KLHK Tepis Tudingan CERI Soal Kerusakan Lingkungan yang Dilakukan Freeport

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 09 Januari 2019 | 17:00 WIB
KLHK Tepis Tudingan CERI Soal Kerusakan Lingkungan yang Dilakukan Freeport
Inspektur J‎enderal KLHK Ilyas Asaad. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) melalui surat terbukanya menyebutkan bahwa PT Freeport Indonesia (PTFI) telah mencemari Sungai Aghawagon di Kabupaten Mimika Papua dengan limbah pertambangannya.

Menurut pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hal tersebut bukanlah pencemaran, karena sudah melalui prosedur yang sesuai dengan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Inspektur J‎enderal KLHK Ilyas Asaad menuturkan, pemerintah telah mengeluarkan izin Amdal dalam pengoperasian tambang Freeport sejak tahun 1997.

Dalam Amdal tersebut dijelaskan, guna mengelola tailing (limbah pertambangan) Freeport kemudian membangun tempat penimbunan yang disebut Modified Ajkwa Deposition Area (ModADA) seluas 230 kilometer persegi.

"Untuk menghindari melubernya tailing dimaksud, maka di sisi timur dibangun tanggul sepanjang 54 Kilometer dan di sisi barat sepanjang 52 kilometer dengan jarak antara 4-7 kilometer. Dengan demikian, maka ModADA telah diperhitungkan dalam Amdal dan atau izin lingkungan," ujar Ilyas di Gedung Manggala ‎Wanabakti, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Terkait penggunaan sungai tersebut, Ilyas menambahkan, Freeport juga telah memegang izin dari pemerintah daerah setempat.

Izin tersebut diantaranya, surat keputusan Gubernur Provinsi Irian Jaya Nomor 540/2102/set tentang Izin Pemanfaatan Sungai Aghawagon, Sungai Otomona, Sungai Ajkwa dan Sungai Minajerwi untuk Penyaluran Limbah Pertambangan.

"Dengan demikian penggunaan sungai serta areal seluas 230 kilometer persegi telah diperhitungkan sejak awal sebagai tempat penampungan tailing," tandasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, CERI menuding tailing sejumlah 230 juta metric ton per hari telah menimbulkan perubahan ekosistem di sungai, hutan dan sudah mencapai kawasan laut.

Melalui perhitungan yang dilakukan oleh IPB dan LAPAN, nilai ekosistem yang dikorbankan adalah setara 13,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 195 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkot Jakut Akan Panggil Perusahaan Minyak Sayur Terkait Pasir Beracun

Pemkot Jakut Akan Panggil Perusahaan Minyak Sayur Terkait Pasir Beracun

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 12:44 WIB

Menteri Jonan : IUPK Freeport Paling Lambat Selesai Besok

Menteri Jonan : IUPK Freeport Paling Lambat Selesai Besok

News | Rabu, 19 Desember 2018 | 23:46 WIB

KLHK Fasilitasi Freeport Bikin Roadmap Selesaikan Masalah Tailing

KLHK Fasilitasi Freeport Bikin Roadmap Selesaikan Masalah Tailing

Bisnis | Rabu, 19 Desember 2018 | 18:23 WIB

Terkini

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:24 WIB

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 10:21 WIB

Potret Kelam Perundungan dan Kejahatan Digital dalam Novel 'Mel, Melatiku'

Potret Kelam Perundungan dan Kejahatan Digital dalam Novel 'Mel, Melatiku'

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 10:20 WIB

Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB

Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:18 WIB

Gus Ipul Dukung Usulan IJTI Jadikan Udin Bernas sebagai Pahlawan Nasional

Gus Ipul Dukung Usulan IJTI Jadikan Udin Bernas sebagai Pahlawan Nasional

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:17 WIB

5 Serum Viva untuk Kulit Kering dan Kusam, Bantu Wajah Lebih Cerah sesuai Review

5 Serum Viva untuk Kulit Kering dan Kusam, Bantu Wajah Lebih Cerah sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 10:14 WIB

Listyo Sigit Sadap Telepon Prabowo, Jejak Senjata Intai Pegasus dari Israel

Listyo Sigit Sadap Telepon Prabowo, Jejak Senjata Intai Pegasus dari Israel

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:13 WIB

Syarat dan Cara Klaim JKP BPJS Ketenagakerjaan setelah Terkena PHK, Ini Tahapannya

Syarat dan Cara Klaim JKP BPJS Ketenagakerjaan setelah Terkena PHK, Ini Tahapannya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 10:12 WIB

Apa Saja Ciri-Ciri HP Disadap? Kenali Tandanya dan Cara Tepat untuk Mengatasinya

Apa Saja Ciri-Ciri HP Disadap? Kenali Tandanya dan Cara Tepat untuk Mengatasinya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 10:11 WIB

Berkat KUR BRI, Pengusaha Kopra Asal Pati Berhasil Tingkatkan Kapasitas Usaha dan Perluas Pasar

Berkat KUR BRI, Pengusaha Kopra Asal Pati Berhasil Tingkatkan Kapasitas Usaha dan Perluas Pasar

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 10:11 WIB

×