Harga Terus Turun, Pemerintah Siapkan Jurus Agar Harga Karet Alam Naik

Dwi Bowo Raharjo, Achmad Fauzi

Senin, 25 Februari 2019 | 21:26 WIB
Harga Terus Turun, Pemerintah Siapkan Jurus Agar Harga Karet Alam Naik
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution (tengah). (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Pemerintah akan membuat kebijakan baru untuk membuat harga karet meningkat lagi. Salah satunya dengan cara membuat kebijakan bersama dengan negara penghasil karet Thailand dan Malaysia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, saat ini harga karet sudah tidak sesuai dengan suplai dan permintaan. Dia menerangkan, saat ini pasokan karet sedang banyak, namun permintaannya hanya sedikit, sehingga mempengaruhi harga karet tersebut.

"Berarti tidak sesuai dengan fundamentalnya. Itu karena, pembentukan harga karet alam langsung atau tidak langsung dipengaruhi oleh bursa-bursa feature market. Terutama di Shanghai, di Singapura juga ada," ujar Darmin dalam konferensi pers, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (25/2/2019).

Untuk diketahui, patokan harga karet internasional berdasarkan bursa Tokyo Commodity Exchange (TOCOM). Berdasarkan Bloomberg, harga karet sebesar 196.80 yen per kilo gram atau setara Rp 24.696 (1 yen = Rp 126).

Darmin mengungkapan, kebijakan tersebut bisa dilakukan tiga negara yakni Indonesia, Thailand, dan Malaysia sepakat untuk mengurangi ekspor karet sebesar 200 ribu-300 ribu ton. Kemudian nantinya, pemerintah masing-masing negara akan kembali lagi menghitung untuk berapa proposional produk karet.

"Saat ini produksi karet Thailand masih pertama sebesar 52 persen, tempat kedua Indonesia 38 persen, dan Malaysia kira-kira 10 persen. Bisa terjadi harga meningkat sedikit lebih tinggi dari fundamentalnya, setelah 3 bulan berlaku harga tdk turun lagi. Kebijakan kedua akan bekerja," imbuh dia.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini melanjutkan, jika kebijakan pertama tidak manjur, maka ketiga negara sudah menyiapkan kebijakan kedua yaitu, mempromosikan penggunaan karet alam di dalam negeri. Saat ini, karet alam sudah dipergunakan di industri ban.

"Tapi, kita baru mulai menggunakan karet alam sebagai aspal. Itu jalan. Baru mulai tahun ini dan belum banyak. Akan gunakan sebanyak mungkin di mana Menteri PU sedang menyelesaikan standar aspal yang dicampur dengan karet. Baik untuk di pusat, provinsi, dan kabupaten. Sehingga jumlahnya akan cukup besar," ucap dia.

Darmin menerangkan, jika rencana tersebut tak berhasil kebijakan terakhir pemerintah akan melakukan peremajaan perkebunan karet. Artinya, dalam perkebunan karet tidak hanya ditanam bibit tanaman karet, tetapi tanaman komoditas lainnya. Saat ini terdapat 3,6 juta hektare perkebunan karet di Indonesia.

baca juga

"1 hektare diremajakan karet rakyat, maksimal yang ditanam karet 0,6 ha Cukup 60 persen, nanti 40 persen terserah rakyat mau menanam apa, kopi, holtikultura, terserah saja. Dengan demikian, kalau kita bisa meremajakan besar tiap tahun, itu akan kemudian bisa menyerap atau mengurangi juga sementara," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temui Petani Karet di Jambi, Sandiaga Teken Kontrak Politik

Temui Petani Karet di Jambi, Sandiaga Teken Kontrak Politik

News | Jum'at, 25 Januari 2019 | 17:23 WIB

Terkini

Insentif SPPG dari Rp 6 Juta/Hari ke Rp 2.000/Porsi Jadi Upaya Reformasi BGN

Insentif SPPG dari Rp 6 Juta/Hari ke Rp 2.000/Porsi Jadi Upaya Reformasi BGN

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Pembelaan Menohok Justin Hubner soal Kritik Pedas Publik ke John Herdman

Pembelaan Menohok Justin Hubner soal Kritik Pedas Publik ke John Herdman

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Meski Harga Pangan Naik, BI Yakin Inflasi Tetap Sesuai Target

Meski Harga Pangan Naik, BI Yakin Inflasi Tetap Sesuai Target

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Sosok Dewi Yuali, Istri Kapolri Suyudi Ario Seto yang Lulusan Akpol dan Putri Jenderal Polisi

Sosok Dewi Yuali, Istri Kapolri Suyudi Ario Seto yang Lulusan Akpol dan Putri Jenderal Polisi

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:32 WIB

Perseteruan Jusuf Hamka vs Hary Tanoe Diklaim Berdampak ke Saham MNC Group

Perseteruan Jusuf Hamka vs Hary Tanoe Diklaim Berdampak ke Saham MNC Group

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:31 WIB

Gen Z Makin Cari Pengalaman, Kemenpar Dorong Wisata Indonesia yang Lebih Personal

Gen Z Makin Cari Pengalaman, Kemenpar Dorong Wisata Indonesia yang Lebih Personal

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Sidang Perdana TPPU Febrie Adriansyah Dkk Digelar 7 Oktober, Ini Agendanya

Sidang Perdana TPPU Febrie Adriansyah Dkk Digelar 7 Oktober, Ini Agendanya

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Update Kasus Korupsi Bekasi, KPK Telurusi Vila Milik Polisi Yayat Sudrajat di Subang

Update Kasus Korupsi Bekasi, KPK Telurusi Vila Milik Polisi Yayat Sudrajat di Subang

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Ciri-ciri Sepatu ASICS Original, Ini Perbedaannya dengan yang KW

Ciri-ciri Sepatu ASICS Original, Ini Perbedaannya dengan yang KW

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Mitchell Baker Menggila dengan 5 Gol, Kini Bidik Trofi Pertama Timnas Indonesia

Mitchell Baker Menggila dengan 5 Gol, Kini Bidik Trofi Pertama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:25 WIB

×