MRT Target Angkut 65 Ribu Penumpang Perhari Tahun 2019

Pebriansyah Ariefana, Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 12 Desember 2018 | 19:32 WIB
MRT Target Angkut 65 Ribu Penumpang Perhari Tahun 2019
Suasana di Stasiun Mass Rapid (MRT) Bundaran HI, Jakarta, Senin (10/12).[Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Direkrur Utama PT Mass Rapid Transit atau MRT Jakarta William Sabandar menargetkan MRT bisa mengangkut sebanyak 65.000 penumpang dalam sehari pada tahun pertama pengoperasian, tahun 2019. Setelah setahun berjalan, target penumpang akan ditingkatkan menjadi dua kali lipat.

Target penumpang itu ditetapkan setelah PT MRT Jakarta melakukan survei pada 2017 lalu dengan mempertimbangkan besaran tarif antara Rp 8.500 hingga Rp 10.000 per 10 kilometer. Dari hasil survei itu didapat target sebanyak 130.000 penumpang dalam sehari.

"Kita asumsikan saat MRT beropesi target 65.000 penumpang di tahun pertama. Nanti pelan-pelan kita menuju ke 130.000 penumpang," kata William saat ditemui di Dinas Teknis Jatibaru, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).

PT MRT Jakarta sangat optimis target penumpang yang cukup tinggi itu bisa dicapai. Sebab, saat ini PT MRT Jakarta telah melakukan sosialisasi besar-besaran untuk bisa menarik minat warga beralih dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum.

Dengan hadirnya MRT Ratangga sebagai salah satu alternatif moda transportasi umum, diharapkan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh warga. Sehingga, secara perlahan budaya menggunakan transportasi umum dapat mulai dibiasakan di ibu kota.

"Saya yakin bisa tercapai. Karena yang terpenting saat ini adalah agar masyarakat merawat dan memulai menggunakan itu," ungkap William.

PT MRT Jakarta telah membangun MRT fase 1 dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus sepanjang 16 kilometer. Rencananya, MRT Ratangga akan beroperasi pada Maret 2019.

Perjalanan yang ditempuh mencapai 30 menit dengan melintasi 13 stasiun pemberhentian. Satu rangkaian terdiri atas 6 gerbong kereta dengan kapasitas tiap gerbong sebanyak 200-300 orang dan kapasitas maksimum sebanyak 1.800 penumpang. Kecepatam kereta dalam tanah bisa mencapai 80 kilometer perjam dan bisa meningkat menjadi 100 kilometer perjam saat berada di atas permukaan tanah.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berapa Harga Tiket MRT? Tunggu Januari 2019

Berapa Harga Tiket MRT? Tunggu Januari 2019

Bisnis | Rabu, 12 Desember 2018 | 17:23 WIB

Catat Halte TransJakata Ini Terintegrasi ke Stasiun MRT

Catat Halte TransJakata Ini Terintegrasi ke Stasiun MRT

News | Selasa, 11 Desember 2018 | 17:22 WIB

MRT Ratangga Belum Tentu Punya Gerbong Khusus Perempuan

MRT Ratangga Belum Tentu Punya Gerbong Khusus Perempuan

News | Senin, 10 Desember 2018 | 22:34 WIB

Ditarget Maret 2019, MRT Ratangga Tinggal Selesaikan Interior Stasiun

Ditarget Maret 2019, MRT Ratangga Tinggal Selesaikan Interior Stasiun

News | Senin, 10 Desember 2018 | 21:34 WIB

Ada Suara Saat Uji Coba MRT, Anies: Tapi Goncangan Nggak

Ada Suara Saat Uji Coba MRT, Anies: Tapi Goncangan Nggak

News | Senin, 10 Desember 2018 | 18:02 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×