Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

3 BUMD DKI Bentuk Usaha Patungan untuk Kelola Tiket Integrasi MRT

Pebriansyah Ariefana | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Rabu, 12 Desember 2018 | 19:46 WIB
3 BUMD DKI Bentuk Usaha Patungan untuk Kelola Tiket Integrasi MRT
MRT Jakarta. (Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara)

Suara.com - Tiga BUMD DKI Jakarta akan melakukan kerjasama dan membentuk perusahaan patungan untuk mengelola integrasi tiket Moda Raya Terpadu (MRT) Ratangga. Nantinya, perusahaan patungan itu akan mengurusi integrasi tiket agar penumpang bisa mengakses seluruh transportasi umum di ibu kota hanya dengan satu kartu.

Ketiga BUMD DKI yang dimaksud adalah PT Mass Rapid Transit Jakarta, PT Transportasi Jakarta dan PT Jakarta Propertindo. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, ketiga BUMD ini sedang melakukan diskusi guna membahas mekanisme lebih lanjut perusahaan patungan yang mengelola tiket MRT Ratangga.

"Istilahnya perusahaan patungan. Saat ini sedang disiapkan mekanismenya, baik teknis ataupun administrasi integrasi tiket," kata William saat ditemui di Dinas Teknis Jatibaru, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).

Perusahaan patungan yang dibentuk ini tidak mengejar profit seperti perusahaan pada umumnya, melainkan dibentuk untuk kepentingan publik. Sehingga, dengan adanya perusahaan patungan akan mengelola tiket seluruh moda transportasi umum yang ada di Ibu Kota.

Nantinya, seluruh transportasi umum akan terhubung satu sama lain hanya dengan satu kartu. Hal ini dilakukan agar para penumpang tidak perlu repot menggunakan kartu yang berbeda-beda untuk menaiki beberapa moda transportasi dalam satu perjalanan.

"Jadi bagaimana masyarkat merasa setiap naik transportasi nggak pakai tiket yang berbeda, sehingga dilakukan integrasi ticketing," ungkap William.

Meski demikian, proses pembuatan perusahaan patungan diakui oleh William tidak lah mudah. Sehingga, untuk pengoperasian awal MRT pada Maret 2019 masih menggunakan kartu yang berbeda.

"Masing-masing berbeda. Untuk membuat jadi satu kartu itu kan bukan hal yang mudah, harus pelan secara bertahap," pungkas William.

PT MRT Jakarta sendiri telah membangun MRT fase 1 dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus sepanjang 16 kilometer. Rencananya, MRT Ratangga akan beroperasi pada Maret 2019.

Perjalanan yang ditempuh mencapai 30 menit dengan melintasi 13 stasiun pemberhentian. Satu rangkaian terdiri atas 6 gerbong kereta dengan kapasitas tiap gerbong sebanyak 200-300 orang dan kapasitas maksimum sebanyak 1.800 penumpang. Kecepatam kereta dalam tanah bisa mencapai 80 kilometer perjam dan bisa meningkat menjadi 100 kilometer perjam saat berada di atas permukaan tanah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

MRT Target Angkut 65 Ribu Penumpang Perhari Tahun 2019

MRT Target Angkut 65 Ribu Penumpang Perhari Tahun 2019

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 19:32 WIB

Berapa Harga Tiket MRT? Tunggu Januari 2019

Berapa Harga Tiket MRT? Tunggu Januari 2019

Bisnis | Rabu, 12 Desember 2018 | 17:23 WIB

Catat Halte TransJakata Ini Terintegrasi ke Stasiun MRT

Catat Halte TransJakata Ini Terintegrasi ke Stasiun MRT

News | Selasa, 11 Desember 2018 | 17:22 WIB

Cerita di Balik Nama Kereta MRT Ratangga

Cerita di Balik Nama Kereta MRT Ratangga

News | Selasa, 11 Desember 2018 | 06:00 WIB

MRT Ratangga Belum Tentu Punya Gerbong Khusus Perempuan

MRT Ratangga Belum Tentu Punya Gerbong Khusus Perempuan

News | Senin, 10 Desember 2018 | 22:34 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB