Kemenhub Ungkap Alasan Tiket Pesawat Masih Mahal

Bangun Santoso, Achmad Fauzi

Minggu, 10 Februari 2019 | 13:48 WIB
Kemenhub Ungkap Alasan Tiket Pesawat Masih Mahal
Ilustrasi pesawat. (Shutterstock)

Suara.com - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Polana B Pramesti membeberkan alasan harga tiket pesawat di beberapa maskapai masih tinggi. Salah satunya karena sedang masuk fase musim sepi atau low season pada Januari dan Februari.

Polana menjelaskan, low season menandakan bahwa penumpang pesawat sedang sepi. Sehingga kebanyakan maskapai memaksimalkan tarif tiket pesawat sesuai tarif batas atas.

"Kalau low season airline butuh hidup, itu salah satu sebabnya. Sebenarnya tidak terlalu tinggi, masih batas wajar," ujar Polana saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (10/2/2019).

Meskipun begitu, Polana meyakini saat ini maskapai tidak melanggar tarif tiket pesawat. Ia menyebut, tarif tiket pesawat saat ini sesuai dengan peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016 tentang Mekanisme Perhitungan Formula Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal dalam Negeri.

"Kalau harga tiket selama ini sebenarnya tidak ada yang melanggar masih di bawah tarif batas atas dan sesuai dengan PM 14 tahun 2016," kata dia.

Sebelumnya, Beredar kabar mengenai maskapai Lion Air yang hanya mengangkut tiga penumpang rute Padang-Jakarta. Sepi penumpang tersebut ditengarai oleh masih mahalnya harga tiket pesawat dan pengenaan bagasi berbayar.

Namun, lewat keterangan tertulisnya, pihak Lion Air menegaskan bahwa informasi bahwa penumpang yang diangkut Lion Air berjumlah tiga orang itu adalah tidak benar.

Dalam penjelasannya, Lion Air melayani tiga kali penerbangan berjadwal dari Padang menuju Soekarno-Hatta pada (08/ 02) dengan tingkat keterisian penumpang (load factor), terdiri nomor JT-253 mengangkut 104 penumpang, JT-353 mengangkut 109 penumpang dan JT-357 mengangkut 205 penumpang.

"Atas penyebaran informasi berupa berita yang dimaksud, sangat menyudutkan dan merugikan pihak Lion Air, maka Lion Air sedang menelusuri sumber berita serta mempelajari lebih lanjut, guna menentukan langkah berikutnya," demikian Lion Air dalam keterangannya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenhub Tepis Anggapan Penumpang Pesawat Sepi karena Tiket Mahal

Kemenhub Tepis Anggapan Penumpang Pesawat Sepi karena Tiket Mahal

Bisnis | Minggu, 10 Februari 2019 | 11:41 WIB

Kelebihan Bagasi, Citilink Kenai Tarif Hingga Rp 30.000 Per Kilogram

Kelebihan Bagasi, Citilink Kenai Tarif Hingga Rp 30.000 Per Kilogram

Bisnis | Selasa, 29 Januari 2019 | 09:05 WIB

Sepi Penumpang, Setiap Hari 40 Penerbangan di Lombok Dibatalkan

Sepi Penumpang, Setiap Hari 40 Penerbangan di Lombok Dibatalkan

Bisnis | Selasa, 29 Januari 2019 | 07:04 WIB

Diduga Ada Kartel Harga Tiket Pesawat, DPR Surati KPPU

Diduga Ada Kartel Harga Tiket Pesawat, DPR Surati KPPU

Bisnis | Sabtu, 26 Januari 2019 | 13:46 WIB

Penghapusan Free Bagasi Bisa Buat Penerbangan Sepi Penumpang

Penghapusan Free Bagasi Bisa Buat Penerbangan Sepi Penumpang

Bisnis | Jum'at, 25 Januari 2019 | 15:48 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×