Untung Rp 21,67 Triliun, Astra International Bagi Dividen Rp 8,66 T

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 25 April 2019 | 14:09 WIB
Untung Rp 21,67 Triliun, Astra International Bagi Dividen Rp 8,66 T
PT Astra International Tbk (ASII) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - PT Astra International Tbk (ASII) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Hasilnya, perseroan setuju membagikan hasil keuntungan atau dividen sebesar Rp 8,66 triliun atau Rp 214,13 per lembar saham kepada pemegang saham.

Dalam hal ini, Astra membagikan dividen secara bertahap, tahap awal sebesar Rp 2,42 triliun telah dibayarkan pada 31 Oktober 2018. Pemberian dividen ini, karena perseroan berhasil meraup laba bersih Rp 21,67 triliun.

"Sisanya, sebesar Rp 154,13 per lembar saham atau seluruhnya berjumlah Rp 6,23 triliun akan dibayarkan pada tanggal 24 Mei 2019 ke pemegang saham," kata Presiden Direktur ASII Prijono Sugiarto usai hasil RUPST di Menara Astra, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

Dalam RUPST ini, perseroan juga merombak beberapa jajaran direksi dan komisaris. Adapun dari jajaran direksi, hasil RUPST mengangkat Djony Bunarto Tjondro sebagai Wakil Presiden Perseroan yang sebelumnya menjabat Presiden Direktur PT United Tractor Tbk.

Sedangkan posisi Djony akan diemban oleh FXL Kesuma yang sebelumnya menjabat Direktur PT United Tractor Tbk.

"Rotasi lazim dilakukan pada dasarnya ingin perkuat jajaran direksi. Bukan di ASII sendiri tapi anak perusahan. Tapi pada hari ini saya lebih baik terjadi di Grup Astra di mana Djony diangkat menjadi Wapresdir. Juga akhirnya perputaran ini UT dipimpin FXL Kesuma," ucap Prijono.

Sementara, untuk jajaran komisaris, perseroan menerima pengunduran diri Takayuki Yoshitsugu sebagai komisaris independen. Sedangkan, perseroan mengangkat tiga komisaris yakni Akihiro Murakami, John Raymond Witt, dan Stephen Patrick Gore.

Adapun berikut jajaran direksi dan komisaris ASII sesuai hasil RUPST.

Direksi

baca juga

Presiden Direktur: Prijono Sugiarto

Wakil Presiden Direktur: Djony Bunarto Tjondro

Direktur: Johannes Loman

Direktur: Suparno Djasmin

Direktur: Bambang Widjanarko Santoso

Direktur: Chiew Sin Cheok

Direktur: Gideon Hasan

Direktur: Henry Tanoto

Direktur: Santosa

Direktur: Gita Tiffani Boer

Direktur: FXL Kesuma

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris: Budi Setiadharma

Komisaris Independen: Muhammad Chatib Basri

Komisaris Independen: Sri Indrastuti Hadiputranto

Komisaris Independen: Akihiro Murakami

Komisaris: Anthony John Liddell Nightingale

Komisaris: Benjamin Wiliam Keswick

Komisaris: Mark Spencer Greenberg

Komisaris: David Alexander Newbigging

Komisaris: John Raymond Witt

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Garuda Anjlok 5,20 Persen, Imbas Komisaris Tak Setuju Lapkeu 2018?

Saham Garuda Anjlok 5,20 Persen, Imbas Komisaris Tak Setuju Lapkeu 2018?

Bisnis | Kamis, 25 April 2019 | 12:50 WIB

BRI Bukukan Laba Bersih Rp 8,20 Triliun di Kuartal I 2019

BRI Bukukan Laba Bersih Rp 8,20 Triliun di Kuartal I 2019

Bisnis | Rabu, 24 April 2019 | 18:25 WIB

Dua Komisaris Tak Setuju Laporan Keuangan, Garuda Indonesia Angkat Bicara

Dua Komisaris Tak Setuju Laporan Keuangan, Garuda Indonesia Angkat Bicara

Bisnis | Rabu, 24 April 2019 | 18:16 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×