Maskapai Turunkan Harga Tiket Setelah Ada Kepastian Harga Avtur Turun

Dwi Bowo Raharjo | Achmad Fauzi
Maskapai Turunkan Harga Tiket Setelah Ada Kepastian Harga Avtur Turun
Ketua Umum INACA Ari Askhara saat memberi keterangan terkait penerapan tarif batas atas dan tarif bawah pada maskapai penerbangan di Jakarta, Minggu (13/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Biaya operasional penerbangan saat ini masih membebani maskapai.

Suara.com - Indonesia National Air Carrier Association (INACA) atau Asosiasi Maskapai Dalam Negeri sepakat menurunkan tarif tiket pesawat. Inaca berani menurunkan tarif setelah didukung dengan adanya insentif dari pemangku kepentingan soal biaya operasi.

Ketua Umum INACA Ari Askhara mengatakan beberapa komponen biaya operasional penerbangan saat ini masih membebani maskapai. Misalnya saja, harga bahan bakar Avtur yang dinilai masih tinggi. Sebanyak 40-45 persen harga bahan bakar Avtur membebani biaya operasi sekali penerbangan.

Berdasakan data Pertamina Aviation, harga Avtur per Desember 2018 di Bandara Soekarno - Hata Tangerang, dipatok sebesar 58,60 sen dolar AS per liter.

"Dampaknya terhadap kinerja yang tadinya megap-megap, Ini ada Pak Awaludin (Angkasa Pura II), Pak Faik (Angkasa Pura I), Pak Novie (AirNav Indonesia) kita dapatkan support, sehingga kita bisa mengurangi biaya yang ditanggung airline. Beliau sudah komitemen untuk segera menurunkan biaya-biaya variable maskapai," ujarnya saat konferensi pers di Restoran Batik Kuring, Kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Ari kemudian menuturkan, jika ‎para maskapai mendapatkan kepastian adanya penurunan harga bahan bakar tersebut, maka maskapai tak segan-segan lagi untuk menurunkan harga tarif pesawat.

"Jadi kita udah dapat support dari BUMN, ESDM dan Kemenhub bahawa akan turunkan harga avtur khususnya di Jakarta," tutur Ari.

Ditempat yang sama, Direktur Utama Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, pihaknya bersama Angkasa Pura I akan memberikan insentif berupa diskon dari Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U). D

iskon itu misalnya pelayanan jasa pendaratan, jasa parkir pesawat, hingga jasa inap pesawat. Namun Awaluddin enggan menyebutkan berapa diskon yang diberikan kepada maskapai.

"‎Sepertinya ini lebih dinamis penetapan tarif. Intinya ini business to business dengan maskapai," pungkas dia.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS