BUMN Tawarkan Peluang Magang Bersertifikat pada 9.000 Mahasiswa

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
BUMN Tawarkan Peluang Magang Bersertifikat pada 9.000 Mahasiswa
Penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (20/3/2019). (Dok : Bank Mandiri).

Ini dilakukan untuk mengembangkan diri dan menjajal dunia kerja secara profesional.

Suara.com - Perusahaan di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan membuka kesempatan kepada 9.000 mahasiswa untuk mengikuti program magang mahasiswa bersertifikat (PMMB) tahun ini.  Hal tersebut dilakukan untuk mengembangkan diri dan menjajal dunia kerja secara professional.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program "BUMN Goes to Campus",  yang dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT Kementerian BUMN. Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan, PMMB ini didesain untuk membantu menyiapkan lulusan perguruan tinggi yang siap bekerja dan mampu bersaing.

Adapun waktu pelaksanaan PMMB minimal enam bulan dan programnya diakui sebagai bagian dari SKS mahasiswa di kampus masing-masing.

"Tahun 2018, BUMN sudah punya PMMB dan berlangsung dengan sukses. Semangatlah untuk ikut magang bersama BUMN. Harapan kami, mahasiswa yang ikut dapat betul-betul merasakan manfaat BUMN, sehingga dapat memberi semangat kepada mahasiswa yang belum ikut PMMB," kata Rini, usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, di Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (20/3/2019).

Kementerian BUMN berharap, PPMB ini menjadi langkah nyata link and match kurikulum PTN/PTS dengan kebutuhan industri yang telah lama diinisiasi dan diharapkan menjawab gap yang selama ini masih terjadi di lapangan.

Program ini sangat positif karena mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja yang nyata di dunia industri, mendapatkan sertifikat kompetensi, dan atau sertifikat industri, mendapatkan uang saku, serta memiliki kesempatan pertama jika ada program perekrutan di BUMN.

Program ini juga diharapkan menjadi langkah strategi meningkatkan kualitas lulusan PTN dan PTS dengan terjun langsung di industri untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh di lingkungan pendidikan.

PMMB pertama kali dilakukan pada 20 Mei 2018 dan telah menyerap 1.687 mahasiswa dari 28 PTN dan PTS yang magang di 40 BUMN. Pada ini, 9.000 peserta magang dari 231 perguruan tinggi ditargetkan akan melaksanakan 2 batch, di mana pada batch-1 BUMN telah membuka 4.280 posisi di 113 BUMN.

Kementerian BUMN pun menargetkan jumlah mahasiswa magang di akhir tahun 2020 mencapai 20.000 dan tersebar di 143 BUMN di seluruh Nusantara. Pada program BUMN Goes to Campus itu, Rini jjuga memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa Universitas Siliwangi mengenai komitmen perusahaan BUMN untuk berkontribusi secara optimal kepada negeri dan menjadi agen pembangunan serta terus mendorong BUMN menjadi pemain dunia.

“Sebagai agen pembangunan, BUMN terus mendukung aktifitas pembangunan ekonomi dengan program pemerintah untuk menciptakan multiplier effect ekonomi nasional,” katanya.

Saat ini, menurutnya, 143 perusahaan negara terus berkembang dan telah bekerja nyata untuk membangun Indonesia yang lebih maju. Misalnya, untuk konektivitas darat, BUMN telah memperbaiki 45 lokasi stasiun kereta, merehabilitasi jalur kereta 394,6 kilometer dan mereaktivasi 178,8 kilometer rel kereta di Jawa Barat.

Selain itu, BUMN juga tengah membangun LRT Jabodetabek dengan 18 stasiun dan 51,5 kilometer lintasan rel. Sedangkan jalan tol baru yang telah beroperasi juga telah mencapai 476 kilometer hingga akhir tahun 2018.

Tak hanya itu, BUMN juga telah membangun 27 pelabuhan baru dan menyiapkan 100 kapal pendukung tol laut.

“Dan salah satu yang terpenting adalah rasio elektrifikasi di Indonesia yang telah mencapai 97,2 persen, kemudian jaringan serat optik baru telah terbentang sepanjang 161 kilometer sehingga semakin memudahkan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia mengakses informasi,” ujar Rini.

Peresmian Rice Milling Unit (RMU)
Dalam kesempatan terpisah, Rini juga meresmikan pengoperasian dua pusat pengolahan gabah dan beras (rice milling unit/RMU) di Kabupaten Ciamis, yakni di Kecamatan Pamarican dan Kecamatan Jamanis. RMU yang dibangun oleh 2 perusahaan BUMN, yakni Bank Mandiri dan BRI tersebut, merupakan bentuk dukungan perusahaan negara kepada upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan petani melalui konsep kewirausahaan petani.

Rini menjelaskan, konsep kewirausahaan petani mensinkronkan empat kegiatan petani, yaitu pra tanam, tanam, panen dan pascapanen dalam sebuah entitas bisnis berbentuk PT yang dikelola secara professional serta dimiliki oleh rakyat setempat , yaitu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan BUMNDesa.

“Konsep ini akan dapat mendorong kemandirian petani, karena proses pengelolaan hasil tanam hingga pemasaran dilakukan oleh petani secara profesional dan diawasi secara bersama-sama, sehingga bisa didapatkan hasil yang optimal,” katanya.

Ia mencontohkan, RMU Pamarican yang telah selesai dibangun oleh Bank Mandiri pada September 2018, sudah bisa memproduksi hingga lebih dari 700 ton beras berkualitas baik hingga Februari 2019.Beras dengan brand "Si Geulis" itu telah dipasarkan secara online di blanja.com, tokopedia, bukalapak, jd.id, dan shopee.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS