Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Nusa Tenggara Barat Jadi Salah Satu Sentra Mangga di Indonesia

Fabiola Febrinastri

Selasa, 01 Oktober 2019 | 09:09 WIB
Nusa Tenggara Barat Jadi Salah Satu Sentra Mangga di Indonesia
Ilustrasi mangga dari NTB. (Dok : Kementan)

Suara.com - Mungkin tak banyak yang tahu kalau Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu sentra mangga di Indonesia. Lebih dari 1.500 hektare pohon mangga tumbuh subur di kabupaten di sisi utara dan barat Gunung Rinjani tersebut.

Kualitas mangga Arumanis dari daerah tersebut diakui para pedagang sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Agroklimatnya sangat cocok untuk budi daya mangga, karena berada di dataran rendah dekat dengan garis pantai, sehingga intensitas penyinaran matahari sangat optimal. Sentra mangga Lombok Utara, sebagian besar berada di Kecamatan Bayan, Kayangan, Gangga dan Pemenang.

"Kementerian Pertanian, melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mendorong penataan kawasan mangga di Lombok Utara. Perlu diatur pola panennya, agar harga bisa terjaga, terlebih saat panen raya," ujar Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman, saat mengunjungi kawasan mangga, di Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Sabtu (28/9/2019).

Liferdi bertekad akan mendorong kawasan ini menjadi Kabupaten Mangga, di gugusan Nusa Tenggara, dengan memacu pengembangan kawasan hingga mencapai 2.000 hektare melalui APBN, APBD dan swadaya.

"Nah, sambil ditambah arealnya, dilakukan penataan kawasan eksisting yang sudah ada dengan mengatur panen off season-nya," katanya.

Menurut Liferdi, model kawasan mangga di Lombok Utara harus ditata dengan pendekatan korporasi sebagaimana Grand Design Hortikultura 2020 - 2024, yang kini tengah dimatangkan. Dalam hal ini, Direktorat Buah dan Florikultura sebagai "imam" yang menetapkan dan mengatur kawasan pengembangan, selanjutnya direktorat lain mendukung sesuai tugas pokok dan fungsinya.

Sementara itu, Direktorat Perbenihan mendukung penyiapan benih bermutu, Direktorat Perlindungan mendukung teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura mendukung  lini pascapanen, seperti menyediakan gudang pascapanen dan sertifikasi GAP dan packinghouse.

"Dukungan sarana dan prasarana, teknologi budidaya maju, penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) petani hingga fasilitasi ekspor akan melibatkan eselon 1 lingkup Kementan bahkan kementerian/lembaga terkait lainnya. Tentu harus ada komitmen dan dukungan konkrit dari Pemda setempat," tukasnya.

Muhsin, petani sekaligus pedagang mangga dari Kecamatan Bayan mengakui, agribisnis mangga di daerahnya sangat menguntungkan.

baca juga

"Saya punya sedikitnya 1.500 pohon mangga, sebagian besar jenis Arumanis. Pemasaran terutama ke Jawa, mulai Probolinggo sampai Jakarta. Nyaris tidak ada kesulitan, karena kualitas mangga dari Bayan diakui sangat baik," katanya.

Muhsin menjelaskan, ia menerapkan teknologi offseason, dengan mengaplikasikan NPK dan zat pengatur tumbuh dengan bahan aktif paclobutrazol. Biaya perlakuan tersebut sekitar Rp 150 ribu per batang.

"Kalau satu pohon rata-rata menghasilkan 1 kuintal mangga, maka dengan harga jual Rp 4500 per kilogram, setiap pohon bisa menghasilkan Rp 450 ribu, atau masih ada untung sekitar Rp 300 ribu per pohon. Jadi dalam satu kali musim panen 1.500 pohon kami bisa dapat untung Rp 400 hingga Rp 450 juta. Sangat menguntungkan," ungkap Muhsin senang.

Musim panen raya mangga di Lombok Utara biasanya November hingga Februari, hampir bersamaan dengan sentra lain di Jawa. Muhsin bersama beberapa petani di Lombok Utara sudah mampu menerapkan teknologi budi daya offseason.

"Caranya, tanaman diberi perlakuan khusus. Biasanya dilakukan pada bulan Februari, sehingga bisa dipanen pada bulan Agustus - September. Kalau petani bisa panen di bulan tersebut, biasanya dapat harga yang bagus, karena daerah di Jawa banyak yang belum panen. Kami bisa kok atur, agar panen mangga bisa berlangsung sepanjang tahun," terang Muhsin antusias.

Tidak hanya menerapkan teknologi offseason, Muhsin mengatakan, untuk menghasilkan mangga yang berkualitas baik, pemeliharaan kebun wajib dilakukan mulai dari pemangkasan, sanitasi kebun hingga pengendalian hama dan penyakitnya.

"Kami berharap, kebun-kebun mangga di Kecamatan Bayan ini nantinya dapat diregistrasi GAP, sehingga tidak hanya untuk memenuhi pasar lokal, namun mangga Lombok Utara ini bisa diekspor keluar negeri," ujar Muhsin optimistis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat : Di Era Jokowi - JK, Swasembada Beras Jadi Kenyataan

Pengamat : Di Era Jokowi - JK, Swasembada Beras Jadi Kenyataan

Bisnis | Selasa, 01 Oktober 2019 | 07:44 WIB

Petani Gunakan Teknologi Canggih Drone Untuk Tabur Pupuk

Petani Gunakan Teknologi Canggih Drone Untuk Tabur Pupuk

Bisnis | Senin, 30 September 2019 | 17:19 WIB

Kementan Terus Dorong Pendampingan Pengembangan Korporasi Petani Padi

Kementan Terus Dorong Pendampingan Pengembangan Korporasi Petani Padi

Bisnis | Senin, 30 September 2019 | 17:11 WIB

Mentan Inspeksi Gudang Beras di Surakarta, Stok Berlimpah

Mentan Inspeksi Gudang Beras di Surakarta, Stok Berlimpah

Bisnis | Senin, 30 September 2019 | 13:25 WIB

Kementan : Brigade Alsintan Kelola Distribusi Pemanfaatan Mesin Pertanian

Kementan : Brigade Alsintan Kelola Distribusi Pemanfaatan Mesin Pertanian

Bisnis | Senin, 30 September 2019 | 09:38 WIB

Kementan Tingkatkan Kesadaran Masyarakat pada Bahaya Rabies

Kementan Tingkatkan Kesadaran Masyarakat pada Bahaya Rabies

News | Sabtu, 28 September 2019 | 19:27 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×