Kenapa Bus Listrik PT MAB Tidak di Jakarta? Ini Penjelasan Moeldoko

Reza Gunadha

Sabtu, 02 November 2019 | 20:18 WIB
Kenapa Bus Listrik PT MAB Tidak di Jakarta? Ini Penjelasan Moeldoko
Founder PT MAB dan Co-Founder PT MAB Stephen Sulistyo, meresmikan produk perdana bus listrik, di di Karoseri Anak Bangsa, Demak, Jawa Tengah. Sabtu (2/11/2019). Dalam acara itu, PT MAB menyerahkan produk perdana ke Paiton Energy. [Suara.com/Adam Iyasa]

Produksi unit bus listrik menggunakan 40 persen tingkat komponen dalam negeri (TKDN), sisanya masih impor seperti komponen utama baterai, motor, dan kontroler.

Moeldoko mengungkapkan, kekinian PT MAB masih melakukan riset untuk bisa memproduksi baterai lithium dan motor.

Dengan demikian, kendaraan listrik PT MAB ditarget 100 persen memakai baterai dalam negeri paling lambat dua tahun ke depan. Sedangkan pemakaian komponen motor dalam negeri, paling lama terwujud empat tahun ke depan.

"Nanti pemakaian komponen dalam negeri menjadi 100 persen saat kami memproduksi baterai dan motornya. Sekarang sedang riset soal motor. Paling lama empat tahun lagi," kata dia.

Bus Listrik Karya PT. Mobil Anak Bangsa. (Suara.com/Peter Rotti)
Bus Listrik Karya PT. Mobil Anak Bangsa. (Suara.com/Peter Rotti)

PT MAB kekinian tengah mengebut produksi untuk memenuhi target permintaan dari berbagai pihak.

Misalnya, PT Paiton energy sejumlah 4 unit, Perum PPD 110 unit, dan berbagai perusahaan maskapai untuk operasional bus di bandara.

"Satu unit bisa dikerjakan tiga Minggu, kalau sudah produksi pesanan satu bulan bisa selesai 100 unit atau perhari lima unit," katanya.

Saat ini, produksi bus listrik dikerjakan pada dua tipe, yakni low deck bagi segmen bus listrik angkutan massal seperti Trans Jakarta, dan hight deck untuk bus angkutan karyawan atau bus pariwisata.

"Dimensinya ada 12 meter untuk bus angkutan massal, 8 meter dan ke bawah untuk angkutan sekelas angkutan kota," katanya.

baca juga
Purwarupa bus listrik PT MAB dengan livery Transjakarta dipamerkan dalam arena Busworld South East Asia 2019 di Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/3/2019). [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]
Purwarupa bus listrik PT MAB dengan livery Transjakarta dipamerkan dalam arena Busworld South East Asia 2019 di Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/3/2019). [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]

Moeldoko mengatakan, pada penyerahan produksi perdana bus elektrik kepada PT Paiton Energy, Sabtu siang, membuktikan perusahaan sekelas PT Mitsui, selaku operator pembangkit listrik Paiton Jatim, mengakui kehandalan dan kebutuhan bus ramah enegi dan lingkungan.

"Kalau dikonversi, bus listrik bahan bakarnya lebih irit 1/3 dari kendaran konvensional. Kelebihan lainnya, soal perawatan itu zero. Paling hanya ganti ban, rem, tapi yang lainnya relatif tak ada. Terlebih, bus listrik ini memberikan udara bersih kepada masyarakat, dengan harapan lingkungan menjadi sehat,” kata Moeldoko.

Kontributor : Adam Iyasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sah! Moeldoko Serahkan Bus Listrik Produk Perdana MAB untuk Payton Energy

Sah! Moeldoko Serahkan Bus Listrik Produk Perdana MAB untuk Payton Energy

Bisnis | Sabtu, 02 November 2019 | 16:33 WIB

Belum Ambil Peran Bagi KBL, Bekraf Siap Majukan Produk Anak Bangsa

Belum Ambil Peran Bagi KBL, Bekraf Siap Majukan Produk Anak Bangsa

Otomotif | Sabtu, 14 September 2019 | 07:00 WIB

Menuju KBL, Transjakarta Siap Tambah Armada dengan Bus Listrik

Menuju KBL, Transjakarta Siap Tambah Armada dengan Bus Listrik

Otomotif | Sabtu, 14 September 2019 | 05:00 WIB

Best 5 Otomotif Pagi:  KBL Tembus 1.000 Unit, Bus MAB Banyak Dipesan

Best 5 Otomotif Pagi: KBL Tembus 1.000 Unit, Bus MAB Banyak Dipesan

Otomotif | Jum'at, 06 September 2019 | 07:30 WIB

Kota-Kota Besar Bakal Ikuti Jejak Jakarta Gunakan Bus Listrik?

Kota-Kota Besar Bakal Ikuti Jejak Jakarta Gunakan Bus Listrik?

Otomotif | Rabu, 04 September 2019 | 13:32 WIB

Mantap, MAB Siapkan Bus Listrik Berkecepatan 120 Km per Jam

Mantap, MAB Siapkan Bus Listrik Berkecepatan 120 Km per Jam

Otomotif | Rabu, 03 Juli 2019 | 12:00 WIB

Terkini

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

×