Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Jokowi 2 Periode, IHSG Diprediksi Menguat ke Level 6.000

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 21 Mei 2019 | 08:07 WIB
Jokowi 2 Periode, IHSG Diprediksi Menguat ke Level 6.000
Calon Presiden 01 Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden 01 Maruf Amin. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca hasil rekapitulasi Pemilihan Presiden (Pilpres) bakal gemilang kembali. Bahkan pergerakan IHSG diprediksi bakal balik lagi ke level 6.000 imbas dari hasil rekapitulasi yang memenangkan Capres - Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin.

Analis Samuel Sekuritas, William Mamudi mengatakan, secara teknikal IHSG mengalami rebound dan bisa menuju level 6.000.

"IHSG technical rebound dari level support 5.750, dan kini tepat menguji downtrend line. Jika downtrend line ini patah, peluang IHSG pullback market kembali uji flip level 6.000," kata William di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Senada dengan William, Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko juga memprediksi IHSG bakal kontinuasi menguat.

Menurut pengamatannya, secara teknikal penutupan IHSG di atas level psikologis 5.820 merupakan signal teknikal bahwa potensi pergerakan selanjutnya adalah menuju 5.920-6.015 dan bukan kembali turun ke 5.720.

Namun, tambah dia, dilihat secara fundamental IHSG sudah cukup murah karena sudah dibawah PBV 2.4x selama 2 tahun terakhir.

"Maka rekomen untuk collect-collect saham-saham big cap dan lapis dua yang sudah jatuh tajam selama lebih dari seminggu untuk kontinuasi teknikal rebound," tutup Yuganur.

Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional Pemilu 2019. Hasilnya pasangan nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin unggul 55,50 persen.

Hal itu disampaikan Komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting Manik dalam rapat pleno penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional Pemilu 2019 di Ruang Sidang Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) dini hari.

"Jumlah pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin sebanyak 85.607.362, atau 55,5 persen dari total nasional. Jumlah pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno nomor urut 02 sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen dari total nasional," ujar Evi.

KPU RI telah menyelesaikan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional di 34 provinsi dan 130 wilayah kerja Pemilihan Luar Negeri (PPLN). Hasilnya, Jokowi - Ma'ruf Amin unggul di 21 provinsi dan 114 PPLN.

Sementara pasangan Prabowo - Sandiaga unggul perolehan suara di 13 provinsi dan 15 wilayah kerja PLLN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beredar Surat Prabowo Dilaporkan Jadi Tersangka Makar

Beredar Surat Prabowo Dilaporkan Jadi Tersangka Makar

News | Selasa, 21 Mei 2019 | 06:15 WIB

Jokowi Menang Pilpres 2019, BPN Prabowo Tolak Hasil Rekapitulasi Suara KPU

Jokowi Menang Pilpres 2019, BPN Prabowo Tolak Hasil Rekapitulasi Suara KPU

News | Selasa, 21 Mei 2019 | 05:23 WIB

Hasil Final Rekapitulasi Suara KPU: Jokowi 55,50%, Prabowo 44,50%

Hasil Final Rekapitulasi Suara KPU: Jokowi 55,50%, Prabowo 44,50%

News | Selasa, 21 Mei 2019 | 05:05 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB