Warga AS Lebih Senang Sewa Rumah Dibandingkan Beli, Ini Alasannya

RR Ukirsari Manggalani | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 06 Februari 2019 | 06:40 WIB
Warga AS Lebih Senang Sewa Rumah Dibandingkan Beli, Ini Alasannya
Kota New York, sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Meskipun memiliki penghasilan terbilang cukup besar, ternyata sebuah data menyatakan bahwa masyarakat di Amerika Serikat (AS) lebih senang menyewa rumah dibandingkan membelinya. Hal ini berbanding terbalik dengan masyarakat di Indonesia yang sulit untuk membeli rumah lantaran penghasilan minim sementara harga rumah terus melambung.

Kecenderungan warga AS untuk menyewa rumah itu didasarkan dari hasil analisa sebuah situs pencarian apartemen RentCafe, menggunakan data dari Biro Sensus. Dalam laporan ini disebutkan: jumlah rumah tangga AS yang berpenghasilan setidaknya 150 ribu dolar AS atau sekitar Rp 2,1 miliar per tahun memilih untuk menyewa daripada membeli rumah, atau meningkat 175 persen antara 2007 dan 2017.

Pusat bisnis dan teknologi seperti di kota San Francisco dan Seattle memiliki jumlah orang kaya yang menyewa rumah terbanyak.

"Dengan meningkatnya harga rumah, sepertinya hal ini adalah keputusan lebih baik yang bisa diverifikasi untuk menyewa lebih lama," kata Ciuntu.

"Mengingat bahwa di kota San Francisco, misalnya dengan anggaran 200 ribu dolar AS  Anda hanya membeli lahan sebesar 260 meter persegi, bisa dimengerti mengapa para penerima pendapatan teratas menyewa secara serius untuk mencoba (hunian), sebelum memutuskan apakah akan berinvestasi di properti ini atau tidak," ujarnya.

Bahkan, baik di kota San Francisco maupun New York, jumah orang kaya yang menyewa rumah melebihi jumlah orang kaya membeli (pemilik) rumah. Penyewa berpenghasilan tinggi di New York City, jumlahnya mencapai sekitar 250 ribu lebih banyak daripada di tempat lain di Negara Paman Sam.

Menyewa terbukti menjadi pilihan lebih fleksibel bagi mereka yang menikmati gaya hidup dinamis dan kaya. Dari sudut pandang lebih milenial, ini bukan lagi solusi singkat sebelum menetap, melainkan dunia "kemungkinan" yang menarik," imbuhnya.

Namun, antusiasme dalam menyewa rumah ini tidak berarti bahwa orang-orang kaya yang berpenghasilan tinggi, menolak kepemilikan rumah, menurut Ciuntu.

Antara 2007 dan 2017, Chicago menambah jumlah orang kaya yang memiliki rumah 9.800 orang lebih banyak daripada penyewa rumah berpenghasilan tinggi. Sementara di kota Seattle, jumlah orang kaya yang membeli rumah 13.400 orang lebih banyak dari penyewa, sementara di Denver pembeli properti mencapai hampir 18 ribu lebih banyak dibandingkan para penyewa rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Catat, Tips Liburan Hemat Biaya Saat Pelesir ke New York

Catat, Tips Liburan Hemat Biaya Saat Pelesir ke New York

Lifestyle | Rabu, 09 Januari 2019 | 15:23 WIB

Generasi Milenial Mau Punya Rumah? Ini Tipsnya dari Pengembang

Generasi Milenial Mau Punya Rumah? Ini Tipsnya dari Pengembang

Bisnis | Senin, 17 Desember 2018 | 13:24 WIB

Orang Super Kaya di Hong Kong Lebih Banyak Ketimbang di New York

Orang Super Kaya di Hong Kong Lebih Banyak Ketimbang di New York

Bisnis | Jum'at, 07 September 2018 | 07:19 WIB

Terkini

Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 13:36 WIB

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:45 WIB

Motor Ekonomi Baru, Kampung Nelayan Bisa Produksi hingga 2,15 Juta Ton Ikan per Tahun

Motor Ekonomi Baru, Kampung Nelayan Bisa Produksi hingga 2,15 Juta Ton Ikan per Tahun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:42 WIB

Harga CPO Melonjak, Harga Kakao Anjlok Tajam

Harga CPO Melonjak, Harga Kakao Anjlok Tajam

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:17 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 11:52 WIB

Perbankan Berbondong-bondong Beri Kredit Triliunan Rupiah ke Program MBG

Perbankan Berbondong-bondong Beri Kredit Triliunan Rupiah ke Program MBG

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 11:42 WIB

Trump akan Lanjutkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 100 Dolar AS

Trump akan Lanjutkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 100 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 11:27 WIB

Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Regulasi Alokasi APBD Jadi Penyebab?

Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Regulasi Alokasi APBD Jadi Penyebab?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 11:01 WIB

Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026

Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 10:07 WIB

Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025

Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 09:29 WIB