Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Luhut Beberkan Penyebab Mahalnya Tiket Garuda Indonesia dan Lion Air

Iwan Supriyatna | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Selasa, 11 Juni 2019 | 19:12 WIB
Luhut Beberkan Penyebab Mahalnya Tiket Garuda Indonesia dan Lion Air
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. (Suara.com/Achmad Ali)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, harga tiket maskapai Garuda Indonesia masuk kategori termurah di dunia.

Luhut menuturkan Garuda Indonesia masuk peringkat ke empat atau enam termurah di dunia dari 86 perusahaan di dunia.

"Memang kalau kita lihat itu harga tiket pesawat Garuda tuh di Indonesia tuh masih 4 atau 6 termurah di dunia dari 86 perusahaan di dunia," ujar Luhut di Auditorium BPPT, kawasan Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Menurutnya mahalnya harga tiket dikarenakan inefisiensi di tubuh maskapai seperti Garuda Indonesia dan Lion Air.

"Jadi hanya memang kesalahan kita banyak hal. Satu, inefisiensi di Garuda, sekarang Garuda sedang diperbaiki. Baik itu di Lion juga," kata dia.

Luhut mencontohkan, maskapai Garuda pernah membeli pesawat yang tidak pas. Namun kata dia,
baru sekarang terlihat dampaknya.

"Kemudian di Garuda misalnya pembelian pesawat yang tidak pas, dari jaman dulu ini bukan sekarang, sekarang baru keliatan dampaknya," kata dia.

Yang kedua kata Luhut, Garuda juga memiliki jenis-jenis pesawat yang tidak efisien. Namun jenis-jenis pesawat tersebut sekarang sudah bisa dijual kembali.

"Kedua, kita punya di Garuda jenis-jenis pesawat yang tidak efisien juga, bombardir yang lebih dulu, tapi sekarang sudah bisa dijual kembali, dan kemudian seperti ATR, misalnya. Jadi tadi di Garuda sudah minta penjelasan sama kami dan juga kita sampaikan feedback itu," tutur dia.

Ia pun membantah adanya duopoli di industri penerbangan di Indonesia. Dua maskapai yang dianggap menguasai pasar yakni Garuda Indonesia dan Lion Air Grup.

"Jadi kalau duopoli itu saya kira tidak," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Tunda Bayar Jasa Kebandaraan, Begini Maksud Lion Air

Minta Tunda Bayar Jasa Kebandaraan, Begini Maksud Lion Air

Bisnis | Senin, 10 Juni 2019 | 20:48 WIB

Tiket Mahal, Banyak Pesawat Diparkir saat Musim Mudik dan Balik Lebaran

Tiket Mahal, Banyak Pesawat Diparkir saat Musim Mudik dan Balik Lebaran

Bisnis | Senin, 10 Juni 2019 | 20:35 WIB

Terungkap! Lion Air Pernah Minta Penundaaan Bayar Jasa Kebandaraan

Terungkap! Lion Air Pernah Minta Penundaaan Bayar Jasa Kebandaraan

Bisnis | Senin, 10 Juni 2019 | 20:30 WIB

Terkini

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:42 WIB

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:32 WIB

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB