Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Jatuh Lagi, FAA Minta Desain dan Teknologi Boeing 737 Max 8 Diubah

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 12 Maret 2019 | 07:43 WIB
Jatuh Lagi, FAA Minta Desain dan Teknologi Boeing 737 Max 8 Diubah
Ilustrasi pesawat Boeing milik Ethiopian Airlines mendarat di Beijing, China pada 2016 lalu. [Shutterstock]

Suara.com - Otoritas Penerbangan Amerika Serikat Federal Aviation Administration (FAA) meminta Boeing untuk mengubah desain dan teknologi Boeing 737 Max 8.

Hal ini imbas dari kecelakan terakhir pada jenis pesawat itu milik Ethiopian Airlines.

FAA meminta Boeing bisa menyelesaikan perubahan desain dan teknologi pesawat jenis tersebut paling lambat bulan April.

"Peningkatan sistem kontrol penerbangan, yang mengurangi ketergantungan pada prosedur yang terkait dengan item memori pilot yang diperlukan," kata FAA seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (12/3/2019).

FAA melanjutkan, Boeing juga telah berencana untuk memperbaharui persyaratan pelatihan dan manual kru penerbangan untuk mengikuti perubahan desain ke sistem perlindungan otomatis yang disebut Maneuvering Characteristics Augmentation System atau MCAS. Perubahan juga termasuk aktivasi MCAS dan peningkatan sinyal.

FAA mengatakan dalam pemberitahuan bahwa laporan eksternal menarik kesamaan antara kecelakaan di Ethiopia dan kecelakaan fatal sebelumnya di lepas pantai Indonesia yang menewaskan 189 orang di dalamnya.

Seperti kecelakaan sebelumnya, yang melibatkan penerbangan Lion Air yang jatuh 13 menit setelah lepas landas, pilot telah melaporkan masalah dengan pesawat dan meminta izin untuk melakukan pendaratan darurat sebelum kehilangan kontak dengan kontrol darat.

Sekretaris transportasi AS, Elaine Chao mengatakan bahwa regulator tidak akan ragu untuk bertindak jika mereka menemukan masalah keselamatan.

Sebelumnya, sebuah Pesawat Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines terjatuh tak lama setelah lepas landas.

Pesawat yang mengangkut 149 penumpang dan delapan awak penerbangan ini jatuh di kota Bishoftu atau 62 kilometer dari Ibu Kota Addis Ababa.

Seperti dilansir Reuters, pesawat dengan kode penerbangan ET 302 menuju Nairobi itu meninggalkan bandara Bole di Addis Ababa pada pukul 8.38 pagi waktu setempat, tapi pada 8.44 pagi otoritas layanan navigasi kehilangan kontak pesawat tersebut.

"Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung dan kami tidak memiliki informasi yang dikonfirmasi tentang selamat atau kemungkinan korban," kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lion Air Ikut Hentikan Operasional 10 Pesawat Boeing 737 Max 8

Lion Air Ikut Hentikan Operasional 10 Pesawat Boeing 737 Max 8

Bisnis | Selasa, 12 Maret 2019 | 06:45 WIB

Kemenhub Larang Sementara Operasional Pesawat Boeing 737 MAX 8

Kemenhub Larang Sementara Operasional Pesawat Boeing 737 MAX 8

Bisnis | Senin, 11 Maret 2019 | 17:19 WIB

Kisah Antonis Ketinggalan Ethiopian Airlines sehingga Terhindar dari Maut

Kisah Antonis Ketinggalan Ethiopian Airlines sehingga Terhindar dari Maut

News | Senin, 11 Maret 2019 | 14:34 WIB

Terkini

Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan

Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:00 WIB

Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar?

Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar?

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:57 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026

Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:50 WIB

5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli

5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:32 WIB

Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini

Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:29 WIB

Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?

Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:18 WIB

Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk

Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:15 WIB

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:12 WIB

Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK

Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:49 WIB

IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan

IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:29 WIB