Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.935

Sriyono, Perajin Kain Pantai yang Mendunia dari Sukoharjo

Fabiola Febrinastri

Rabu, 24 April 2019 | 10:04 WIB
Sriyono, Perajin Kain Pantai yang Mendunia dari Sukoharjo
Sriyono, perajin kain pantai dari Sukoharjo, Jawa Tengah. (Dok : LPDB - KUMKM)

Suara.com - Di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, banyak pelaku UMKM yang sukses membangun usahanya setelah mendapat pinjaman bunga lunak dari LPDB, melalui BPR Kartarsura Makmur. Salah satu kisah sukses tersebut dialami seorang lelaki paruh baya bernama Sriyono.

Bakat kecilnya dalam dunia seni batik telah mengantarkan Sriyono ke pintu gerbang kesuksesan dengan mengembangkan bisnis kain pantai. Pasarnya pun sampai tembus ke luar negeri, baik Asia maupun Eropa.

Sriyono mulai menekuni bisnis kain pantai dari level pekerja buruh pembuat batik tulis di Kota Solo, Jateng, pada 1975. Kecintaannya membuat batik rupanya telah membuat ilmu dan pengalamannya bertambah, terutama dalam hal teknik pewarnaan dan ornamen lukisan.

Singkat cerita, Sriyono memutuskan berhenti bekerja sebagai perajin batik dan mulai mencoba membangun usaha sendiri dengan membuat kain pantai pada 1995. Di awal kariernya, Sriyono bekerja hanya ditemani sang istri, dengan menyewa kontrakan untuk tinggal berdua sekaligus tempat produksi.

Dengan modal pengalaman, kala itu Sriyono hanya mau membuat kain pantai jika ada pesanan dengan sistem down payment (DP). Baru dua tahun merintis usahanya, ia jatuh karena terkena dampak krisis moneter. Bahan baku kain putih sangat mengandalkan impor dan tergantung pada mata uang dolar Amerika Serikat.

Namun demikian, Sriyono tak menyerah. Pada 2000, ia mencoba memulai lagi membangun usahanya dengan mengajukan pinjaman dari BPR Kartasura Makmur.

Uang pinjaman itu ia gunakan untuk membeli sebidang tanah dan bahan baku. Pelan-pelan bisnisnya terlihat semakin maju.

Banjir pesanan pun tak terbendung lagi. Ia mulai merekrut karyawan, dari lima orang, kini terus bertambah menjadi 30 orang. Rupanya keberadaan Sriyono telah membawa berkah tersendiri bagi warga di Desa Krajan, Kelurahan Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Betapa tidak, Sriyono adalah satu-satunya orang yang pertama kali membawa bisnis kain pantai di sini. Ia menularkan ilmu kepada warga sekitar untuk menekuni bisnis kain pantai, sehingga kini Desa Krajan dikenal sebagai perajin kain pantai.

baca juga

"Dulu waktu saya ke sini, Desa Krajan masih sepi. Saya bawa kain pantai ke sini dan banyak orang tertarik ingin belajar. Jadi mereka yang sudah membangun usaha sendiri, dulunya adalah karyawan saya. Alhamdulillah, kini Desa Krajan dikenal sebagai pusat kain pantai di Indonesia, bahkan dunia," ujarnya.

Sriyono juga menyadari bahwa kemampuannya terbatas, sehingga ia tidak bisa memenuhi seluruh permintaan pasar. Ia pun mengajak masyarakat setempat untuk belajar dan mencoba menekuni bisnis itu.

Soal ilmu, Sriyono dikenal tidak pelit berbagi pada tetangga dan masyarakat. Ia bahkan dikenal sebagai seorang yang jenius, meski hanya lulusan sekolah dasar.

Melalui tangan dinginnya, Sriyono mampu menciptakan bahan atau obat mematikan warna, sehingga warna kain yang dihasilkan tidak luntur. Kain pantai miliknya dikenal sangat berkualitas.

"Saya buat bahan mematikan warna, karena kalau saya beli di toko, mahal, dan kualitasnya juga tak begitu bagus. Lalu saya coba eksperimen. Satu kali dua kali gagal, ketiganya berhasil. Bahannya ternyata sangat sederhana, hanya dengan garam dan soda. Bahan yang saya buat bukan hanya sekadar murah, tapi menurut saya, jauh berkualitas. Kalau dulu beli di toko, sekarang saya bisa lebih hemat Rp 800 ribu untuk per kilogramnya," jelasnya.

Untuk memperkuat bisnisnya, Sriyono kembali mengajukan pinjaman ke BPR Kartasura Makmur dengan jumlah Rp 500 juta. Sebanyak Rp 300 juta untuk beli lahan dan Rp 200 juta untuk beli bahan baku.

Diakuinya, untuk mengelola bisnis kain pantai diperlukan lahan yang luas di area persawahan agar bisa menjemur kain yang sudah diberikan pewarna. Kini seiring dengan berjalannya waktu, usaha Sriyono meningkat.

Lelaki berusia 60 tahun ini sudah memiliki tanah 5.000 meter untuk dijadikan tempat usaha.

"Dalam sehari kita bisa menghasilkan 4.000 potong kain. Itu pun kita belum bisa memenuhi semua permintaan pasar, karena produksi kain pantai juga dikirim ke Brazil, Argentina, Malaysia, Filipina, dan China. Untuk nasional, kita juga kirim ke pasar Tanah Abang Jakarta dan Bali. Yang pasti, produksi kain pantai Krajan paling banyak di dunia. Pekalongan dan Yogyakarta sekarang sudah kalah, larinya pada ke sini," tandasnya.

Makmur Bersama UMKM
Kesuksesan Sriyono tak lepas dari peran BPR Kartasura Makmur dan LPDB - KUMKM. Menurut Indrayani Pribadi, Direktur Utama BPR Kartasura Makmur, kerja sama dengan LPDB - KUMKM berperan besar dalam meningkatkan performa bank yang dikelolanya.

Masyarakat semakin banyak yang mengajukan pinjaman bunga lunak ke BPR Kartasura Makmur. Jika menggunakan program reguler, bunganya bisa mencapai 1,2 persen, namun di LPDB bunganya 0,85 persen.

"Dari situ kita merasa terbantu. Orang jadi semakin banyak mengajukan pinjaman ke kita, karena ada program bunga yang lebih murah. Otomatis kita juga semakin dikenal dan dipercaya masyarakat," katanya.

Menurutnya, program LPDB - KUMKM telah banyak memberikan manfaat dan keuntungan, bukan hanya BPR tapi juga para pelaku UMKM.

"Kalau untuk nasabah keuntungannya jelas, dia bisa membayar kepada kami tidak seperti biasa. Katakanlah dia biasanya membayar angsuran kepada kami Rp 5 juta. Dengan adanya LPDB, bayarnya menjadi berkurang, yaitu Rp 4,5 juta, sisanya Rp 500 ribu bisa dibelanjakan untuk yang lain. Keuntungannya itu sebenarnya ada di end user," tandasnya.

Ia melihat keberadaan LPDB - KUMKM sangat dibutuhkan masyaraka,  karena tidak ada bank manapun yang mau menawarkan pinjaman dengan bunga terendah seperti LPDB - KUMKM. Indrayani berharap, LPDB - KUMKM bisa tambah maju dan berkembang dengan beragam inovasi dan layanan baru.

Baik Indrayani dan Sriyono, mereka menyampaikan terima kasih kepada LPDB - KUMKM, karena melalui program bunga lunak, usaha mereka terbantu dan berkembang lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LPDB - KUMKM Terus Genjot Pengalihan Dana Bergulir di Sumbar

LPDB - KUMKM Terus Genjot Pengalihan Dana Bergulir di Sumbar

Bisnis | Jum'at, 29 Maret 2019 | 09:55 WIB

LPDB - KUMKM dan UKM Center UI Ukur Manfaat Dana Bergulir

LPDB - KUMKM dan UKM Center UI Ukur Manfaat Dana Bergulir

Bisnis | Kamis, 14 Maret 2019 | 11:22 WIB

LPDB-KUMKM Harap Penyaluran Dana di Sumbar Capai Rp 100 M

LPDB-KUMKM Harap Penyaluran Dana di Sumbar Capai Rp 100 M

Bisnis | Selasa, 05 Maret 2019 | 10:15 WIB

LPDB-KUMKM Gelar Rekonsiliasi Pengalihan Dana Bergulir

LPDB-KUMKM Gelar Rekonsiliasi Pengalihan Dana Bergulir

News | Senin, 17 Desember 2018 | 17:05 WIB

Terkini

Prosesi Wisuda Lama? Ini 9 Barang Kecil tapi Bermanfaat yang Wajib Dibawa

Prosesi Wisuda Lama? Ini 9 Barang Kecil tapi Bermanfaat yang Wajib Dibawa

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:50 WIB

3 Cara Mengecek Smartwatch Anti Air, Teliti Sebelum Beli

3 Cara Mengecek Smartwatch Anti Air, Teliti Sebelum Beli

Tekno | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:41 WIB

Kepengurusan Golkar Riau Disahkan, Ketua Yulisman: Tak Usah Sikut-sikutan

Kepengurusan Golkar Riau Disahkan, Ketua Yulisman: Tak Usah Sikut-sikutan

Riau | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:33 WIB

Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak! Bus Adu Banteng 35 Orang Tewas

Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak! Bus Adu Banteng 35 Orang Tewas

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:30 WIB

Prabowo Sebut Pengkritik Londo Ireng: Narasi Kecurigaan yang Terus Berulang

Prabowo Sebut Pengkritik Londo Ireng: Narasi Kecurigaan yang Terus Berulang

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:25 WIB

Elce Putri Bontong, Mantri BRI yang Buka Akses Perbankan di Toraja Utara

Elce Putri Bontong, Mantri BRI yang Buka Akses Perbankan di Toraja Utara

Sulsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:18 WIB

Mantri BRI Buka Akses Perbankan hingga Pegunungan Toraja

Mantri BRI Buka Akses Perbankan hingga Pegunungan Toraja

Kalbar | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:14 WIB

GEMPAR Dorong Pasar Kebonagung Berkembang sebagai Destinasi Wisata Kuliner

GEMPAR Dorong Pasar Kebonagung Berkembang sebagai Destinasi Wisata Kuliner

Jogja | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:13 WIB

Dedikasi Mantri BRI Layani Pegunungan Toraja Utara

Dedikasi Mantri BRI Layani Pegunungan Toraja Utara

Sumbar | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:10 WIB

Summer Time Rendering Resmi Diadaptasi Jadi Film Live Action, Tayang 2027

Summer Time Rendering Resmi Diadaptasi Jadi Film Live Action, Tayang 2027

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:10 WIB

×