Investor Malas Tanam Modal di Kawasan Ekonomi Khusus, Ini Alasannya

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 10 Oktober 2019 | 14:29 WIB
Investor Malas Tanam Modal di Kawasan Ekonomi Khusus, Ini Alasannya
Rosan Roeslani. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang saat ini baru ada sebanyak 13 KEK ternyata tak begitu dilirik kalangan investor untuk menanamkan modalnya di wilayah tersebut.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, kurang diliriknya KEK karena banyak aturan atau informasi yang multitafsir yang datang bagi kalangan pengusaha.

"Yang sifatnya multitafsir bisa dihilangkan sehingga kita punya arahan jelas. Ini penting bagi kita di dunia usaha," kata Rosan saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Rosan menuturkan, KEK merupakan jalan keluar yang diberikan pemerintah untuk menstimulus perekonomian nasional ditengah-tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi baik domestik maupun global.

Namun nyatanya kata Rosan, KEK sendiri saat ini kurang begitu dilirik para investor, padahal negara lain sudah bergerak cepat untuk menarik investasi ke negaranya.

"Nyatanya kita tertinggal dengan negara-negara tetangga kita yang terus reformasi dirinya sehingga iklim investasinya meningkat. Ini kita ada KEK yang memiliki potensi," ucap Rosan.

Maka dari itu kata Rosan, dirinya mengapresiasi perpanjangan kerja sama pengembangan KEK antara Pemerintah dan Kadin, agar hambatan-hambatan yang dirasa mengganggu investasi dapat dihilangkan.

"Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Darmin (Menko Perekonomian) yang telah kerja sama dan kolaborasi dengan kami dalam rangka peningkatan pengembangan KEK yang punya dampak signifikan bila kita lakukan bersama-sama," harap Rosan.

Rosan menyampaikan kebijakan kemudahan investasi di KEK sejatinya sudah cukup bagus. Namun terkadang di level bawah masih mengalami multitafsir. Dia menilai dengan kerja sama seperti ini mampu memberikan efisiensi dan meningkatkan investasi di KEK.

baca juga

"KEK ini banyak sekali insentif, baik secara fiskal maupun kemudahan usaha sehingga ini sangat-sangat menarik, harusnya ini jadi ujung tombak dunia usaha seperti manufaktur dan pariwisata. Kebijakan pemerintah ini perlu kita sosialisasikan juga," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari 13 KEK Terbangun, Tenaga Kerja Terserap Baru 8.686 Orang

Dari 13 KEK Terbangun, Tenaga Kerja Terserap Baru 8.686 Orang

Bisnis | Kamis, 10 Oktober 2019 | 12:41 WIB

5 Tahun Jokowi, 13 Kawasan Ekonomi Khusus Ini Belum Digarap Maksimal

5 Tahun Jokowi, 13 Kawasan Ekonomi Khusus Ini Belum Digarap Maksimal

Bisnis | Kamis, 10 Oktober 2019 | 12:27 WIB

Pemerintah Minta Pengusaha Ikut Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus

Pemerintah Minta Pengusaha Ikut Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus

Bisnis | Kamis, 10 Oktober 2019 | 11:59 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×