Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Luhut Beberkan Penyebab Mahalnya Tiket Garuda Indonesia dan Lion Air

Iwan Supriyatna, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 11 Juni 2019 | 19:12 WIB
Luhut Beberkan Penyebab Mahalnya Tiket Garuda Indonesia dan Lion Air
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. (Suara.com/Achmad Ali)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, harga tiket maskapai Garuda Indonesia masuk kategori termurah di dunia.

Luhut menuturkan Garuda Indonesia masuk peringkat ke empat atau enam termurah di dunia dari 86 perusahaan di dunia.

"Memang kalau kita lihat itu harga tiket pesawat Garuda tuh di Indonesia tuh masih 4 atau 6 termurah di dunia dari 86 perusahaan di dunia," ujar Luhut di Auditorium BPPT, kawasan Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Menurutnya mahalnya harga tiket dikarenakan inefisiensi di tubuh maskapai seperti Garuda Indonesia dan Lion Air.

"Jadi hanya memang kesalahan kita banyak hal. Satu, inefisiensi di Garuda, sekarang Garuda sedang diperbaiki. Baik itu di Lion juga," kata dia.

Luhut mencontohkan, maskapai Garuda pernah membeli pesawat yang tidak pas. Namun kata dia,
baru sekarang terlihat dampaknya.

"Kemudian di Garuda misalnya pembelian pesawat yang tidak pas, dari jaman dulu ini bukan sekarang, sekarang baru keliatan dampaknya," kata dia.

Yang kedua kata Luhut, Garuda juga memiliki jenis-jenis pesawat yang tidak efisien. Namun jenis-jenis pesawat tersebut sekarang sudah bisa dijual kembali.

"Kedua, kita punya di Garuda jenis-jenis pesawat yang tidak efisien juga, bombardir yang lebih dulu, tapi sekarang sudah bisa dijual kembali, dan kemudian seperti ATR, misalnya. Jadi tadi di Garuda sudah minta penjelasan sama kami dan juga kita sampaikan feedback itu," tutur dia.

baca juga

Ia pun membantah adanya duopoli di industri penerbangan di Indonesia. Dua maskapai yang dianggap menguasai pasar yakni Garuda Indonesia dan Lion Air Grup.

"Jadi kalau duopoli itu saya kira tidak," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Tunda Bayar Jasa Kebandaraan, Begini Maksud Lion Air

Minta Tunda Bayar Jasa Kebandaraan, Begini Maksud Lion Air

Bisnis | Senin, 10 Juni 2019 | 20:48 WIB

Tiket Mahal, Banyak Pesawat Diparkir saat Musim Mudik dan Balik Lebaran

Tiket Mahal, Banyak Pesawat Diparkir saat Musim Mudik dan Balik Lebaran

Bisnis | Senin, 10 Juni 2019 | 20:35 WIB

Terungkap! Lion Air Pernah Minta Penundaaan Bayar Jasa Kebandaraan

Terungkap! Lion Air Pernah Minta Penundaaan Bayar Jasa Kebandaraan

Bisnis | Senin, 10 Juni 2019 | 20:30 WIB

Terkini

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:34 WIB

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:21 WIB

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB