Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Defisit APBN di Januari 2019 Capai Rp 45,6 Triliun

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 21 Februari 2019 | 06:43 WIB
Defisit APBN di Januari 2019 Capai Rp 45,6 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Januari 2019 masih mengalami defisit. Dia mencatat, defisit APBN 2019 pada Januari sebesar Rp 45,8 triliun.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut, defisit APBN pada Januari 2019 lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 37,7 triliun.

"Keseimbangan primer juga mengalami defisit sebesar Rp 22,8 triliun, yang juga sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun lalu Rp 14,2 triliun," ujar Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (20/2/2019).

Wanita yang akrab disapa Ani ini menuturkan, defisit yang terjadi pada APBN 2019 ini karena posisi belanja lebih tinggi dibandingkan pendapatan.

Dari sisi belanja, papar dia, belanja negara pada Januari 2019 sebesar Rp 153,8 triliun atau naik dibandingkan belanja tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp 139,4 triliun.

Kenaikan belanja negara didorong dari belanja pemerintah yang sebesar Rp 76,1 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 77,7 triliun.

"Belanja negara sudah 6,3 persen dari total belanja di APBN. Kalau lihat realisasi belanja kementerian/lembaga melonjak cukup tinggi sebesar Rp 32 triliun lebih tinggi dibandingkan tahun lalu Rp 20,2 triliun. Sementara, belanja non kementerian/lembaga Rp 44,1 triliun hampir sama dengan tahun lalu sebesar Rp 44,4 triliun," tutur dia.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan, dari pendapatan negara pada Januari 2019 mencapai Rp 108,1 triliun. Angka itu meningkat dibandingkan tahun lalu periode yang sama sebesar Rp 101,7 triliun.

"Dari sisi perpajakan sudah dikumpulkan Rp 89,8 triliun atau 5 persen dari target. Ini juga lebih tinggi dari tahun lalu yang terkumpul Rp 82,6 triliun atau 5,1 persen dari target kita," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Ekspor dari KB dan KITE Capai Rp 780,83 Triliun

Nilai Ekspor dari KB dan KITE Capai Rp 780,83 Triliun

Bisnis | Senin, 18 Februari 2019 | 14:34 WIB

Data BPS: Defisit 1,16 miliar Dolar AS Januari 2019 Paling Dalam Sejak 2014

Data BPS: Defisit 1,16 miliar Dolar AS Januari 2019 Paling Dalam Sejak 2014

News | Jum'at, 15 Februari 2019 | 12:38 WIB

APBN Pemerintah Disebut Bocor, Jokowi: Hitungannya dari Mana?

APBN Pemerintah Disebut Bocor, Jokowi: Hitungannya dari Mana?

News | Senin, 11 Februari 2019 | 02:00 WIB

Terkini

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:22 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:56 WIB

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:54 WIB

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB