Ribuan Petani Bali Siap Jadi Pahlawan Pangan Era Milenial

Fabiola Febrinastri

Selasa, 12 Maret 2019 | 18:14 WIB
Ribuan Petani Bali Siap Jadi Pahlawan Pangan Era Milenial
Sebanyak 11.325 petani dari pelosok Bali yang siap menjadi pahlawan pangan di era milenial. (Dok: Kementan)

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah fokus mencetak sumber daya manusia pertanian yang mampu berproduksi secara modern dan berorientasi ekspor. Setidaknya ada 11.325 petani dari pelosok Bali yang siap menjadi pahlawan pangan di era milenial, dengan menjadi bagian dari gerakan nasional satu juta petani mileinial di Indonesia.

Gerakan ini diharapkan dapat melahirkan generasi pertanian yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan mampu mendorong mewujudkan Indonesia lumbung pangan dunia 2045. Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro, saat menyapa 453 pewakilan Gabungan Kelompok Tani yang hadir dalam Pencanangan Gerakan Petani Milenial Provinsi Bali di Bagus Agro Pelaga, Kabupaten Badung, Bali.

“Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi salah satu program prioritas pemerintah dalam hal peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia. Gerakan petani milenial ini diharapkan dapat mengubah pola pikir dan meningkatkan kapasitas petani ke arah yang lebih modern, meski tidak berada dalam range umur 19 - 39 tahun," ujarnya.

Pengelolaan sistem pertanian dengan teknologi modern, tambahnya, merupakan wajah pertanian masa kini yang harus dibentuk karena dipercaya mampu menarik dan menjaga minat generasi muda terhadap sektor agraris.

“Tiga tahun terakhir ini, selain menerapkan berbagai kebijakan dan program terobosan, Bapak Amran, Menteri Pertanian kita, juga telah membagikan ribuan alat mesin pertanian hingga bibit unggul ke petani seluruh Indonesia” ungkap Syukur.

Hasilnya, lanjut Syukur, gambaran sektor pertanian Indonesia saat ini semakin membanggakan, tidak hanya mampu menekan inflasi pangan hingga menyentuh angka 1,26 persen pada 2017, tetapi sektor pertanian juga mampu menghasilkan peningkatan ekspornya hingga Rp 416 triliun dan investasi pertanian hingga Rp 61,6 triliun pada 2018.

“Apresiasi tinggi terhadap Provinsi Bali yang memiliki andil besar, sehingga capaian tersebut terwujud. Inflasi pangan provinsi Bali 2017 minus 0,7 persen. Artinya, lebih kecil dari 1 persen, itu namanya deflasi. Indikatornya, harga pangan stabil. Kalau kita simak lagi, volume ekspor di Provinsi Bali selama empat tahun naik 199,4 persen, dan 75 persen dari perkebunan, termasuk kopi,” terang Syukur.

Ia berharap, capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Salah satunya melalui gerakan petani milenial ini.

Semangat milineal yang dianggap fasih mengadopsi teknologi dalam beragam aspek bisnis diprediksi akan membawa pembaruan dalam pembangunan pertanian ke depan.

baca juga

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, menyambut baik gerakan petani milenial yang dicanangkan di Bali. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor pendorong pembangunan bidang ekonomi di Bali.

Pembangunan pertanian, di samping diarahkan untuk meningkatkan ketahanan pangan, dan memacu pertumbuhan perekonomian daerah, juga berperan penting dalam penyediaan lapangan kerja.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini, mengingat luas lahan pertanian di Bali mecapai 353.000 hektare lebih, atau 62,7 persen dari luas Pulau Bali. Sebagian besar mata pencaharian penduduk Bali juga masih bertumpu pada sektor pertanian,” paparnya, mewakili Gubernur Bali.

Sambutan positif atas hadirnya gerakan petani milineal ini datang dari seorang sarjana lulusan pariwisata yang memilih menjadi petani, Kadek Kamardiyana, yang saat ini tengah mengembangkan pertanian dengan konsep pariwisata di Kabupaten Gianyar bersama dengan kelompok tani bernama Mai Organik. Ia fokus pada tanaman hortikultura.

“Ini salah satu cara pemanfaatan potensi generasi muda dalam pembangunan pertanian. Gerakan ini sangat bagus dalam meregenerasi petani, karena mereka perlu diedukasi dengan teknologi sehingga pengolahan lahan pertanian tidak stagnan. Saya berharap semakin banyak generasi muda yang mau terjun ke dunia pertanian,” ujarnya.

Selain diberi bantuan berupa sarana produksi, bibit/benih, pupuk dan alat mesin pertanian, Kementan, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan juga memberikan bimbingan teknis terkait teknologi pertanian dan pengelolaan usaha tani. Edukasi ini diharapkan dapat mentransformasi sektor pertanian ke arah yang lebih kekinian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan - Perteta Bangun Gudang Alsintan di 5 Lokasi di Indonesia

Kementan - Perteta Bangun Gudang Alsintan di 5 Lokasi di Indonesia

Bisnis | Selasa, 12 Maret 2019 | 08:33 WIB

Kementan: Bantuan Mesin Pertanian Mampu Tekan Biaya Operasional Petani

Kementan: Bantuan Mesin Pertanian Mampu Tekan Biaya Operasional Petani

Bisnis | Senin, 11 Maret 2019 | 08:58 WIB

Dukung Nawa Cita, Kementan Gencar Cetak Lahan Sawah Baru

Dukung Nawa Cita, Kementan Gencar Cetak Lahan Sawah Baru

Bisnis | Jum'at, 08 Maret 2019 | 08:21 WIB

Panen Jagung, Kementan Gandeng Peternak Serap Jagung Petani

Panen Jagung, Kementan Gandeng Peternak Serap Jagung Petani

Bisnis | Rabu, 06 Maret 2019 | 14:47 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×