4 Tahun Jokowi - JK, Sri Mulyani Sebut Utang Indonesia Turun

Selasa, 23 Oktober 2018 | 14:34 WIB
4 Tahun Jokowi - JK, Sri Mulyani Sebut Utang Indonesia Turun
Menteri Keuangan Sri Mulyani [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan kondisi utang negara selama 4 tahun pemerintahan Jokowi - Jusuf Kalla (JK). Hal ini untuk mengklarifikasi pernyataan beberapa pengamat yang menyebutkan utang negara makin tinggi di era Jokowi - JK.

Sri Mulyani menggambarkan, pertumbuhan utang negara pada tahun 2018 negatif menjadi 9,7 persen. Angka tersebut mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2014 yang mencapai 14,5 persen.

"Jadi, sudah mulai menurun. Ini untuk menjawab yang sering dan senang sekali memelihara isu utang. Jawaban ini sering tidak dikutip, karena sengaja masalah utang dipelihara," kata Sri Mulyani di Kantor Kementerian Sekretariat Negara Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Sri Mulyani juga mengungkapkan, banyak pengamat yang bertanya apakah utang negara digunakan hal produktif. Bahkan kata para pengamat, ada kenaikan utang di era Jokowi - JK.

Para pengamat biasanya membandingkan ‎utang periode 2012-2014, kenaikan utang antara Rp 799,8 triliun dan periode 2015-2017 adalah Rp 1.329 triliun.

Menjawab hal itu, Sri Mulyani meminta para pengamat untuk melihat jelas sisi belanjanya dari utang tersebut. Dia membandingkan, ‎pada periode 2012-2014 belanja infrastruktur hanya Rp 456 triliun untuk 3 tahun, sekarang belanja infrastruktur mencapai Rp 904,6 triliun atau dua kali lipat.

"Lalu berapa belanja untuk pendidikan? Dulu hanya Rp 983 triliun untuk 3 tahun, sekarang Rp 1.167 triliun atau naik 118 persen. Belanja pendidikan kan bukan belanja yang tidak produktif, jadi jangan dilihat cuma infrastruktur. Belanja kesehatan juga naik, dari Rp 146 triliun menjadi Rp 249,8 triliun atau naik 170 persen," tutur dia.

Pemerintah, kata Sri Mulyani, juga menggunakan utang negara untuk melindungi masyarakat miskin yakni dengan perlindungan sosial. Dulu hanya dianggarkan Rp 35 triliun, tetapi kini mencapai 8 kali lipat Rp 299,6 triliun.

Sehingga, hal ini yang membuat tingkat kemiskinan menurun, bahkan di tingkat terendah selama 10 tahun terakhir di level 9,82 persen.

Selain itu, tambah Sri Mulyani, pemerintah juga menggunakan utang untuk transfer ke daerah (TKD). Pada pemerintahaan sebelumnya TKD hanya dianggarkan Rp 88 triliun, namun kini menjadi Rp 315,9 triliun.

‎"Wong hasilnya jelas kok. Penurunan kemiskinan tidak datang begitu saja, tapi melalui program. Kalau mau membandingkan apel dengan apel, tidak hanya tambahan utang. Tapi, bandingkan untuk apanya. Jadi, menggambarkan seluruh cerita secara menyeluruh," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI