Di Boyolali Angka Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi

Iwan Supriyatna

Selasa, 13 November 2018 | 08:42 WIB
Di Boyolali Angka Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi
Ilustrasi ibu dan anak. (Shutterstock)

Suara.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, dr Ratri S Survivalina menyebutkan, angka kematian ibu (AKI) dan bayi di Kabupaten Boyolali selama 2018 dinilai masih tinggi.

"Angka kematian ibu, sebelum 40 hari pascamelahirkan sudah mencapai 15 kasus, tahun ini, sedangkan angka kematian bayi (AKB) lebih dari 30 kasus," katanya di Boyolali, Selasa.

Padahal, kata Ratri, AKI selama 2017 hanya ada 14 kasus. Tingginya, kasus kematian ibu melahirkan, dan anak di Boyolali masih mengancam kehidupan manusia.

Oleh karena itu, Dinkes Boyolali terus menggalakan kegiatan sosialisasi promosi kesehatan kepada masyarakat melalui media sosialisasi baik menggunakan iklan maupun lewat spanduk-spanduk besar yang dipasang di pinggir jalan.

Bahkan, Dinkes Boyolali kegiatan sosialisasi dengan mengangkat budaya lokal, yakni pertunjukkan seni budaya ketoprak. Pergelaran seni budaya ini menjadi cara baru untuk mengedukasi masyarakat tentang kesehatan, terutama untuk menekan angka kematian ibu melahirkan.

Ratri mengatakan ada dua faktor sebagai penyebab tingginya AKI dan AKB di Boyolali, yakni dari faktor ibu itu sendiri dan dari luar, seperti kondisi lingkungan, ekonomi, budaya, letak geografis, dan keluarga.

Faktor ibu sendiri, kata dia, antara lain terlalu tua atau terlalu muda saat hamil, mereka terlalu sering hamil. Terlalu dekat jarak kehamilannya juga bisa menjadi faktor penyebab kematian ibu.

Oleh karena itu, pihaknya terus mengerahkan segala kemampuannya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah ini, terus melakukan sosisalisasi dengan cara model baru melalui seni budaya ketoprak agar masyarakat lebih cepat menerima soal menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

"Dialog dalam seni pertunjukkan itu, kami anggap bisa mengena langsung kepada masyarakat. Masyarakat desa akan mudah menerima komunikasi yang disampaikan tentang upaya penurunan angka kematian ibu melahirkan dan bayi," katanya.

Oleh karena itu, ia berharap dengan sosialisasi melalui seni budaya tersebut selain ikut melestarikan budaya lokal, juga menumbuhkan kesadaran tentang arti pentingnya kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan.

"Kami juga ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih. Hal itu, untuk mencegah masyarakat dari terjangkitnya penyakit dalam kehidupan sehari-hari," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Misteri Penemuan Janin Bayi Digigit Anjing Gegerkan Warga Jambi

Misteri Penemuan Janin Bayi Digigit Anjing Gegerkan Warga Jambi

News | Selasa, 13 November 2018 | 08:34 WIB

Wajah Bayi Mirip Ayah, Ini Kelebihannya

Wajah Bayi Mirip Ayah, Ini Kelebihannya

Health | Senin, 12 November 2018 | 20:00 WIB

Kata Maaf Tampang Boyolali Prabowo di Mata Sekjen PDI Perjuangan

Kata Maaf Tampang Boyolali Prabowo di Mata Sekjen PDI Perjuangan

News | Rabu, 07 November 2018 | 23:53 WIB

Terkini

MYP Paket 1 Fokus Penataan Pedestrian, Drainase, dan Bahu Jalan

MYP Paket 1 Fokus Penataan Pedestrian, Drainase, dan Bahu Jalan

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:36 WIB

Heboh Wajah Anak Artis Bocor di Medsos: Salah Netizen atau Orang Tua yang Over-Sharenting?

Heboh Wajah Anak Artis Bocor di Medsos: Salah Netizen atau Orang Tua yang Over-Sharenting?

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:35 WIB

3 Wakil Rakyat Pesta Sabu di Kamar Hotel Surabaya Bikin Nama Indonesia Tercoreng

3 Wakil Rakyat Pesta Sabu di Kamar Hotel Surabaya Bikin Nama Indonesia Tercoreng

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil

Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Mutasi 88 Perwira Belum Cukup! JPW Minta Kapolri Baru Sikat Habis Masalah Sampai ke Polsek

Mutasi 88 Perwira Belum Cukup! JPW Minta Kapolri Baru Sikat Habis Masalah Sampai ke Polsek

Jogja | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:26 WIB

ASCO Performa Auto Perluas Jaringan Lewat Peresmian Dealer LEPAS Fatmawati

ASCO Performa Auto Perluas Jaringan Lewat Peresmian Dealer LEPAS Fatmawati

Otomotif | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Juhoon Stoic Bukan Cerita Rakyat, Kini Rekomendasikan Buku Karya Seneca

Juhoon Stoic Bukan Cerita Rakyat, Kini Rekomendasikan Buku Karya Seneca

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Apakah Polisi Boleh Punya Tato? Ini Aturan Tegas dan Sanksinya

Apakah Polisi Boleh Punya Tato? Ini Aturan Tegas dan Sanksinya

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:18 WIB

Pilur Serentak Bantul Digelar Besok, 15 TPS Dipetakan Rawan hingga Sangat Rawan

Pilur Serentak Bantul Digelar Besok, 15 TPS Dipetakan Rawan hingga Sangat Rawan

Jogja | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:14 WIB

Eskalator Stasiun Duri Gangguan hingga 12 Orang Terluka, Akses Peron 5 Dialihkan ke Tangga Darurat

Eskalator Stasiun Duri Gangguan hingga 12 Orang Terluka, Akses Peron 5 Dialihkan ke Tangga Darurat

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:06 WIB

×