Efektif Atasi Penyakit Padi, Kementan Kenalkan Pengendali Hayati

Fabiola Febrinastri

Selasa, 08 Oktober 2019 | 14:02 WIB
Efektif Atasi Penyakit Padi, Kementan Kenalkan Pengendali Hayati
Pembuatan Paenibacillus polymyxa, mengendalikan beberapa penyakit pada tanaman padi. (Dok : Kementan)

Suara.com - Untuk menjamin dan meningkatkan produksi padi dari ancaman hama penyakit, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berkomitmen membantu petani melalui Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tanaman (BBPOPT). Lembaga ini memperkenalkan Paenibacillus polymyxa sebagai pengendali hayati yang telah dikenal petani untuk mengendalikan beberapa penyakit pada tanaman padi.

Koordinator Petugas OPT di BBPOPT, Wayan mengatakan, Paenibacillus polymyxa sudah dimanfaatkan oleh petani sejak 18 tahun yang lalu sebagai bakteri antagonis Corynebacterium, yang bermanfaat untuk mengendalikan penyakit kresek/Hawar Daun Bakteri (HDB).

"Paenibacillus polymyxa merupakan hasil eksplorasi tim agens hayati Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan, Jatisari, Karawang pada 1996, atas keprihatinan terhadap kerusakan, kehilangan hasil oleh penyakit, serta belum adanya sarana pengendalian yang ramah lingkungan," ujar Wayan, di Karawang, Rabu (8/10/2019).

Ia menambahkan, bakteri ini dieksplorasi dari tanaman yang sehat di antara tanaman yang terserang hawar daun bakteri. Tim hayati BBPOPT melakukan identifikasi secara morfologi terhadap bakteri ini, dan hasil identifikasi pada saat itu adalah Corynebacterium sp.

"Seiring berjalannya waktu, dilakukan identifikasi ulang terhadap Corynebacterium sp dengan hasil teridentifikasi bahwa bakteri yang selama ini diidentifikasi Corynebacterium adalah Paenibacillus polymyxa. Hasil identifikasi ini telah memperkuat hasil identifikasi dari Balai Besar Biogen Bogor pada tahun 2009," jelasnya.

Cahyadi, salah seorang Petugas OPT di BBOPT yang menjadi salah satu tim eksplorasi saat itu mengungkapkan, Paenibacillus polymyxa juga cukup efektif untuk mengendalikan penyakit blas pada padi. BBPOPT sudah pernah mencoba menerapkan model penanganan daerah penyakit endemis blas dengan menggunakan Paenibacillus polymyxa hingga 25 hektare di Kabupaten Purwakarta.

"Dengan 4 kali aplikasi saja, sudah mampu menekan intensitas serangan dari 15,11 persen menjadi 0 persen," ucapnya.

Saefudin, petani asal Kampung Babakan, Lemah Abang, Karawang mengungkapkan, membudidayakan Paenibacillus polymyxa hingga siap aplikasi, menurutnya cukup mudah dilaksanakan petani. Untuk membuat 1 liter Paenibacillus polymyxa siap aplikasi, hanya membutuhkan 300 gram kentang , 1 gram gula dan 1 liter air.

"Bahan-bahani ini kemudian dibuat menjadi ekstrak kentang gula dengan cara direbus dan diambil airnya. Setelah dingin, kemudian isolat/starter Paenibacillus polymyxa dicampur kedalam EKG tersebut dan diinkubasi selama 14 hari dengan menambahkan udara dari aerator," terangnya.

baca juga

"Manfaatkan agens pengendali hayati Paenibacillus plymyxa ini dengan dosis 5 ml per liternya. Ingat, model ini dimulai dari seleksi benih sampai umur tanaman 8 Minggu Setelah Tanam (MST)," tambah Saefudin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

58 Peneliti Dunia Bahas Perubahan Iklim Global dan Pertanian di Bali

58 Peneliti Dunia Bahas Perubahan Iklim Global dan Pertanian di Bali

News | Selasa, 08 Oktober 2019 | 10:55 WIB

Mentan Lakukan Gerakan Mekanisasi dan Pertanian Organik di Morowali

Mentan Lakukan Gerakan Mekanisasi dan Pertanian Organik di Morowali

Bisnis | Selasa, 08 Oktober 2019 | 10:49 WIB

Kementan akan Optimalkan Kartu Tani dengan Membentuk Tim Lintas Sektor

Kementan akan Optimalkan Kartu Tani dengan Membentuk Tim Lintas Sektor

Bisnis | Selasa, 08 Oktober 2019 | 08:47 WIB

Pemanfaatan Air Sangat Penting untuk Tingkatkan Produksi Pertanian

Pemanfaatan Air Sangat Penting untuk Tingkatkan Produksi Pertanian

Bisnis | Senin, 07 Oktober 2019 | 18:30 WIB

Produk Hortikultura dari 6 Kabupaten di Sumut Laris di Pasar Ekspor

Produk Hortikultura dari 6 Kabupaten di Sumut Laris di Pasar Ekspor

Bisnis | Minggu, 06 Oktober 2019 | 15:45 WIB

Hortikultura Ramah Lingkungan, Ekspor ke 113 Negara Naik 11,92 Persen

Hortikultura Ramah Lingkungan, Ekspor ke 113 Negara Naik 11,92 Persen

Bisnis | Minggu, 06 Oktober 2019 | 14:57 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×