Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

PII Dorong Pembangunan Infrastruktur Tanah Air

Iwan Supriyatna | Suara.com

Minggu, 09 Desember 2018 | 10:49 WIB
PII Dorong Pembangunan Infrastruktur Tanah Air
Ilustrasi insinyur. (Shutterstock)

Suara.com - Heru Dewanto menjadi Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2018-2021 menggantikan Hermanto Dardak yang sudah habis masa jabatannya untuk tiga tahun sebelumnya.

"Keinsinyuran sejatinya adalah tindakan aktif untuk mengubah, merekayasa dan bersahabat dengan alam selaras dengan kebutuhan manusia," kata Heru saat menyampaikan pidato saat dirinya menjadi ketua umum dalam Kongres PII ke-XXI di Padang.

Dikatakannya, keinsinyuran adalah ekspresi paling jelas dari kekuatan akal budi, semangat untuk memecahkan masalah yang hadir dalam berbagai bentuk.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan terpanjang di garis khatulistiwa, dengan lebih dari 17.500 pulau dan insinyur Indonesia menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dari insinyur di negara manapun di dunia.

Melalui jalan, jembatan, jaringan kereta api, bandar udara, pelabuhan laut, insinyur Indonesia sudah mampu menghubungkan ribuan pulau serta menyatukan Nusantara.

Demikian pula melalui Palapa Ring, insinyur Indonesia mampu menghubungkan pikiran lebih dari 260 juta manusia, mempersatukan 1340 suku bangsa dan 742 bahasa.

"Insinyur Indonesia membuka cakrawala dunia, memajukan peradaban, mampu mengerakkan industri menciptakan lapangan kerja, mensejahterakan rakyat, serta mampu memberikan kemudahan serta membangkitkan kebahagiaan," kata Heru.

Dalam konteks global dan nasional inilah PII harus mendefinisikan peran dan posisinya dan titik tolaknya adalah penerbitan UU Insinyur no 11 tahun 2014 yang semestinya dilanjutkan dengan penerbitan PP Keinsinyuran yang statusnya sejak setahun lalu tidak kunjung berubah dan tinggal di tanda tangani Presiden RI.

Inti sari dari UU ini adalah hanya orang yang berprofesi insinyur yang dapat melakukan praktek keinsinyuran. Hukum pidana positif berupa kurungan dan denda uang menunggu mereka yang melanggar aturan ini.

Pada saat PP diterbitkan dan ratusan ribu sarjana teknik berebut mendaftar untuk mendapatkan gelar profesi insinyur, maka sumbatan sistem registrasi dan sertifikasi PII yang masih bersifat manual akan mengakibatkan katastropi yang tak terbayangkan.

"Karena itulah program 100 hari pertama pengurus PII periode 2018-2021 salah satu yang akan direalisasikan adalah penerbitan PP Keinsinyuran serta pembenahan tata kelola organisasi secara menyeluruh anggaran dasar dan anggaran rumah tangga terkait dengan balai kerja dan wilayah, serta cabang," katanya.

Dalam kongres terpilih Danis Hidayat menjadi Wakil Ketua PII periode 2018-2021 mengalahkan I Made Dana Tangkas yang saat ini menjabat Presiden Badan Kejuruan Teknik Industri Persatuan Insinyur Indonesia (BKTI PII). Danis Hidayat saat ini menjabat Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Survei Ungkap Keinginan Pelaku Bisnis di Indonesia

Survei Ungkap Keinginan Pelaku Bisnis di Indonesia

Bisnis | Selasa, 04 Desember 2018 | 08:15 WIB

Candaan Jokowi, Pembangunan Infrastruktur Disiapkan untuk Pemilu

Candaan Jokowi, Pembangunan Infrastruktur Disiapkan untuk Pemilu

Bisnis | Selasa, 27 November 2018 | 14:01 WIB

Biayai Infrastruktur Jabar, Ridwan Kamil : Pinjam ke Bank BJB

Biayai Infrastruktur Jabar, Ridwan Kamil : Pinjam ke Bank BJB

Bisnis | Kamis, 15 November 2018 | 10:23 WIB

Terkini

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:08 WIB

Lonjakan Harga Minyak dan Rupiah yang Melemah Bisa Tambah Defisit Fiskal hingga Rp200 Triliun

Lonjakan Harga Minyak dan Rupiah yang Melemah Bisa Tambah Defisit Fiskal hingga Rp200 Triliun

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:59 WIB