Siap Hadapi Era Industri 4.0, Kementan Andalkan Combine Harvester

Fabiola Febrinastri

Selasa, 11 Juni 2019 | 07:57 WIB
Siap Hadapi Era Industri 4.0, Kementan Andalkan Combine Harvester
Combine harvester milik Kementan. (Dok : Kementan)

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan siap menghadapi era industri 4.0 dengan mekanisasi pertanian. Salah satu yang menjadi andalan adalah alat mesin pertanian (alsintan) pemanen kombinasi (combine harvester).

Combine harvester adalah mesin yang memanen tanaman serealia. Mesin ini, seperti namanya, merupakan kombinasi dari tiga operasi yang berbeda, yaitu menuai, merontokkan, dan menampi, dijadikan satu rangkaian operasi.

"Di antara serealia yang dipanen antara lain padi, gandum, oat, rye, barley, jagung, kedelai, dan flax. Ini adalah salah satu penemuan penting di bidang pertanian yang mampu menghemat biaya tenaga kerja dan mengefisiensikan usaha tani," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Mesin panen combine jenis ini dikembangkan di Jepang. Mesin ini hanya mengumpankan bagian malai padi, yang dipotong ke bagian perontok mesin. Gabah hasil perontokan dapat ditampung dalam karung atau tangki penampung gabah sementara.

Bagian pemotong dari mesin ini adalah hampir sama dengan bagian pemotong dari binder, bagian pengikatnya digantikan dengan bagain perontokan.

Jerami, setelah perontokan, bisa dicacah kecil-kecil sepanjang 5 centimeter dan ditebar di atas lahan, atau tidak dicacah, tetapi diikat dan dilemparkan ke satu sisi, untuk kemudian dikumpulkan untuk kemudian dapat dimanfaatkan untuk hal lain.

Combine jenis ini tersedia dalam tipe dorong maupun tipe kemudi. Lebar pemotongan bervariasi, dari 60 centimeter hingga 1,5 meter. Engine yang digunakan bervariasi, yaitu dari 7 hingga 30 hp. Karena jauh lebih berat daripada binder, makan bagian penggerak majunya dibuat dalam bentuk trak karet (full track rubber belt).

"Kecepatan maju berkisar antara 0,5 hingga 1 meter per detik. Dengan memperhitungkan waktu belok dan waktu pemotongan dengan manual di bagian pojok lahan, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk pemanenan berkisar 2 jam per hektare," jelasnya.

Untuk mensukseskan program pemerintah, Kementan telah memberikan bantuan alat dan mesin pasca panen yang dikelola melalui Brigade Alsintan dengan sistem pinjam kepada kelompok tani.

baca juga

"Kami berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk peningkatan produksi tanaman padi dan palawija dalam rangka meningkatkan produksi pangan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lindungi Petani dari Pupuk Organik Mutu Rendah, Kementan Revisi Permentan

Lindungi Petani dari Pupuk Organik Mutu Rendah, Kementan Revisi Permentan

Bisnis | Senin, 10 Juni 2019 | 07:57 WIB

Optimalkan Sumber Air, Kementan Yakin Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045

Optimalkan Sumber Air, Kementan Yakin Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045

Bisnis | Jum'at, 07 Juni 2019 | 06:54 WIB

Dukung Kebutuhan Tanaman Pangan, Kementan Bangun Irigasi Perpompaan

Dukung Kebutuhan Tanaman Pangan, Kementan Bangun Irigasi Perpompaan

Bisnis | Kamis, 06 Juni 2019 | 08:00 WIB

Kementan Optimistis Program Serasi Mampu Tingkatkan Produksi Pertanian

Kementan Optimistis Program Serasi Mampu Tingkatkan Produksi Pertanian

Bisnis | Selasa, 04 Juni 2019 | 08:59 WIB

Terkini

Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi

Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 17:31 WIB

Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung

Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung

Banten | Senin, 28 September 2026 | 17:31 WIB

BRI Tebar Promo Ramen Girl Rp35 Ribu

BRI Tebar Promo Ramen Girl Rp35 Ribu

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:30 WIB

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 17:25 WIB

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

News | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Video | Senin, 28 September 2026 | 17:22 WIB

Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun

Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun

News | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung

Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme

Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

×