan. Kalau siasati ukurannya juga tidak mungkin kita lakukan, malah kita khawatir," katanya, Kamis (6/9/ 2018).

Ia tak menutupi pula, bila nantinya terjadi penutupan sementara akan produksi tempe bila harga kedelai sudah tembus hingga Rp 800 ribu per kwintal. Hal itu lantaran, ketidaksanggupan para produsen serta, kecilnya keuntungan yang didapat.

"Dengan harga ini saja kita hanya untung per hari Rp 200 sampai Rp 300 ribu. Lalu, kalau tambah naik ya tentu kita tutup sementara, karena harga kedelai yang tembus Rp 800 ribu itu pernah terjadi beberapa tahun lalu dan memang kita tutup produksi sementara," ungkapnya.

Pria kelahiran Tangerang ini berharap, menguatnya harga dolar dapat segera diatasi pemerintah untuk menstabilkan harga rupiah tidak makin melemah.

"Kita harap sih jangan naik lagi dan minta segera cepat turun," harap Wasdari.

Kontributor : Anggy Muda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tukar 1.000 Dolar AS ke Rupiah, Sandiaga Uno: Ini Pencitraan

Tukar 1.000 Dolar AS ke Rupiah, Sandiaga Uno: Ini Pencitraan

News | Kamis, 06 September 2018 | 16:21 WIB

Rupiah Melemah, Sandiaga Salahkan Kepercayaan Masyarakat Kurang

Rupiah Melemah, Sandiaga Salahkan Kepercayaan Masyarakat Kurang

News | Kamis, 06 September 2018 | 15:29 WIB

Jual Dolar AS, Sandiaga Uno Minta Presiden Jokowi Tiru Dirinya

Jual Dolar AS, Sandiaga Uno Minta Presiden Jokowi Tiru Dirinya

News | Kamis, 06 September 2018 | 13:37 WIB

Sandiaga Uno Minta Emak-emak Sosialita Tak Belanja Barang Impor

Sandiaga Uno Minta Emak-emak Sosialita Tak Belanja Barang Impor

Bisnis | Kamis, 06 September 2018 | 10:50 WIB

Rupiah Melemah, Ketua DPR: Jangan Saling Menyalahkan

Rupiah Melemah, Ketua DPR: Jangan Saling Menyalahkan

News | Kamis, 06 September 2018 | 10:47 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB