Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Kementan Tingkatkan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai secara Khusus

Fabiola Febrinastri

Selasa, 15 Oktober 2019 | 08:17 WIB
Kementan Tingkatkan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai secara Khusus
Kementerian Pertanian Dorong Pendampingan Pengembangan Korporasi Petani Padi. (Dok : Kementan).

Suara.com - Untuk meningkatkan produksi pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) mempunyai program, yaitu Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai, atau yang lebih dikenal sebagai Upsus Pajale. Demi mendukung program tersebut, pemerintah memberikan berbagai bantuan kepada para petani, seperti perbaikan infrastruktur pertanian berupa irigasi, bantuan alat mesin pertanian (alsintan) hingga subsidi sarana produksi seperti pupuk dan pestisida. 

Menurut Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), pada 2015 - 2019, jaringan irigasi yang telah terbangun dapat mengairi lahan sawah seluas 3,129 juta hektare, sedangkan irigasi perpompaan untuk mendukung produksi pangan telah dibangun 2.358 unit.

Bangunan embung yang telah terbangun sebanyak 2.962 unit, dengan estimasi luas layanan dari embung, dam parit, dan long storage seluas 25 hektare. Berbagai bantuan tersebut telah berdampak positif bagi petani dan hal ini trlihat dari hasil survei Mahasiwa Pertanian se Indonesia dalam Ekspedisi Padi Nusantara.

Berdasarkan hasil survei dan evaluasi yang dilakukan mahasiswa pertanian seluruh Indonesia, sebagian besar petani merasa puas dengan akses pengairan untuk lahan sawah, karena saluran irigasinya diperbaiki dan diatur pembagiannya.

Perwakilan mahasiswa pertanian seluruh Indonesia, Birawa Anindtya Witjaksana mengatakan, petani merasa puas dengan perbaikan irigasi sebanyak 46 persen. Sisanya petani mengaku biasa saja, tidak setuju dan tidak menjawab.

"Kalau kami lihat, sebagian besar petani sudah puas dengan adanya perbaikan irigasi. Begitu juga dengan pembuatan embung, sebagian besar petani puas dan merasa tepat sasaran," ungkapnya, saat "Konsolidasi Nasional Mahasiswa Peduli Pertanian Indonesia 2019", di Kementerian Pertanian, beberapa waktu lalu.

Adanya perbaikan pengairan, tentu memiliki dampak positif. Berdasarkan hasil survei, kondisi irigasi saat ini dekat dengan sumber air, sehingga sepanjang tahun petani mendapatkan air dari sumur yang telah dibuat.

Petani tidak hanya mengandalkan air tadah hujan, karena sudah ada mesin pompa dan pipanisasi. Dengan respons yang cukup positif dari petani, ada dua rekomendasi  yang diberikan untuk Kementan.

Pertama, mendorong pemerintah untuk menambah kuantitas cetak lahan irigasi, sehingga seluruh petani di Indonesia dapat merasakannya. Kedua, mendorong pemerintah meningkatkan kualitas cetak irigasi, dari irigasi semi teknis menjadi irigasi teknis, sehingga dapat mengoptimalkan peningkatan produktivitas.

baca juga

"Dengan ini tentu akan membantu petani dalam mengurangi kemungkinan gagal panen ketika musim kemarau," kata Birawa.

Alsintan Jadi Prioritas Utama
Untuk menggerakan pertanian modern, bantuan alsintan menjadi prioritas utama. Pemerintah telah banyak memberikan alsintan kepada petani, agar pekerjannya lebih mudah, menekan biaya produksi dan hasilnya meningkat.

Hingga 2018, Kementan sudah memberikan 385.170 unit alsintan, yang terdiri dari traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, chopper, cultivator, excavator, hand sprayer, implemen alat tanam jagung dan alat tanam jagung semi manual.

Pada 2015, alsintan yang disalurkan sebanyak 54.083 unit, pada 2016 sebanyak 148.832 unit, tahun 2017 sebanyak 84.356 unit, dan tahun 2018 sebanyak 115.435 unit (per Oktober 2018). Total yang sudah diberikan sebanyak 385.170 unit.

Alsintan tersebut telah diberikan kepada kelompok tani/gabungan kelompok tani, Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) dan brigade alsintan.

Hasil survei Mahasiwa Pertanian se-Indonesia dalam Ekspedisi Padi Nusantara menunjukan bahwa petani yang mendapatkan bantuan alsintan jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Dorong Pengendalian Penyakit Blas dengan Agens Hayati

Kementan Dorong Pengendalian Penyakit Blas dengan Agens Hayati

Bisnis | Senin, 14 Oktober 2019 | 09:50 WIB

Kementan Buka Akses Pasar Pisang Raja Sumatera

Kementan Buka Akses Pasar Pisang Raja Sumatera

Bisnis | Senin, 14 Oktober 2019 | 09:45 WIB

Kementan Ajak Milenial Manfaatkan Teknologi untuk Tingkatkan Daya Saing

Kementan Ajak Milenial Manfaatkan Teknologi untuk Tingkatkan Daya Saing

Bisnis | Minggu, 13 Oktober 2019 | 16:08 WIB

Kopi Asal Kintamani Makin Digemari Pasar Dunia

Kopi Asal Kintamani Makin Digemari Pasar Dunia

Bisnis | Minggu, 13 Oktober 2019 | 11:49 WIB

Guru Besar IPB : Pembangunan Pertanian 5 Tahun Terakhir Dilakukan Optimal

Guru Besar IPB : Pembangunan Pertanian 5 Tahun Terakhir Dilakukan Optimal

Bisnis | Minggu, 13 Oktober 2019 | 11:31 WIB

Kementan Validasi Berkurangnya Luas Baku Lahan Sawah di Sumatera Utara

Kementan Validasi Berkurangnya Luas Baku Lahan Sawah di Sumatera Utara

Bisnis | Minggu, 13 Oktober 2019 | 06:45 WIB

Terkini

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

×