Terungkap! Ini Penyebab Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung Molor

Iwan Supriyatna
Terungkap! Ini Penyebab Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung Molor
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) berbincang dengan Deputi Project Direktur High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC) Tamjianto (kiri) dan Plt Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwi Windarto (kanan) saat meninjau proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3).

Progres proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hingga saat ini baru mencapai 28 persen.

Suara.com - Progres proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hingga saat ini baru mencapai 28 persen. Capaian tersebut diklaim masih sesuai dengan rencana kerja PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) selaku konsorsium kereta cepat Jakarta-Bandung.

Padahal Menteri Badan usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menargetkan hingga akhir tahun ini progres proyek senilai Rp 82 triliun tersebut mencapai 50 persen.

Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra masih optimistis proyeknya tersebut bakal selesai pada tahun 2021.

"Insya Allah, kita terus ngepus kontraktor," kata Chandra saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta usai rapat koordinasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Selasa (1/10/2019).

Capaian itu terlihat dari penampakan fisik di jalur darat Jakarta-Bandung. Menurutnya, masyarakat bisa melihat progres konstruksi jika menyusuri tol dari Jakarta ke arah Bandung.

Menurut dia banyak hambatan yang dilalui dalam mengerjakan proyek tersebut dari banyaknya tiang-tiang Sutet sepanjang jalan tol Jakarta Bandung, selain itu juga permasalahan lahan.

"Kita kan butuh waktu memindahkan hal-hal seperti itu, kita akan carikan lahan-lahannya, kita engga bisa memindahkan begitu saja harus ada businnes to bussines dengan pihak lain kaya PLN. Yang jadi lama itu sebetulnya itu untuk cari lahan penggantinya, kita butuh waktu" katanya.

Dia bilang, awalnya jadwal pengoperasian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa beroperasi pada Maret 2021, namun harus mundur sampai dengan Semester II di 2021.

"Jadi gini iramanya kan memang ada masalah, tapi kita tetap harus ngepus, kerja ekstra keras, kita tidak boleh menyerah dulu. Kalau saya bilang targetnya terlalu jauh nanti kontraktornya kendur lagi, makanya saya akan ngepus kontraktornya lagi," katanya. (Fadil)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS