Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Minyak Kelapa Sawit Ditolak, Pengusaha Indonesia Bakal Lawan Uni Eropa

Pebriansyah Ariefana, Achmad Fauzi

Selasa, 26 Februari 2019 | 20:57 WIB
Minyak Kelapa Sawit Ditolak, Pengusaha Indonesia Bakal Lawan Uni Eropa
Ketua Umum Gapki, Joko Supriyono. (Suara.com/Fauzi)

Suara.com - Pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) bakal melawan Uni Eropa‎. Pasalnya, minyak kelapa sawit tidak lolos pasar Uni Eropa.

Ketua Umum Gapki, Joko Supriyono mengatakan, tidak lolosnya minyak kelapa sawit Indonesia karena uni eropa membuat kebijakan Renewable Energy Directive II (RED II).

Dalam kebijakan itu, Uni Eropa menganggap kelapa sawit sebagai tanaman berisiko tinggi terhadap deforestasi. Seh‎ingga, minyak kelapa sawit Indonesia sulit masuk ke pasar Uni Eropa.

"‎Kita fight lah. kan di postpone 2030. kan ada berbagai regulasi dan termasuk kan ini baru semacam draft studi. tapi pas ini disetujui kan jadi dasar. kita harus kompak untuk bilang nggak setuju," ujar Joko saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).

Meski begitu, Joko bakal menyiapkan strategi ‎terlebih dahulu untuk melawan kebijakan Uni Eropa tersebut. Dalam hal ini, kata Joko, para pengusaha akan berkoordinasi dengan pemerintah.

"Kami perlu formulasikan nanti dengan berbagai pihak supaya bisa kita ini nanti. Sebagai respon Indonesia yang tidak menyatakan tidak setuju dan kami juga harus siap-siap jika nanti terjadi dispute bagaimana kami menghadapinya," jelas dia.

Joko menambahkan, pasar minyak ekpor kelapa sawit Indonesia di Uni Eropa sangat besar. Sehingga, jika memang minyak kelapa sawit ditolak masuk maka dampaknya akan besar bagi industri kelapa sawit di Indonesia.

"‎Pasar kita cukup besar. meskipun beberapa tahun ini turun. tapi kan kita bisa masuk dalam biodiesel atau CPO lalu mereka orang. dampaknya jadi sangat penting," pungkas dia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Brexit, Jaguar Land Rover Tutup Pabrik dan PHK Karyawan

Imbas Brexit, Jaguar Land Rover Tutup Pabrik dan PHK Karyawan

Bisnis | Rabu, 30 Januari 2019 | 09:08 WIB

Tak Ada Kesepakatan Brexit, Adidas Khawatir Bisnis di Eropa Terganggu

Tak Ada Kesepakatan Brexit, Adidas Khawatir Bisnis di Eropa Terganggu

Bisnis | Rabu, 23 Januari 2019 | 08:07 WIB

Nantikan: Produk BBM Pertamina yang Ramah Lingkungan

Nantikan: Produk BBM Pertamina yang Ramah Lingkungan

Otomotif | Senin, 21 Januari 2019 | 16:00 WIB

Pergoki dan Tembak Pencuri Sawit, Penjaga Keamanan Kebun Serahkan Diri

Pergoki dan Tembak Pencuri Sawit, Penjaga Keamanan Kebun Serahkan Diri

News | Senin, 31 Desember 2018 | 15:30 WIB

Pasar Kendaraan Penumpang Eropa Tumbuh Setelah Hampir Setahun

Pasar Kendaraan Penumpang Eropa Tumbuh Setelah Hampir Setahun

Otomotif | Selasa, 20 November 2018 | 18:06 WIB

Terkini

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:44 WIB

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:26 WIB

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:38 WIB

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:39 WIB

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:31 WIB

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:25 WIB

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:21 WIB

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:04 WIB

×