Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.343,711
LQ45 630,859
Srikehati 307,881
JII 380,533
USD/IDR 17.914

Awal Mula Bali Terpilih Tuan Rumah Pertemuan IMF - Bank Dunia

Suwarjono

Minggu, 23 September 2018 | 19:28 WIB
Awal Mula Bali Terpilih Tuan Rumah Pertemuan IMF - Bank Dunia
Tari tradisional membuka pertemuan Presiden World Bank dan Gubernur Bali [Suara.com/Luh Wayanti].

Suara.com - Pulau Bali akan menjadi Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) - Bank Dunia pada Oktober 2018 bulan depan. Pertemuan tingkat tinggi ini akan dihadiri sekitar 15.000 peserta dari berbagai negara di seluruh dunia. Sejumlah agenda besar akan dibahas dalam pertemuan yang digelar tiga tahun sekali ini.

Bagaimana awal mula Indonesia bisa terpilih menjadi tuan rumah pertemuan tahunan ini?  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pernah membeberkan alasannya.

Sewaktu Bambang menjabat sebagai Menteri Keuangan pada periode 2014-2016, menjadi salah satu pihak yang mengawal terpilihnya Bali sebagai tuan rumah pertemuan akbar dalam bidang ekonomi, keuangan dan pembangunan di tingkat global ini.

Ia mengatakan Bali bersaing ketat dengan Mesir dan Senegal yang saat itu juga berminat untuk menjadi pihak penyelenggara. Namun, menurut dia, Bali akhirnya terpilih sebagai tuan rumah, karena mempunyai nilai plus, yaitu reputasi sebagai kawasan pariwisata yang mendunia.

Pertemuan ini merupakan acara rutin yang diselenggarakan Dewan Gubernur IMF dan Grup Bank Dunia yang dilaksanakan pada awal Oktober di Washington DC selama dua tahun berturut-turut. Untuk tahun ketiga, pertemuan yang rutin berlangsung sejak 1946 selalu dilaksanakan di negara anggota terpilih.

Kawasan Nusa Dua, Bali di Indonesia beruntung menjadi tempat penyelenggara pada Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia, menyusul Lima di Peru pada 2015, Tokyo di Jepang pada 2012, Istanbul di Turki pada 2009 dan Singapura pada 2006.

Banyak sekali negara-negara yang bersaing untuk menjadi tuan rumah pertemuan akbar guna mendiskusikan masalah isu ekonomi global terkini, karena besarnya manfaat bagi perekonomian yang dapat diperoleh saat sebuah negara menjadi tamu dari sekitar 15.000 orang peserta pertemuan.

Manfaat sebagai negara tuan rumah antara lain dapat mempromosikan destinasi investasi, pariwisata, pusat penyelenggaraan ajang internasional, juga untuk menunjukkan kemajuan maupun stabilitas ekonomi yang telah dicapai.

Bali pun bersolek untuk mengantisipasi kedatangan para tamu, yaitu Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara, sektor swasta, LSM, akademisi serta media, dengan membangun infrastruktur baru, memperkuat standar keamanan dan menyiapkan mitigasi bencana.

Pemerintah juga tidak bersusah-payah untuk membangun tempat pertemuan baru dalam acara ini, karena kawasan Nusa Dua merupakan salah satu tempat MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Events) yang sering menyelenggarakan pertemuan berkelas dunia.

Tercatat anggaran yang sudah dikeluarkan pemerintah, untuk persiapan pertemuan yang akan berlangsung pada 8-14 Oktober 2018, baru mencapai Rp566 miliar yang sebagian besar digunakan untuk peralatan komputer, software maupun jaringan teknologi informasi.

Pertemuan ini juga merupakan berkah bagi sektor pariwisata Bali yang sempat terganggu oleh erupsi Gunung Agung, apalagi Oktober biasanya merupakan "low season", sehingga kedatangan turis agung itu bisa mendorong geliat kegiatan ekonomi di kawasan ini.

Maksimalkan dampak ke pariwisata Studi Bappenas menyatakan pertemuan global ini akan menambah kedatangan 18.000 orang wisatawan mancanegara plus 1.800 wisatawan nusantara, sehingga pertumbuhan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 16,4 persen pada 2018.

Kegiatan ekonomi juga meningkat sebesar 0,64 persen, sehingga pertumbuhan ekonomi di Bali diperkirakan pada akhir tahun mencapai 6,54 persen, atau lebih tinggi dari baseline tanpa ada acara pertemuan IMF-Bank Dunia, sebesar 5,9 persen.

Tambahan sebesar 0,64 persen tersebut antara lain berasal dari pertumbuhan berbagai industri seperti sektor konstruksi 0,26 persen, sektor lain-lain 0,21 persen, hotel 0,12 persen dan sektor makanan serta minuman 0,05 persen.

Total penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia ini memberikan sumbangan kepada perekonomian sebesar Rp7,8 triliun yang di antaranya berasal dari kegiatan konstruksi infrastruktur, penyiapan tempat wisata, hotel dan akomodasi serta perdagangan.

Untuk memaksimalkan dampak ekonomi tersebut, Bappenas merekomendasikan upaya untuk mendorong pengeluaran peserta dan memaksimalkan kunjungan wisata, tidak hanya ke Bali, namun juga destinasi unggulan lainnya. Guna mendorong pengeluaran tamu, Bappenas mengusulkan agar para pelaku jasa pariwisata membuat penawaran menarik bagi para peserta, seperti pemberian "bundling", pembuatan paket oleh-oleh, dan cuci gudang.

Usul lainnya adalah membuat stand produk-produk lokal yang menarik dan bekerja sama dengan pihak hotel untuk menawarkan paket wisata maupun souvenir selama seminggu penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia.

Sedangkan, untuk memaksimalkan kunjungan wisata, Bappenas mengharapkan adanya panduan perjalanan (travel guide) yang berisi pengenalan budaya, hal yang dapat dilakukan di Indonesia, pilihan destinasi wisata serta daftar akomodasi, tempat makan, dan pusat belanja.

Selain itu, membuat event pariwisata yang menonjolkan budaya nasional terutama Bali dan mendorong kesadaran wisatawan mancanegara atas daerah tujuan wisata, termasuk wisata kuliner dan budaya, tidak hanya di Bali, tapi juga di luar Bali.

Penghitungan sementara Bappenas ini menggunakan asumsi pengeluaran para peserta mencapai 150 dolar AS per hari, diluar akomodasi dan biaya perjalanan lainnya, dengan potensi belanja lebih tinggi, apabila upaya memaksimalkan kegiatan wisata benar-benar terwujud.  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan menyakini kegiatan akbar ini bisa memberikan dampak kepada ekonomi Bali serta mendorong kegiatan pariwisata di pulau dewata dan sekitarnya, karena tamu yang datang sebagian besar merupakan para pejabat tinggi dalam bidang ekonomi.

"Kebanyakan yang datang bukan turis 'backpacker', tapi relatif berada. Namun yang terpenting adalah forum ini merupakan momentum untuk memperkenalkan Indonesia, karena belum banyak yang tahu Indonesia ini sebesar apa," kata Luhut yang merangkap Ketua Panitia Pertemuan IMF-Bank Dunia.

Hingga pertengahan September 2018, Kementerian Pariwisata mencatat sebanyak 3.200 orang delegasi sudah mengunjungi laman resmi untuk mencari informasi mengenai 33 paket wisata yang ditawarkan disekitar Bali dan 302 diantaranya atau sembilan persen sudah memesan paket tersebut.

Bali sudah siap Untuk penyelenggaraan acara ini, Bali sudah melakukan pembenahan dengan membangun "underpass" Ngurah Rai, memperluas pelabuhan Benoa, menata Tempat Pembuangan Akhir Sarbagita Suwung, serta menyelesaikan Garuda Wisnu Kencana yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo.

Berbagai upaya untuk membangun citra positif ini diupayakan agar pertemuan akbar dapat berjalan lancar serta nyaman dan para peserta mau berkunjung kembali ataupun merekomendasikan Indonesia sebagai destinasi wisata dunia.

Sebelumnya, Bali pernah menjadi tuan rumah berbagai pertemuan internasional berskala besar seperti pertemuan APEC di 2013 dengan jumlah delegasi mencapai 5.000 orang dari 21 negara serta pertemuan COP-UNFCCC di 2007 dengan jumlah delegasi 10.000 orang dari 189 negara.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan Bali siap untuk menjadi tuan rumah perhelatan berskala besar yang akan menyelenggarakan 2.000 pertemuan di tingkat bilateral, regional dan multilateral serta berbagai konferensi, seminar, forum maupun side events lainnya.

Menurut dia, seluruh komponen masyarakat Bali, mulai dari tingkat kota sampai desa, siap menyukseskan pertemuan dan telah mendapatkan informasi untuk mengetahui tujuan maupun manfaat ekonomi dari penyelenggaraan "mega-meeting" ini.

Tidak hanya itu, pendekatan spiritual keagamaan dan tradisi yang dimiliki masyarakat Bali juga menjamin keamanan para peserta, sehingga perhelatan ini mendapatkan garansi akan berlangsung dengan nyaman dan sangat aman.

"Sebagai sebuah daerah wisata, Bali memang sudah siap untuk menyambut jalannya pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia," kata Koster. Koster mengharapkan kegiatan ekonomi di kawasan juga meningkat karena pertemuan ini dapat meningkatkan jumlah tenaga kerja, tingkat hunian hotel, kebutuhan makanan dan minuman serta berbagai akomodasi pendukung lainnya.

Dalam pernyataan terbaru, IMF memberikan apresiasi atas kesiapan Indonesia dalam menyediakan akomodasi maupun jaringan teknologi informasi yang memadai untuk kelancaran pertemuan di Nusa Dua, Bali.

Juru Bicara IMF Gerry Rice mengatakan pihaknya juga memberikan apresiasi atas kesigapan otoritas Indonesia guna menjamin keamanan dan kenyamanan para peserta pertemuan.

Untuk itu, ia menambahkan sebanyak 15.000 peserta siap hadir di Bali untuk mengikuti berbagai pertemuan yang akan membahas dan mendiskusikan isu-isu terkait perekonomian global.

"Kami menyakini ini merupakan agenda yang menarik, dan persiapannya sudah sepenuhnya selesai. Kami berharap dapat segera bertemu anda dalam pertemuan nanti," kata Rice. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?

Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Chatib Basri Dikabarkan Jadi Kandidat Kuat Gubernur PFII, Prabowo Segera Tentukan Pilihan

Chatib Basri Dikabarkan Jadi Kandidat Kuat Gubernur PFII, Prabowo Segera Tentukan Pilihan

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:09 WIB

Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis

Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Curhat ke IMF dan World Bank, Purbaya: Saya Menteri Paling Apes di Dunia

Curhat ke IMF dan World Bank, Purbaya: Saya Menteri Paling Apes di Dunia

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Susuri Rute Eksotis Sanur, Ribuan Pelari dari 13 Negara Bersaing di CK Run 2026

Susuri Rute Eksotis Sanur, Ribuan Pelari dari 13 Negara Bersaing di CK Run 2026

Sport | Senin, 03 Agustus 2026 | 13:38 WIB

Bali Dijual untuk Dunia, tetapi Semakin Sulit Dijangkau Orang Lokal

Bali Dijual untuk Dunia, tetapi Semakin Sulit Dijangkau Orang Lokal

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:00 WIB

500 Tukik Penyu Kembali ke Laut, Wisata Konservasi Bali Makin Diminati

500 Tukik Penyu Kembali ke Laut, Wisata Konservasi Bali Makin Diminati

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 12:00 WIB

Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, Mengapa Koruptor Tak Diperlakukan Sama?

Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, Mengapa Koruptor Tak Diperlakukan Sama?

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:44 WIB

2 Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia Usai Gelar Event Lari Khusus Bule

2 Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia Usai Gelar Event Lari Khusus Bule

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:38 WIB

Komisi XIII DPR Kecam Keroyok Massa di Bali: Desak Penegakan Hukum & Pendampingan Trauma Anak Korban

Komisi XIII DPR Kecam Keroyok Massa di Bali: Desak Penegakan Hukum & Pendampingan Trauma Anak Korban

DPR | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Viral Kisah Ketua RT Cuci Darah Usai 10 Tahun Minum Air Galon Isi Ulang, Ahli Soroti Bahaya BPA

Viral Kisah Ketua RT Cuci Darah Usai 10 Tahun Minum Air Galon Isi Ulang, Ahli Soroti Bahaya BPA

Jabar | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:59 WIB

Eks Pelatih PSM dan Persipura Bocorkan ke Singapura Taktik Tekuk Timnas Indonesia

Eks Pelatih PSM dan Persipura Bocorkan ke Singapura Taktik Tekuk Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Reka Dokumen Demi Bikin Gaduh, 9 Pelaku Jasa Konten Provokatif Diringkus Polda Metro

Reka Dokumen Demi Bikin Gaduh, 9 Pelaku Jasa Konten Provokatif Diringkus Polda Metro

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:56 WIB

Impresi Singkat Suzuki Fronx SGX Varian Tertinggi di GIIAS 2026

Impresi Singkat Suzuki Fronx SGX Varian Tertinggi di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Starting XI Singapura vs Timnas Indonesia: Nadeo dan Jordi Amat Cadangan

Starting XI Singapura vs Timnas Indonesia: Nadeo dan Jordi Amat Cadangan

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:48 WIB

BPJS Kesehatan Resmikan Taman Budaya Gotong Royong di Sabang, Wujud Kolaborasi dari 0 KM Indonesia

BPJS Kesehatan Resmikan Taman Budaya Gotong Royong di Sabang, Wujud Kolaborasi dari 0 KM Indonesia

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:46 WIB

Ironi Para Penjilat Kekuasaan: Saat Gelar Akademis Kalah oleh Mental ABS

Ironi Para Penjilat Kekuasaan: Saat Gelar Akademis Kalah oleh Mental ABS

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Isu Reshuffle Usai HUT RI, Muzani: Saya Belum Dengar, Itu Hak Prerogatif Prabowo

Isu Reshuffle Usai HUT RI, Muzani: Saya Belum Dengar, Itu Hak Prerogatif Prabowo

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:41 WIB

10 Tiang Listrik Roboh Beruntun di Pantura Gresik, Satu Orang Jadi Korban

10 Tiang Listrik Roboh Beruntun di Pantura Gresik, Satu Orang Jadi Korban

Jatim | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:39 WIB

Paket Ringan Kian Mendominasi Belanja Online, Konsumen Kini Makin Selektif Memilih Layanan Kirim

Paket Ringan Kian Mendominasi Belanja Online, Konsumen Kini Makin Selektif Memilih Layanan Kirim

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:38 WIB

×