Saham Garuda Anjlok 5,20 Persen, Imbas Komisaris Tak Setuju Lapkeu 2018?

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 25 April 2019 | 12:50 WIB
Saham Garuda Anjlok 5,20 Persen, Imbas Komisaris Tak Setuju Lapkeu 2018?
Pesawat Garuda Indonesia [shutterstock]

Suara.com - Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk anjlok pada perdagangan sesi pertama hari ini. Anjloknya saham berkode GIAA ini setelah perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) kemarin.

Berdasarkan data RTI, saham maskapai pelat merah ini pada pukul 11.40 anjlok 5,20 persen dari harga Rp 500 per lembar saham pada penutupan hari kemarin menjadi Rp 474 per lembar saham.

Lantas apakah anjloknya saham GIAA ini akibat dari hasil RUPST kemarin?

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji melihat, koreksi pada saham Garuda tak dipengaruhi oleh hasil RUPST kemarin. Menurut Nafan, saham Garuda anjlok akibat dari pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Sebab semua pergerakan harga saham relatif melemah sehingga pergerakan IHSG pun juga ikut melemah," kata dia saat dihubungi, Kamis (25/4/2019).

Nafan memproyeksi, pergerakan saham masih bakal melemah ke level support hingga di harga Rp 450 per lembar saham. Sementara, untuk level resistancenya bisa ke harga Rp 520 per lembar saham.

"Pergerakan harga saham GIAA mulai dari Rp 450 hingga Rp 520 dalam jangka pendek," imbuh Nafan.

Untuk diketahui, dalam RUPST, terdapat dua komisaris yang tak menyetujui laporan keuangan maskapai pelat merah itu.

Dalam surat yang diterima awak media, dua komisaris yang merupakan wakil dari pemegang saham PT Trans Airways dan Fine Gold Resources Ltd, Chairal Tanjung dan Dony Oskaria tak bersedia menandatangani laporan keuangan maskapai berlogo garuda biru itu.

baca juga

Kedua komisaris tersebut beralasan bahwa, pendapatan dari kerja sama penyediaan layanan konektivitas di pesawat antara PT Mahata Aero Teknologi dengan PT Citilink Indonesia sebesar 239,94 juta dolar AS tak dapat diakui dalam laporan keuangan tersebut.

Kendati demikian, maskapai pelat merah ini mengganggap keadaan ini hanya masalah perbedaan pendapat.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia, Fuad Rizal menyebut dalam laporan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dimungkinkan bahwa kontrak kerja sama dimasukan ke dalam laporan keuangan.

"Laporan PSAK dimungkinkan untuk 2018 walau belum ada pendapatan yang diterima. Jadi manajemen melihat ini hanya perbedaan pendapat antara Trans Airways dan dengan pemegang saham lainnya," kata Fuad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiket Pesawat Masih Mahal, Wisatawan Urungkan Niat Berlibur di Indonesia

Tiket Pesawat Masih Mahal, Wisatawan Urungkan Niat Berlibur di Indonesia

Bisnis | Kamis, 25 April 2019 | 09:31 WIB

Dua Komisaris Tak Setuju Laporan Keuangan, Garuda Indonesia Angkat Bicara

Dua Komisaris Tak Setuju Laporan Keuangan, Garuda Indonesia Angkat Bicara

Bisnis | Rabu, 24 April 2019 | 18:16 WIB

RUPST Garuda Indonesia, Satu Posisi Direktur dan Dua Komisaris Dihapus

RUPST Garuda Indonesia, Satu Posisi Direktur dan Dua Komisaris Dihapus

Bisnis | Rabu, 24 April 2019 | 17:43 WIB

Terkini

Dari FYP ke Kamus: Slang Gen Z Bukti Kreativitas atau Kerusakan Bahasa?

Dari FYP ke Kamus: Slang Gen Z Bukti Kreativitas atau Kerusakan Bahasa?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Apakah Bedak Marcks Cocok untuk Kulit Berminyak? Wajah Bebas Kilap Seharian

Apakah Bedak Marcks Cocok untuk Kulit Berminyak? Wajah Bebas Kilap Seharian

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:46 WIB

Review Natur Hair Shampoo Anti Dandruff , Mengandung Tea Tree Oil untuk Atasi Ketombe

Review Natur Hair Shampoo Anti Dandruff , Mengandung Tea Tree Oil untuk Atasi Ketombe

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat Rehabilitasi

Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat Rehabilitasi

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:44 WIB

5 Sunscreen yang Tidak Perih di Mata, Tear-Free dan Alcohol-Free untuk Kulit Sensitif

5 Sunscreen yang Tidak Perih di Mata, Tear-Free dan Alcohol-Free untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:41 WIB

Siap-siap Beli, Harga Emas Antam Diproyeksikan Turun ke Rp2,3 Juta/Gram

Siap-siap Beli, Harga Emas Antam Diproyeksikan Turun ke Rp2,3 Juta/Gram

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Pendapatan BUMI Diproyeksi Tembus US$1,62 Miliar di 2026, Ini Pendorongnya

Pendapatan BUMI Diproyeksi Tembus US$1,62 Miliar di 2026, Ini Pendorongnya

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Siapkan Dana Rp1 Triliun, AMMN Gelar Buyback Saham

Siapkan Dana Rp1 Triliun, AMMN Gelar Buyback Saham

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Heaven Scent Si Fiola Dupe Parfum Apa? Ini Aroma dan Ketahanannya

Heaven Scent Si Fiola Dupe Parfum Apa? Ini Aroma dan Ketahanannya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Teken MoU, Polri dan Gekrafs Sepakat Lindungi Karya Pelaku Ekonomi Kreatif

Teken MoU, Polri dan Gekrafs Sepakat Lindungi Karya Pelaku Ekonomi Kreatif

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:34 WIB

×