Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ramai-ramai Fintech Bakar Duit Demi Cari Konsumen?

M. Reza Sulaiman | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Minggu, 10 November 2019 | 06:15 WIB
Ramai-ramai Fintech Bakar Duit Demi Cari Konsumen?
Bisnis Fintech bakar uang demi pelanggan. (Shutterstock).

Suara.com - Perusahaan financial techonology atau yang dikenal dengan fintech kian menjamur di Indonesia.

Fintech sendiri memiliki beberapa klasifikasi di antaranya crowdfunding (pembiayaan massal atau berbasis patungan) dan peer to peer (P2P) lending ini diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, market aggregator, risk, and investment management atau perencanaan keuangan atau payment gateway.

Sejumlah fintech payment pun bersaing di Indonesia seperti GoPay, OVO, Dana, Link Aja dan lainnya.

Para perusahaan fintech payment pun ramai-ramai membakar uang dengan diskon dan cash back kepada para pelangggannya.

Mereka rata-rata memberikan cashback dari mulai 15 persen hingga 30 persen.

Head of Corporate Communication Gopay Winny Triswandhi menyebut GoPay telah menjadi uang elektronik terbesar di Indonesia. Namun kata dia, sebagian besar masyarakat Indonesia masih sangat bergantung pada uang tunai.

"Dalam waktu yang sangat singkat ini, GoPay telah menjadi uang elektronik terbesar di Indonesia. Akan tetapi sebagian besar masyarakat Indonesia masih sangat bergantung pada uang tunai," ujar Winny saat dihubungi Suara.com beberapa waktu lalu.

Winny menuturkan bakar duit dengan cara memberikan cashback atau diskon dari Gopay bertujuan untuk memberikan edukasi masyarakat untuk beralih ke non-tunai dan terbiasa dengan kemudahan yang ditawarkan oleh Gopay

"Cashback atau diskon merupakan cara awal untuk edukasi masyarakat Indonesia untuk berpindah ke non-tunai dan pelan-pelan menjadi terbiasa dengan berbagai kemudahan yang kami tawarkan," ucap Winny.

Ilustrasi belanja online. (Shutterstock)
Ilustrasi belanja online. (Shutterstock)

Tak hanya itu, bakar uang dari Gopay kata Winny juga diharapkan membantu usaha pedagang kecil hingga UMKM.

"Kami juga melihat diskon atau cashback tidak hanya berguna untuk edukasi pengguna, tapi juga membantu rekan usaha kami berkembang. 90 persen dari rekan usaha GoPay merupakan UMKM atau pedagang kecil yang sebelumnya tidak terbiasa menerima pembayaran non-tunai," ucap dia.

Winny meyakini kebiasan non tunai di Indonesia kedepan bisa berlangsung tanpa adanya cashback.

"Namun kami percaya kebiasaan non-tunai ini dapat berlangsung tanpa cashback dengan adanya inovasi yang betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia," tutur dia.

Sementara itu Head of Corporate Communication Link Aja Putri Dianita mengatakan alasan Link Aja melakukan bakar duit bukanlah strategi utama, melainkan dapat menjadi insentif adopsi bagi masyarakat.

Putri menuturkan Link Aja sebagai fintech payment baru tak memikirkan untung rugi bakar duit, namun lebih kepada mengenalkan kepada masyarakat.

"Jadi kami sekarang sedang memperkaya use case. Jadi pada intinya ini adalah strategi marketing, pure strategi marketing untuk insentif adopsi bukan mikir untung ruginya. Karena kita kan brand baru membangun brand berwarna, menbangun masyarakat mengenal kita, merasa aman memakai kita, merasa nyaman dan itu kan dalam strategi marketing itu kan biasa ya untuk memberikan intensif adopsi berupa diskon cashback," ucap Putri saat dihubungi.

ilustrasi uang. (Shutterstock)
ilustrasi uang. (Shutterstock)

"Kami nggak pernah jadikan diskon atau promo sebagai strategi utama, itu pure intensif adopsi," sambungnya.

Kata Putri, saat ini masyarakat menggunakan dompet digital untuk memburu diskon baik itu di mal, warung makan hingga restoran.

Alasan itulah yang membuat pihaknya melakukan strategi bakar duit atau diskon serta menyesuaikan strategi kebutuhan masyarkat.

"Berbagai promosi juga kami hadirkan melihat fakta di masyarakat. potongan harga salah satu pertimbangan (masyarakat) saat memilih layanan selain kemudahan pemanfaatnya untuk bertransaksi secara non tunai. Namun bagi Link Aja upaya yang esensial itu adalah memperkaya use case nya di seluruh sendi masyarakat. Jadi bagaiman kita membangun use casenya dari pagi sampai malam hari biar ekostemnya holistik," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fintech Asetku Telah Salurkan Pinjaman Hingga Rp 4,2 Triliun

Fintech Asetku Telah Salurkan Pinjaman Hingga Rp 4,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 08 November 2019 | 18:59 WIB

Andalkan Tekfin, Perempuan Desa Kini Lebih Berdaya

Andalkan Tekfin, Perempuan Desa Kini Lebih Berdaya

Lifestyle | Kamis, 07 November 2019 | 11:27 WIB

5.000 Pengunjung Ditargetkan Ramaikan Cyber Security Indonesia 2019

5.000 Pengunjung Ditargetkan Ramaikan Cyber Security Indonesia 2019

Bisnis | Rabu, 06 November 2019 | 15:51 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB