Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

Terungkap! Ini Penyebab Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung Molor

Iwan Supriyatna

Selasa, 01 Oktober 2019 | 13:41 WIB
Terungkap! Ini Penyebab Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung Molor
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) berbincang dengan Deputi Project Direktur High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC) Tamjianto (kiri) dan Plt Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwi Windarto (kanan) saat meninjau proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3).

Suara.com - Progres proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hingga saat ini baru mencapai 28 persen. Capaian tersebut diklaim masih sesuai dengan rencana kerja PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) selaku konsorsium kereta cepat Jakarta-Bandung.

Padahal Menteri Badan usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menargetkan hingga akhir tahun ini progres proyek senilai Rp 82 triliun tersebut mencapai 50 persen.

Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra masih optimistis proyeknya tersebut bakal selesai pada tahun 2021.

"Insya Allah, kita terus ngepus kontraktor," kata Chandra saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta usai rapat koordinasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Selasa (1/10/2019).

Capaian itu terlihat dari penampakan fisik di jalur darat Jakarta-Bandung. Menurutnya, masyarakat bisa melihat progres konstruksi jika menyusuri tol dari Jakarta ke arah Bandung.

Menurut dia banyak hambatan yang dilalui dalam mengerjakan proyek tersebut dari banyaknya tiang-tiang Sutet sepanjang jalan tol Jakarta Bandung, selain itu juga permasalahan lahan.

"Kita kan butuh waktu memindahkan hal-hal seperti itu, kita akan carikan lahan-lahannya, kita engga bisa memindahkan begitu saja harus ada businnes to bussines dengan pihak lain kaya PLN. Yang jadi lama itu sebetulnya itu untuk cari lahan penggantinya, kita butuh waktu" katanya.

Dia bilang, awalnya jadwal pengoperasian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa beroperasi pada Maret 2021, namun harus mundur sampai dengan Semester II di 2021.

"Jadi gini iramanya kan memang ada masalah, tapi kita tetap harus ngepus, kerja ekstra keras, kita tidak boleh menyerah dulu. Kalau saya bilang targetnya terlalu jauh nanti kontraktornya kendur lagi, makanya saya akan ngepus kontraktornya lagi," katanya. (Fadil)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Tiket Kereta Cepat Jakarta - Bandung Paling Murah Rp 300.000

Harga Tiket Kereta Cepat Jakarta - Bandung Paling Murah Rp 300.000

Bisnis | Selasa, 01 Oktober 2019 | 12:21 WIB

Wapres JK Sebut Kereta Api Cepat ke Surabaya Bisa Bersaing dengan Pesawat

Wapres JK Sebut Kereta Api Cepat ke Surabaya Bisa Bersaing dengan Pesawat

Bisnis | Sabtu, 14 September 2019 | 01:05 WIB

Hingga Akhir Tahun, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru Terbangun 40 Persen

Hingga Akhir Tahun, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru Terbangun 40 Persen

Bisnis | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 03:05 WIB

Terkini

Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman

Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:00 WIB

7 Negara di Asia yang Merayakan Kemerdekaan pada Bulan Agustus, Tak Cuma Indonesia

7 Negara di Asia yang Merayakan Kemerdekaan pada Bulan Agustus, Tak Cuma Indonesia

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Spanduk 10 Meter 'Belum Merdeka dari Asap' Bentang di CFD Jembatan Ampera

Spanduk 10 Meter 'Belum Merdeka dari Asap' Bentang di CFD Jembatan Ampera

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:51 WIB

Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga

Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:50 WIB

AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship

AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:47 WIB

3 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Dapur Menurut Feng Shui, Bikin Rezeki Seret

3 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Dapur Menurut Feng Shui, Bikin Rezeki Seret

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:45 WIB

4 Ide OOTD Y2K Revival Style ala Natty KISS OF LIFE, Timeless dan Stylish!

4 Ide OOTD Y2K Revival Style ala Natty KISS OF LIFE, Timeless dan Stylish!

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Merdeka dari Gaya Hidup Konsumtif: Gen Z Siap Tinggalkan Budaya Checkout?

Merdeka dari Gaya Hidup Konsumtif: Gen Z Siap Tinggalkan Budaya Checkout?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Puluhan Ton Ikan Mati Tiap Bulan, Sungai Batanghari Makin Sekarat

Puluhan Ton Ikan Mati Tiap Bulan, Sungai Batanghari Makin Sekarat

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:28 WIB

×